WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Seks Berdasarkan Konsensus: Pro dan Kontra

Apakah kalian pernah mendengar seks berdasarkan konsensus? Sebenernya konsensus itu apa sih? Konsensus adalah kesepakatan bersama atau kebulatan suara. Jadi seks berdasarkan konsensus adalah hubungan atas kemauan bersama tanpa adanya paksaan. Nah, kira-kira Sunners sudah mulai mengerti ya apa itu seks berdasarkan konsensus. 

Yang anti dengan bentuk seks apapun

Sunners tau ga sih, seks berdasarkan konsensus itu ramai diperbincangkan oleh segelintir masyarakat yang melahirkan pro dan kontra. Sebagian orang mendukung seks berdasarkan konsensusnya namun tak banyak pula yang menentang hal tersebut. Dilansir dari Tribunnews.com Sekretaris Jendral (Sekjen) Koalisi Perempuan Indonesia, Mike Verawati pun menyangkal hal tersebut. Beliau mengatakan bahwasannya, pihaknya tidak menemukan adanya klausul dalam aturan tersebut yang berpotensi melegalkan zina di kalangan masyarakat. “Karena menurut Koalisi Perempuan Indonesia, zina dan kekerasan seksual itu sesuatu hal yang berbeda ya, dan tidak bisa dicampuradukkan gitu ya,” ujarnya. Hal tersebut tentunya sangat bertolak belakang dengan aturan dan norma-norma yang ada di Indonesia, yang di mana perzinahan dianggap sebagai perilaku asusila. Beliau sangat menentang keras hal tersebut dikarenakan sama saja halnya melegalkan zina dan prostitusi apalagi di kalangan anak muda. Berdasarkan Pasal 5 Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 ini dianggap menimbulkan makna legalitas terhadap perbuatan asusila dan seks bebas di kalangan masyarakat. Pasalnya, pasal ini dilakukan “tanpa persetujuan”. Prasa tersebut yang menuai banyak protes karena dinilai melegalkan seks bebas apabila kedua belah pihak setuju.

Pandangan “boleh” asalkan ada konsensus

Namun menurut Pasal 50 dalam UU HAM berbunyi: “Wanita yang telah dewasa atau yang telah menikah berhak untuk melakukan perbuatan hukum sendiri, kecuali ditentukan lain oleh hukum agamanya.”

Nah berdasarkan RUU PKS, hubungan seks dalam pernikahan juga harus berdasarkan konsensus, jika tidak berdasarkan konsensus maka akan dianggap sebagai “pemerkosaan dalam rumah tangga” yang dilakukan dengan kekerasan atau bahkan ancaman ketika persetujuan untuk berhubungan seks tidak diberikan. 

Contohnya dalam berpacaran “sayang aku boleh ga pegang tangan kamu?” “boleh” nah sunners ini boleh-boleh aja ya dan gak akan kena pasal karena tindakan ini sama sekali tidak ada unsur paksaan dan izin terlebih dahulu. Contoh lainnya misalnya pasanganmu tiba-tiba merangkul kamu atau bahkan mencium kamu tanpa adanya persetujuan atau bajkan ada unsur paksaan di dalamnya maka itu bisa jadi terkena pasal ya sunners. Untuk itu, harus lebih berhati-hati dalam menjalin hubungan dengan pasangan kalian. Dan yang paling penting kalian harus mengerti dahulu apa itu berhubungan yang sesuai dengan konsensusnya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

Kesimpulannya mimin Sunny

Jadi, sebagai generasi bangsa sepatutnya Sunners menghindari hal-hal demikian. Jika seorang pasanganmu mencintaimu maka ia akan menjaga serta menghormatimu bukan merusak. 

Perlu dipahami bahwa melakukan hubungan seks bukanlah sarana untuk membuktikan apapun kepada pasangan. Seperti yang sudah kita ketahui, baik pro dan kontra dalam seks berdasarkan konsensusnya itu sangat dilarang dan tidak dibenarkan di mata RUU PKS. Meskipun sama-sama memiliki kesepakatan tanpa adanya paksaan untuk melakukan seks maka, akan tetap kurang baik karena belum adanya hubungan pernikahan yang sah baik di mata hukum maupun agama sebagai landasannya. 

Untuk itu bijaklah dalam berpikir sebelum melakukan sesuatu karena apa yang akan kita lakukan saat ini akan mempengaruhi masa depan kita kelak.

Penulis: Ike Tania Pardede, Universitas Kristen Indonesia

 

Leave A Comment