Penulis: Indira Salsabila – SMAN 1 Gebog
Pernah lewat depan bangunan kosong, lalu tiba-tiba merinding? Atau menonton video eksplor bangunan kosong angker di TikTok yang entah kenapa terasa seram padahal hanya ditonton lewat layar ponsel?
Tidak sedikit orang yang langsung mengaitkan suasana itu dengan hal mistis. Namun, kenyataannya, ada banyak faktor yang dapat menjelaskan kenapa bangunan kosong terasa menyeramkan.
Rasa takut tersebut bisa muncul karena kondisi bangunan, lingkungan, hingga cara otak memproses informasi yang membuat suasana jadi terlihat mencekam.

Di Indonesia, rumah kosong, gedung mangkrak, atau ruko yang lama tidak ditempati sering dianggap angker. Hampir setiap bangunan yang terbengkalai memiliki cerita versi netizen, mulai dari penampakan sampai suara-suara misterius.
Belum lagi, konten eksplor bangunan kosong yang sering muncul di media sosial, membuat kesan yang kuat bahwa tempat tak berpenghuni pasti berhantu.
Padahal, rasa merinding itu tidak muncul begitu saja. Ada penjelasan di balik suasana mencekam yang sering dirasakan oleh banyak orang.
Oleh karena itu, sebelum menyimpulkan bahwa tempat tersebut berhantu, ada baiknya memahami apa saja faktor-faktor lain yang mungkin membuat bangunan kosong terasa menakutkan.
Lalu, apa sebenarnya penyebabnya? Ini penjelasan lengkapnya.
Bangunan yang lama ditinggalkan akan mengalami kerusakan secara alami. Dinding menjadi lembap, cat mengelupas, jendela berdebu, dan ruangan tampak gelap karena cahaya sulit masuk. Lingkungan yang tidak terawat ini menciptakan suasana yang langsung terasa tidak nyaman.
Selain itu, ruangan lembap dan penuh jamur secara psikologis memberi sinyal bahaya kepada otak. Tanpa unsur mistis sekalipun, suasana seperti ini sudah cukup membuat seseorang merasa ingin keluar secepat mungkin.

Bangunan kosong sering mengeluarkan berbagai suara yang terdengar aneh dan membuat suasananya terasa lebih menyeramkan.
Suara tersebut sebenarnya bisa berasal dari hewan liar seperti tikus, burung, atau kucing yang menjadikan bangunan tak berpenghuni sebagai tempat berlindung.
Selain itu, angin yang masuk melalui celah-celah tembok yang retak juga dapat menghasilkan bunyi yang mirip langkah kaki, gesekan, atau bahkan seperti bisikan halus.
Ketika seseorang sudah merasa tegang, suara kecil apa pun mudah disalahartikan sebagai sesuatu yang mistis, padahal semuanya dapat dijelaskan secara logis.
Karena tidak ada listrik, bangunan kosong hanya mengandalkan cahaya alami yang masuk dari celah pintu atau jendela. Cahaya yang minim ini menciptakan bayangan yang tampak lebih dramatis dan mudah disalahartikan.
Benda sehari-hari seperti kain yang tergantung, tiang kayu, atau kardus bisa tampak seperti sosok berdiri. Ketika otak sudah merasa waspada, bayangan biasa pun bisa terlihat seperti sesuatu yang menakutkan.

Budaya Indonesia kaya akan legenda dan kepercayaan tentang tempat angker. Begitu sebuah bangunan diberi label “angker,” pikiran seseorang otomatis bersiap untuk melihat sesuatu yang mistis. Sugesti ini membuat suara kecil atau bayangan samar terasa lebih menyeramkan daripada yang sebenarnya.
Dengan kata lain, lingkungan yang gelap ditambah cerita yang sudah tersebar luas menciptakan kondisi yang ideal untuk munculnya rasa takut.
Ketika suasana gelap, bangunan rusak, suara hewan liar, dan cerita-cerita mistis bertemu, kombinasi ini akan menciptakan ilusi bahwa tempat tersebut benar-benar berhantu.
Padahal, banyak ketakutan muncul karena pikiran sedang berada dalam mode waspada dan menghubungkan segala sesuatu dengan hal mistis.
Otak manusia cenderung mengisi celah informasi dengan hal yang paling emosional, di mana hal itu biasanya adalah rasa takut.
Bangunan tak berpenghuni terlihat angker bukan semata-mata karena hantu, tetapi karena kondisi bangunan yang rusak, pencahayaan minim, suara dari hewan liar, hingga sugesti dari cerita mistis.
Semua faktor ini bekerja bersama menciptakan suasana yang terasa menegangkan dan membuat pikiran mudah berasumsi tentang hal-hal di luar logika.
Meski begitu, penting juga untuk tetap menghargai kepercayaan banyak orang tentang hal-hal gaib. Indonesia punya budaya dan cerita lokal yang kuat, dan mempercayainya bukan hal yang salah.
Selama tidak berlebihan, sikap menghormati tempat dan tidak sembarangan juga bisa membuat kita lebih bijak saat berada di lokasi yang sepi atau terbengkalai.
Kalau suatu saat ingin mengeksplor bangunan kosong, ingat bahwa bahaya yang paling nyata justru berasal dari kondisi bangunannya seperti lantai rapuh, paku berkarat, atau hewan liar.
Jadi tetap waspada, tapi jangan langsung menyimpulkan yang seram-seram dulu.
Punya pengalaman lewat bangunan kosong atau tempat yang katanya angker? Coba ceritakan pengalamanmu, siapa tahu penyebabnya ternyata lebih masuk akal daripada yang dibayangkan.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.
