WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Membahas seputar Content Creator TikTok di Connect Talk: Turn Content Into Income

Sunners, kalian pasti sudah  tidak asing lagi kan sama Content Creator? Kalau kata Esther Lubis, Kevin Nguyen dan Ilham Iqbal yang seorang Content Creator TikTok. Content Creator adalah tempat untuk berbagi keseruan, berbagi pengalaman dan pengetahuan serta mencari penghasilan.

 

Kali ini, Sunday berkesempatan hadir dalam acara webinar yang diselenggarakan @eightproduction.id pada 18 Juli 2021 tentang “Connect Talk (Content Creator Talk): Turn Content Into Income” melalui TalkShow dan Sharing Session. Sunday bisa bertanya seputar Content Creator yang akan di jawab langsung oleh para narasumber terpercaya. Jika Sunners ada yang tertarik menjadi Content Creator artikel ini wajib di baca karena akan ada banyak hal-hal penting yang perlu di ketahui untuk menjadi seorang Content Creator.

 

Membuat konten dapat menghasilkan uang

Sunners tau nggak? Membuat sebuah konten bisa menghasilkan uang. Bagaimana sih caranya? Kalau kata Kak Kevin, “Awal rilis TikTok itu nggak ada konotasi yang mengarah ke penghasilan bagi Content Creator lalu di pertengahan 2020 mulai para brand yang mungkin melihat peluang tersebut dan melakukan endorsement ke para Content Creator. Setelah itu mulailah campaign-campaign besar seperti Shopee, Tokopedia dll yang masuk ke Content Creator. Wah ternyata TikTok peluangnya cukup besar juga ya. Nggak pernah ada ekspetasi bahwa membuat konten ternyata mendapat penghasilan tersendiri.”

Para Sunners yang baru atau akan terjun ke dunia Content Creator tentu tidak mudah jika ingin langsung berpenghasilan karna Kak Esther bilang “Untuk mendapat sebuah endorsement itu brand yang mengajukan kerjasama bukan kita dan melihat dari pasar kita juga.” Nah, untuk Sunners yang masih baru tentu sulit kan? Tapi tenang saja, ada solusi lain dari Kak Ilham loh. “Selain endorsement, kita juga bisa dapat penghasilan dari stream TikTok yang menggunakan gift poin yang bisa di cairkan dengan uang.”

Jika Sunners yang ingin sekali mendapatkan endorsement dari sebuah brand hanya satu hal penting yang perlu di ingat yaitu Personal Branding. Penting sekali untuk meningkatkan personal branding karena sebuah brand melihat dari target audience kita dan seberapa besar pengaruh kita dalam memasarkan sebuah brand.

 

 

Cara membentuk Personal Branding

“Membentuk personal branding itu balik lagi ke individu masing-masing.” Kata Kak Kevin. Artinya sebagai seorang Content Creator perlu adanya identitas diri yang menekankan kepada audience diri ini ingin di kenal sebagai apa. Jika Sunners memutuskan terjun ke dunia Content Creator TikTok, Sunners bebas membentuk personal branding sesuai dengan keinginan. Tetapi personal branding dengan orang di real life itu jangan di samakan karena nggak sedikit Content Creator yang branding nya itu berbeda dengan dunia nyata.

Jadi, saran dari Kak Kevin untuk Sunners bentuklah personal branding yang sesuai dengan pribadi Sunners agar saat membuat sebuah konten tidak ada keterpaksaan dan bisa menjadi pribadi yang apa adanya. Karena personal branding membentuk pandangan masyarakat terhadap seorang Content Creator. 

 

Tik Tok, Tiktok, Art, Logo, Design

Tips tetap kreatif membuat konten

Kehabisan ide untuk membuat konten adalah hal yang biasa terjadi di kalangan Content Creator dan tidak menutup kemungkinan seorang creator berhenti di tengah jalan. Tapi, Sunners jangan khawatir ada banyak tips dari para creator untuk tetap kreatif dan banyak ide dalam membuat konten.

 

 

Eksplor dan Kreativitas

Perbanyak mengeksplor tentang konten yang enak untuk di sajikan ke masyarakat. Karena dengan Sunners mengeksplor akan banyak ide yang berdatangan, Sunners bisa langsung melihat apa yang sedang di butuhkan oleh masyarakat. Tidak hanya mengeksplor Sunner juga harus mengembangkan kreativitas pada diri Sunners. Setiap orang memiliki kreativitas dan keunikan nya sendiri dalam membuat sebuah konten. Jadi, Eksplor dan Kreativitas harus berdampingan karena hal itulah yang membuat sebuah konten menjadi lebih berkembang.

