WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Teman Baru

Di pagi hari yang dingin dan banyak suara kicauan burung di pekarangan rumah, ada seorang remaja bernama Dea sedang melukis di kanvas kesayangannya, dia sedang melukis pemandangan depan rumah yang sangat menarik mata, terutama hati agar selalu tenang dan membuat nyaman.

Sebelum berangkat sekolah dia selalu menyempatkan bercengkrama dengan tetangga sebelah rumahnya, sambil tersenyum menyusuri jalanan arah berangkat ke sekolahnya, setiba di sekolah bel pun berbunyi menandakan bahwa sekolah akan dimulai.

Ibu guru berkata, “Anak-anak kita kedatangan murid baru, silahkan masuk Dina.” Lalu Dina masuk ke kelas dengan baju sekolah sebelumnya iya bersekolah. “Selamat siang teman-teman nama saya Dina Prameswari, panggilan teman bisa dengan Dina ”. Lalu semua siswa di kelas itu menyapa dengan baik “Halo Dinaaaaaaa………..”

Di situlah Dea akhirnya merasa akan bisa berteman dekat dengan Dina. Dea menceritakan semua yang ada di sekolah ini sampai lupa waktu. Bel pun berbunyi untuk istirahat, teman-teman sekelas Dina mengajak Dina untuk makan bersama di kantin dekat ruang UKS.

 

**

 

Tak terasa Dina sudah hampir 1 bulan masuk sekolah baru, sangat tidak terasa karena teman-teman di sini sangat hangat dengan Dina. Sepulang sekolah, Dina akhirnya mengajak Dea untuk makan siang di rumahnya.

Setiba di rumah, Dea pun salim dengan orang tua Dina, lalu mereka makan siang sambil bercengkrama hingga larut sore. Sebelum Dea pulang Dea menceritakan apa yang Dea rasakan saat bersama keluarganya. “Din, ibu kamu baik banget yaaa sampai aku ngerasa aku kangen ibu aku yang sudah tiada, habis mirip banget sih dengan ibu aku, ibu aku juga suka mendengarkan anaknya yang bawel ini sampai tidak ada kata bosan,” ujar Dea.

Akhirnya Dina pun bercerita dengan ibunya bahwa Dea adalah anak seorang yatim piatu, tanpa berfikir ibu Dina selalu memberikan hadiah untuk Dea agar Dea merasakan adanya kasih sayang kembali dari seorang yang sayang dengan Dea. Walaupun bukan dengan ibunya namun orang tua Dina tidak membedakan anak kandung maupun hanya selaku teman.

Perubahan yang dialami oleh Dea, makin membuat ia semakin ikhlas dan mencintai dirinya sendiri, bahwa masih ada orang yang menyayanginya dengan tulus.

Dea “Din sumpah aku baru pertama kali ngerasain mempunyai teman yang super duper baik banget kaya kamu Din, makasih yaaa udah mau jadi sahabat aku.”

Hari-hari terus berjalan sama dengan persahabatan mereka yang semakin hari semakin sangat akrab dan hangat. Satu sekolah pun tau bahwa mereka sahabat sejoli.

Ternyata saat kita hidup saling support satu sama lain, kita tersadar bahwa kita di dunia ini tidak perlu merasa sendirian.

 

Penulis : Lia Kurnianingsih – Universitas Tama Jagakarsa

Leave A Comment