Penulis: Syagita Dwi Prasetya -Politeknik Negeri Media Kreatif
Banyak remaja menganggap perhatian dari guru atau pembina sebagai hal yang wajar, apalagi jika disampaikan dengan sikap ramah dan mendukung. Padahal, tidak semua perhatian berada dalam batas yang sehat. Kedekatan yang awalnya terlihat normal bisa saja berkembang menjadi child grooming.
Melalui cerita Broken Strings, kita diajak memahami bagaimana manipulasi dapat terjadi secara perlahan dan sering kali tidak disadari. Karena itu, penting bagi remaja untuk mengenal isu ini sejak dini agar lebih peka terhadap tanda-tanda bahaya dan mampu menjaga diri.
Child grooming adalah proses ketika seseorang mendekati remaja secara perlahan untuk membangun kepercayaan, biasanya dilakukan oleh orang yang lebih tua atau punya posisi lebih tinggi, seperti guru atau pembina. Karena adanya perbedaan kuasa, remaja sering merasa sungkan menolak dan tidak sadar sedang berada dalam hubungan yang tidak sehat. Padahal, rasa tidak nyaman adalah tanda penting yang perlu diperhatikan.
Dengan membicarakan isu ini, remaja bisa lebih paham bahwa bersikap waspada dan menjaga batasan diri adalah langkah awal untuk melindungi diri.

Tidak semua perhatian dari orang dewasa bersifat negatif. Namun, remaja perlu lebih peka jika perhatian tersebut mulai melewati batas, seperti:
1. Interaksi yang terlalu pribadi
Obrolan sering mengarah ke hal personal di luar konteks wajar, misalnya kehidupan pribadi atau perasaan.
2. Membuat remaja merasa istimewa
Diperlakukan berbeda atau dibuat merasa lebih dekat dibandingkan yang lain.
3. Meminta merahasiakan komunikasi
Ajakan untuk tidak menceritakan interaksi kepada siapa pun patut dicurigai.
4. Pelanggaran batas secara bertahap
Dimulai dari candaan atau komentar yang perlahan menimbulkan rasa tidak nyaman.
Cerita Broken Strings menunjukkan bahwa manipulasi sering terjadi secara pelan dan tersamar, sehingga remaja perlu lebih peka terhadap perasaannya sendiri.
Jika suatu interaksi mulai menimbulkan rasa risih atau tidak tenang, remaja dapat melakukan beberapa langkah berikut:
1. Percaya pada perasaan diri sendiri
Rasa tidak nyaman bukan sesuatu yang perlu ditekan atau diabaikan.
2. Menjaga batasan pribadi
Menghindari situasi tertentu atau berani berkata tidak adalah bentuk perlindungan diri.
3. Berbagi cerita dengan orang terpercaya
Orang tua, guru lain, konselor, atau orang dewasa yang aman bisa menjadi tempat bercerita.
4. Mencari bantuan bila diperlukan
Jika situasi terasa memberatkan, mencari dukungan adalah langkah yang tepat dan berani.

Child grooming sering terjadi tanpa disadari, sehingga tidak bisa dianggap sebagai hal sepele. Perhatian berlebihan dari orang dewasa dalam hubungan yang tidak setara perlu diwaspadai. Dengan mengenali tanda-tandanya, remaja dapat lebih peka terhadap relasi yang tidak sehat dan berani menjaga diri.
Melalui cerita Broken Strings, kita diingatkan bahwa setiap remaja berhak merasa aman dan dihargai. Kesadaran menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi remaja.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.