 

 

Literasi dan Menulis

Literasi dapat Sunners lakukan untuk meningkatkan pengetahuan karena dengan Sunners perbanyak literasi maka konten yang di hasilkan pun akan banyak manfaat nya tidak hanya untuk diri sendiri tetapi untuk orang lain juga. Selain literasi, menulis dapat dilakukan untuk mencatat ide-ide yang masih tersimpan di otak namun belum bisa terealisasikan.

 

Cari inspirasi melalui platform digital

Google menjadi platform yang paling banyak di gunakan untuk sebuah pencarian. Sunners bisa mencari keyword apa saja yang sedang atau paling banyak di cari oleh masyarakat dalam beberapa jam, minggu, hingga tahun terakhir untuk mendapatkan inspirasi. Selain Google, Sunners bisa mencari inspirasi dari Pinterest, Tumblr dan masih banyak lagi platform digital yang bisa Sunners jelajahi. Inspirasi bisa datang darimana saja tergantung dari pribadi masing-masing, niat mencari nya atau tidak.

 

 

Cara menumbuhkan percaya diri

Apakah Sunners orang yang kurang percaya diri? Merasa tidak pede saat berbicara depan kamera. Tenang Sunners, Kak Ilham akan kasih kamu caranya.

Hal pertama yang harus Sunners lakukan adalah mencoba. Karna kita akan merasa pede saat sudah mencoba berkali-kali, sesuatu itu harus di mulai dengan tekad yang kuat dan jangan selalu di pikirkan. Sunners harus menjadi orang yang legowo artinya kita hidup dengan hati yang berlapang dada dan dealing with yourself  untuk memudahkan Sunners dalam berbicara apapun.

Tantangan terbesar menjadi Content Creator

Seorang Content Creator dalam menjalani karirnya tidak selalu berjalan mulus. Seperti kata pepatah “Semakin tinggi pohon, semakin lebat buahnya, semakin kencang angin menerpanya.” Hidup itu akan selalu ada pro dan kontra. Hal ini juga di alami oleh para creator loh, mereka pernah menghadapi hujatan dari netizen karena konten yang mereka sajikan menuai banyak kritikan. Mereka pernah di teror oleh haters dan sempat membuat mereka di landa stress.

Bagaimana mereka menghadapinya?

Kak Kevin berkata “Kita harus punya sifat yang bodoamat sama ucapan orang lain karena ketika kita selalu mendengarkan orang lain, kita akan kehilangan jati diri. Selama kita benar, tidak melanggar undang-undang, tidak melawan norma sosial jangan pernah takut. Ambil lah kritikan orang lain yang dapat membangun diri kita menjadi lebih baik. Dan yang paling utama adalah tingkatin mental. Karena mental itu akan terbentuk kalau kita pernah terbentur.”

Maka dari itu Sunners harus selalu menebarkan kebahagiaan karena dengan begitu orang akan merasakan diri Sunners positive vibes, tidak terlalu memikirkan pandangan orang lain jadi hanya fokus terhadap apa yang ingin Sunners capai sehingga hal itu menjadikan Sunners memiliki ide-ide kreatif untuk membuat sebuah konten.

 

 

Lebih penting viral atau personal branding?

Semua itu balik ke diri Sunners ingin membuat sesuatu yang realistis atau idealis. Jika Sunners membutuhkan uang silahkan membuat konten berdasarkan apa yang sedang viral namun jika Sunners mengejar personal branding maka kejarlah standar personal branding yang ingin Sunners capai.

Tetapi, jangan hanya karena viral Sunners jadi menurunkan harga diri serta standar diri Sunners ya! Viral tanpa faedah juga bukan hal yang bagus loh.

“Ketika kita fokus ke impact dan kita udah bisa memberi berkat buat orang lain uang itu akan mengikuti tapi konteks ini hanya dapat di terapkan oleh orang yang belum memiliki tanggungan karena jika orang yang sudah memiliki tanggungan tentu harus berpikir untuk menghidupi orang lain dan ranahnya juga udah beda.” Kak Esther menerangkan.

“Dalam membuat konten tetap harus memikirkan apakah konten yang akan di sajikan worth it atau tidak, dampaknya gimana buat kita. Kalau memiliki efek positif ya kembangin tapi jika efeknya negatif dan memiliki resiko harus pertimbangin baik-baik. Memang itu pilihan masing-masing tapi pikirkan pilihanmu, cermati pilihanmu dan kritisi pilihanmu.” Tambah Kak Kevin.

 

Gimana Sunners, apakah tertarik untuk menjadi seorang Content Creator?

 

Penulis: Sekar Defitri (Kalbis Insitute)

 

Leave A Comment