WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Sehari dalam Kehidupan Seorang Food Stylist: @laparmata_food

Kalau sudah baca artikelnya di Majalah Sunday Januari 2021, yuk sekarang kita kenal lebih dekat sama berbagai rutinitas pekerjaan seorang food stylist!

 

Sejak lama, Kak Ancilla Marcelina dari @laparmata_food sangat menyukai ketika datang kesempatan makan di rumah orang. Kenapa? “Aku suka banget ketika diundang makan di rumah orang, karena tiap dapur itu unik, dari makanan yang disajikan kita bisa tahu karakteristik tuan rumahnya.”

“Dari kecil aku suka masak, dan setelah besar, aku kuliah Seni Rupa, jadi food stylist itu kaya perpaduan keduanya,” ujar Kak Ancil. “Suatu hari, aku pernah kerja di agensi, mengerjakan iklan sebuah brand mie instan. Aku ngeliat di sana ada food stylist yang bekerja gimana agar membuat mienya kelihatan enak, kaya yang biasa kita lihat di iklan-iklan: Mienya banyak, ulir-ulirnya bagus, ayamnya tampak segar, aku tertarik banget dan berpikir, kenapa nggak aku coba? Aku coba styling makanan sendiri, belum ada proyek. Aku bikin portfolio aku sendiri dulu, yang penting aku punya dulu koleksi portfolio makanan yang sudah aku styling. Nah terus aku nekad, portfolio itu aku kirimi-kirim, ke teman yang punya resto/catering/cafe, dll. Dari situ satu per satu mulai ada job. Lama-lama jadi lumayan banyak portfolionya. Akhirnya aku mulai berpikir untuk establish diri sendiri sebagai food stylist – awalnya nggak berani, aku menyebut diriku sendiri food enthusiast saja.”

Sekarang siapa yang penasaran dengan kesibukan kerja seorang food stylist? Kak Ancil pun membaca kita ‘mengikuti’ aktivitasnya mengerjakan sebuah proyek:

    • Pertama-tama, datang brief dari klien! Buat yang belum tahu, brief itu info lengkap mengenai kebutuhan klien apa, hal-hal yang perlu dikerjakan, dan berbagai kesepakatan lain. “Setelah terima brief dari klien, aku baca baik-baik kebutuhannya, lalu olah bareng fotografer & sutradara, sambil cari-cari referensi yang pas.”

    • Sebelum produksi, workshop bersama. Tujuannya supaya produksinya lancar. Kita coba lakukan ini di rumah/studio, untuk menjaga ekspektasi hasil finalnya di hari-H produksi. Misalnya ayam bakarnya apakah mau 1 piring isi 3 atau 5? Garnishnya tomat atau timun? “Kalau itu kita baru lakukan di hari H produksi, itu makan waktu cukup lama.”

 

Apa yang dilakukan food stylist ketika sedang tidak ada proyek? “Menyibukkan diri dengan hal-hal terkait makanan, karena kita harus terus punya asupan referensi terkait makanan agar taste kita terbangun terhadap makanan. Kalau kita lama nggak lihat atau pegang makanan, taste kita akan hilang,” jelas Kak Ancil. 

Jika kalian tertarik untuk menjalani profesi ini juga, banyak-banyaklah baca artikel tentang makanan, tips & trick food styling, follow fotografer/sutradara di sosmed. “Eksplorasi berbagai gaya food styling juga; ada yang style rumahan, rumahan pun beda-beda lagi, ada rumahan Indonesia, Western, dll. Ada yang rustic, modern. Ada yang stylenya eksperimental, makanannya terbang-terbang melayang, anak muda banget yang backgroundnya warna-warni, dll.”

 

Selain itu, Kak Ancil juga memiliki prinsip tersendiri dalam berkarya, yaitu mengurangi food waste sebisa mungkin. “Aku selalu berusaha agar makanan nggak mubazir. Maka, makanan yang kupakai biasanya nggak ditambahin bahan aneh-aneh yang nggak bisa dimakan, biar abis difoto masih bisa dimakan bareng, atau setidaknya dikasih ke anjing atau kucing jalanan.” 

 

Yuk cek karya-karya seru Lapar Mata Food di IG @laparmata_food 

 

Leave A Comment