Majalah Sunday

Jangan Anggap Sepele! Mengenal Frotteurisme,
Kejahatan Seksual di Tempat Umum

Meutia Amalia Putri – UIN Jakarta

Di tempat umum yang ramai seperti transportasi publik, konser, atau pusat perbelanjaan, tidak semua sentuhan bisa dianggap sebagai hal yang tidak sengaja. Salah satu bentuk kekerasan seksual yang sering terjadi namun kerap diremehkan adalah frotteurisme, yaitu tindakan menggesekkan tubuh atau alat kelamin ke orang lain tanpa persetujuan. Banyak korban, terutama remaja merasa bingung, takut, atau bahkan menyalahkan diri sendiri saat mengalaminya. Padahal, frotteurisme adalah perbuatan yang jelas salah dan bisa berdampak buruk pada kondisi fisik maupun mental korban. Karena itu, penting bagi remaja untuk mengenali dan lebih waspada terhadap perilaku ini sejak dini.

Apa Itu Frotteurisme?

Frotteurisme adalah perilaku seksual menyimpang ketika seseorang mendapatkan kepuasan seksual dengan menggesekkan tubuh atau alat kelaminnya ke orang lain tanpa persetujuan. Tindakan ini biasanya terjadi di tempat umum yang ramai, seperti transportasi publik, lift, konser, atau pusat perbelanjaan, sehingga pelaku memanfaatkan keramaian untuk menyamarkan aksinya.

Penting untuk dipahami, frotteurisme bukan sentuhan tidak sengaja, melainkan bentuk pelecehan seksual yang melanggar batas tubuh dan hak korban.

Contoh Frotteurisme di Kehidupan Sehari-hari

Frotteurisme bisa terjadi di situasi yang tampak biasa dan sering luput disadari. Contohnya, seseorang sengaja menempelkan atau menggesekkan tubuhnya ke orang lain di dalam bus atau KRL yang padat, berdiri terlalu dekat sambil melakukan gerakan berulang yang tidak wajar, atau memanfaatkan antrean panjang di konser dan pusat perbelanjaan untuk melakukan sentuhan tanpa izin. Meski sering disamarkan sebagai “terdesak” atau “tidak sengaja”, tindakan ini tetap termasuk pelecehan seksual dan tidak bisa dibenarkan.

Mengapa Frotteurisme Berbahaya?

Frotteurisme berbahaya karena melanggar batas tubuh dan persetujuan seseorang. Korban bisa merasa kaget, takut, jijik, atau trauma, bahkan setelah kejadian berakhir. Dampaknya tidak hanya fisik, tetapi juga psikologis, seperti rasa tidak aman di tempat umum dan hilangnya kepercayaan diri. Jika dianggap sepele atau dibiarkan, perilaku ini bisa terus berulang dan menempatkan lebih banyak orang terutama remaja dalam risiko pelecehan seksual.

Dampak bagi Korban, Terutama Remaja

Frotteurisme dapat meninggalkan dampak serius bagi korban, terutama remaja. Korban sering merasa malu, takut, dan bersalah, padahal mereka tidak melakukan kesalahan apa pun. Pengalaman ini bisa memicu stres, kecemasan, trauma, hingga rasa tidak aman saat berada di ruang publik. Pada remaja, dampaknya juga dapat memengaruhi kepercayaan diri, hubungan sosial, dan kesehatan mental jika tidak mendapat dukungan yang tepat.

Cara Remaja Melindungi Diri

Remaja bisa melindungi diri dengan lebih waspada saat berada di tempat ramai, seperti transportasi umum atau kerumunan. Jika merasa tidak nyaman dengan sentuhan seseorang, segera menjauh dan cari posisi yang lebih aman. Percaya pada perasaan sendiri, karena rasa tidak nyaman adalah tanda penting. Selain itu, jangan ragu untuk meminta bantuan orang sekitar atau petugas, serta ceritakan kejadian yang dialami kepada orang dewasa tepercaya agar mendapatkan dukungan dan perlindungan.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Menjadi Korban

Jika kamu menjadi korban frotteurisme, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menjauh dari pelaku dan mencari tempat yang aman. Usahakan tetap tenang dan ingat bahwa kejadian ini bukan salahmu. Jika memungkinkan, catat ciri-ciri pelaku dan situasi kejadian. Segera ceritakan pengalaman tersebut kepada orang tua atau orang dewasa tepercaya agar kamu mendapatkan dukungan. Bila kejadian terasa mengancam atau berulang, jangan ragu untuk melapor kepada petugas keamanan atau pihak berwenang supaya kamu terlindungi dan kejadian serupa tidak terulang.

Frotteurisme bukan candaan, bukan kebetulan, dan bukan kesalahan korban. Setiap orang berhak merasa aman di ruang publik. Jika kamu atau temanmu mengalaminya, jangan diam atau menjauh, cari bantuan, dan berani melapor. Yuk, saling jaga dan ciptakan ruang publik yang aman dan bebas dari kekerasan seksual. Kesadaranmu bisa jadi perlindungan untuk diri sendiri dan orang lain.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 8