WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Pick Me Girl Syndrome: Si Sok Paling Spesial

Di antara kalian pasti pernah mendengar seseorang atau teman kalian mengatakan

kalimat-kalimat seperti ini:

“Gue sih lebih sering nonton film action daripada drakor yang aktornya menye-menye gitu”

“Kok ada sih cewek yang nggak main game pasti hidupnya ngebosenin banget”

“Ngapain sih make up tebel tebel natural aja kali, gue cuma pake bedak bayi sama liptint doang cukup.”

“Gue mending pakai sepatu kets daripada high heels, nggak kayak cewek lain.”

“Gue lebih suka naik gunung ketimbang ke salon” Jika kamu pernah mengatakan kalimat-kalimat tersebut kepada teman kalian, bisa jadi kamu termasuk salah satu dari golongan dari “Pick Me Girl” lho Sunners!

  • Sebenarnya Pick Me Girl Itu Apa Sih?

Pick Me Girl merupakan suatu fenomena ketika seorang perempuan mencoba membedakan dirinya dengan perempuan lain secara tidak sehat. Mereka merasa lebih baik dan mengejek peran feminin perempuan lain dengan tujuan supaya daya tarik mereka meningkat dan mendapat pujian dari laki-laki. Sifat buruk ini akan membuat seorang perempuan menolak sisi feminim yang dimiliki olehnya. Pick Me Girl umumnya pernah terjadi pada setiap perempuan tanpa disadari.

Menurut Noam Shpancer Ph.D, psikolog dan penulis buku The Good Psychologist mengatakan bahwa, “Ketika perempuan mulai mempertimbangkan untuk dihargai laki-laki sebagai sumber kekuatan, nilai, pencapaian, dan identitas utama mereka, perempuan dipaksa bersaing dengan perempuan lain untuk mendapatkan hadiah itu.”

  • Bagaimana Ciri-ciri Perempuan Yang Termasuk Golongan Pick Me Girl?

Seorang Pick Me Girl cenderung merasa paling benar sejagat raya, sering merendahkan pilihan orang lain dan sselalu memaksakan diri untuk terlihat berbeda dari perempuan lainnya. Mereka tidak terlalu menyukai hal-hal yang feminin seperti shopping, menggunakan gaun, sepatu high heels, make up, skincare dan hal-hal feminin yang biasa dilakukan perempuan pada umumnya. Mereka akan memberitahu teman perempuannya bahwa dirinya memiliki banyak teman pria. Bahkan mereka juga mengkritik dan merendahkan perempuan lain untuk meningkatkan daya tarik mereka di mata lawan jenis.

  • Penyebab Terjadinya Fenomena Pick Me Girl

Hal ini bisa terjadi karena adanya faktor Misogini Terinternalisasi (Internalized Misogyny) yang sudah tertanam di masyarakat. Mereka menerima stereotip seksis dan menerapkannya ke perempuan lain bahkan ke dalam dirinya. Contoh singkat dalam seksisme misalnya perempuan yang pintar memasak dianggap sudah biasa, lalu bagaimana jika perempuan jago dalam bidang olahraga dan otomotif? Maka mereka pasti akan dianggap lebih keren daripada yang pintar memasak. Tanpa didasari hal-hal seperti itu tertanam dalam dirinya lalu mereka akan menganggap keren sesuatu yang bersifat boyish dan menganggap remeh tentang hal-hal yang girly atau bersifat feminin.

Setiap perempuan mempunyai cara tersendiri untuk mengekspresikan dirinya. Kita bebas menjadi apapun, baik feminin atau tomboi. Perempuan akan tetap keren tanpa penilaian dari laki-laki atau perempuan lain. Yang terpenting kita sebagai sesama perempuan harus bisa saling support tanpa memandang rendah perempuan lain. Be yourself Sunners!

Penulis: Niken Carmelita, SMKN 67 JAKARTA

Editor: Beninda, PoliMedia Jakarta

Leave A Comment