WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Pro dan Kontra Mempelajari Organ Reproduksi di Sekolah

Sex Education merupakan salah satu masalah yang kontroversial di sistem pendidikan Indonesia, bahkan beberapa negara juga mengalami permasalahan yang sama. Terlepas dari munculnya kasus yang digadang-gadang penyebabnya yaitu adanya pelajaran tentang organ reproduksi di sekolah, sex education juga memiliki sisi baiknya, lho, Sunners! Hal tersebut menyebabkan sex education memiliki banyak pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Memberikan pengetahuan tentang seks, termasuk di dalamnya mempelajari organ reproduksi memang sudah sepatutnya diberikan kepada remaja sejak dini. Toh, pengetahuan tentang seks tidak mentah hanya membahas tentang alat genital alias kelamin, melainkan juga membahas tentang kesehatan organ reproduksi, jenis-jenis penyakit yang dapat menyerang organ reproduksi, serta informasi lain yang sangat perlu diketahui oleh siapa pun termasuk remaja.

Mengetahui kesehatan dan jenis-jenis penyakit yang dapat menyerang alat/organ reproduksi dapat membantu para remaja untuk merawat tubuhnya sendiri. Pemberian pengetahuan perihal seks sejak dini akan membuat remaja untuk lebih berhati-hati ketika nantinya sudah beranjak dewasa dan sexually active.

Selain mendapatkan informasi seputar organ reproduksi, mempelajari pengetahuan tentang seks di sekolah merupakan alternatif bagi para remaja dan orang tua yang mungkin saja malu atau risih untuk bertanya dan mengedukasi satu sama lain ketika di rumah. Sebagian orang tua Indonesia menganggap membahas segala suatu yang berhubungan dengan seks merupakan hal yang tabu. Padahal kalau tidak diedukasi oleh orang yang benar-benar paham, malah bisa lebih gawat.

Dari sisi kontra, masyarakat lebih melihat dari kacamata bahwa remaja adalah sosok yang penuh rasa keingintahuan. Mereka menganggap dengan diberinya pengetahuan perihal seks di sekolah dapat memicu para remaja untuk mempraktikkan seks sebelum waktunya.

Pengetahuan tentang seks juga masih dianggap tabu di Indonesia. Padahal pengetahuan ini sangat membantu remaja untuk mengenal organ yang ada pada tubuhnya sendiri. Semua yang melekat pada tubuh, termasuk organ reproduksi bukanlah sesuatu yang memalukan.

Pendapat berisi kontra lainnya menganggap bahwa mempelajari organ reproduksi dan pengetahuan tentang seks secara umum di sekolah bertentangan dengan nilai agama, moral, dan budaya di Indonesia.

Seharusnya, lembaga pendidikan seperti sekolah selain memberi pengetahuan tentang organ reproduksi juga mengedukasi siswanya tentang hal hal yang berhubungan dengan seks, seperti consent alias persetujuan.

Intinya adalah kembali pada diri sendiri tentang bagaimana kita menerima pengetahuan terkait seks, ya, Sunners! kalau ada masalah terkait organ reproduksi, jangan malu untuk bertanya, terlebih kepada orang tua/kerabat kita sendiri.

 

Siti Hutami Mahmudah, Universitas Negeri Jakarta

Leave A Comment