Penulis: Agung Izzul Haqq Laksono – Universitas Jenderal Soedirman
Sunners, pernah nggak sih tiba-tiba merasa capek mental atau bad mood parah, padahal seharian cuma sekolah atau scroll HP? Rasanya pengen marah tapi bingung alasannya apa. Tenang, kamu nggak aneh kok! Kadang kita memang nggak sadar kalau penyebab stres pada remaja itu bisa datang dari hal-hal sepele yang tak terduga, bukan cuma gara-gara tugas numpuk. Biar nggak terus-terusan overthinking sendirian, yuk cek apa saja pemicu tersembunyi yang mungkin lagi kamu alami sekarang!

Kita sering mengira stres sekolah itu cuma takut dapat nilai merah. Padahal, masalahnya lebih dalam dari itu. Banyak remaja tanpa sadar terjebak dalam pola pikir bahwa “Nilai Saya = Harga Diri Saya”.
Akibatnya, satu nilai jelek saja bisa bikin kamu merasa gagal total sebagai pelajar. Tekanan untuk masuk PTN favorit atau memenuhi ekspektasi karier masa depan juga menciptakan kecemasan kronis. Ingat ya Sunners, angka di rapot nggak mendefinisikan siapa kamu seutuhnya!
Niatnya mau hiburan scrolling TikTok atau Instagram, eh malah jadi insecure. Hayo, siapa yang sering begini? Paparan terus-menerus terhadap kehidupan orang lain yang “dikurasi” sempurna adalah penyebab stres pada remaja yang paling modern.
Melihat teman yang glowing, liburan terus, atau pamer prestasi bikin kita otomatis membandingkan diri (social comparison). Belum lagi racun FOMO (Fear of Missing Out) yang bikin kita merasa harus selalu online biar nggak ketinggalan tren. Lelah banget, kan?
Pertanyaan ini terdengar simpel, tapi horor banget buat remaja. Di usia ini, kita sedang dalam fase mencari jati diri. Tuntutan lingkungan agar kita segera membuat keputusan besar soal jurusan atau karier, padahal kita sendiri belum kenal siapa diri kita, menciptakan beban mental yang berat. Bingung akan masa depan itu wajar, kok. Nggak semua harus terjawab sekarang.
Rumah yang seharusnya jadi tempat istirahat, kadang malah jadi sumber masalah. Konflik orang tua, perceraian, atau sekadar ekspektasi orang tua yang terlalu tinggi bisa bikin remaja tertekan.
Di luar rumah, kita juga harus berjuang demi “diterima” di tongkrongan. Drama pertemanan, takut dikucilkan, atau patah hati pertama kali adalah badai emosional yang sering dianggap remeh orang dewasa, padahal efeknya ke mental dan pola tidur kita itu nyata banget.
Pernah dengar istilah Eco-Anxiety? Ternyata, banyak Gen Z yang stres memikirkan isu dunia seperti perubahan iklim atau berita bencana, lho. Rasanya dunia ini nggak aman dan kita nggak berdaya.
Selain itu, perubahan fisik saat pubertas juga jadi penyebab stres pada remaja yang sering disembunyikan. Rasa nggak nyaman dengan bentuk tubuh sendiri (body image issues) sering bikin kita menarik diri dari pergaulan.
*****
Ternyata, stres yang kamu rasakan itu bukan drama, tapi respons wajar terhadap tekanan hidup yang memang berat. Mengetahui bahwa penyebab stres pada remaja itu beragam adalah langkah awal buat sembuh. Kamu nggak “lemah”, kamu cuma butuh istirahat dan strategi yang tepat.
Kalau kamu merasa beban ini terlalu berat, jangan dipendam sendiri ya, Sunners! Coba share artikel ini ke teman satu gengmu, siapa tahu mereka juga merasakan hal yang sama. We are in this together!

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.
