Majalah Sunday

Takdir Malam Jumat:
Rumah Terkutuk di Puncak Bukit Setan

Penulis: Rushel Bintang Ashaffi – Universitas Kristen Indonesia

Malam itu, sebuah desa kecil tertutup dalam keheningan mencekam. Puncak Bukit Setan, yang selalu menyimpan misteri gelap, diselimuti oleh kabut tebal dan angin berdesis dengan suara yang menyeramkan. Penduduk desa tidak pernah berani mendekati puncak bukit pada malam Jumat, karena mereka tahu bahwa sesuatu yang jahat bersemayam di sana.

Cerita ini dimulai dengan seorang antropolog bernama Sarah, yang memiliki ketertarikan yang mendalam pada legenda dan misteri. Dia telah mendengar cerita-cerita mengerikan tentang Puncak Bukit Setan sepanjang hidupnya, dan malam itu, ia memutuskan untuk melakukan ekspedisi untuk mencari kebenaran di balik semua itu.

Sarah tiba di desa kecil tersebut beberapa hari sebelum malam Jumat. Dia mengumpulkan informasi dari penduduk setempat dan mempersiapkan dirinya dengan baik, membawa peralatan penelitian, kamera, dan rekaman audio untuk merekam setiap detil pengalamannya. Ketika malam Jumat tiba, dia bersama dengan timnya yang beranggotakan tiga orang lainnya memulai perjalanan menuju puncak bukit yang misterius.

Saat mereka tiba di depan rumah yang konon angker sekaligus terkutuk di Puncak Bukit Setan, suasana terasa sangat aneh. Gerbang rumah itu terbuka dengan sendirinya ketika mereka mendekat, seolah-olah mereka diundang masuk oleh sesuatu yang tidak terlihat. Mereka memasuki rumah tua itu dengan hati-hati, dengan senter di tangan, dan kamera-kamera siap merekam setiap peristiwa.

Di dalam, rumah tua itu tampak seperti menjadi saksi bisu dari banyak peristiwa mengerikan. Dindingnya dipenuhi dengan catatan-catatan lama, simbol-simbol yang tidak dapat dikenali, dan gambar-gambar makhluk gaib yang mengerikan. Ruangan-ruangan dalam rumah itu terasa gelap dan angker, dan angin yang berdesir menggema dengan suara aneh.

Tim Sarah menjelajahi setiap sudut rumah itu, merekam setiap detail, dan mendokumentasikan setiap fenomena aneh yang mereka alami. Saat malam semakin larut, mereka mencapai kamar yang paling besar, yang dikenal sebagai “Kamar Terkutuk”. Di tengah kamar, terdapat cermin besar yang tampak sangat kuno. Sarah merasa ada kehadiran yang sangat kuat di dalam kamar itu.

mirror

Cermin kuno, pict by canva.com

Sarah mendekati cermin itu dengan hati-hati dan mengamati bayangan di dalamnya. Tiba-tiba, bayangan-bayangan mengerikan mulai muncul. Mereka bergema dengan suara menyeramkan, mencoba berkomunikasi dengan Sarah. Tapi bukannya menjawab, mereka hanya menggoda dan menciptakan sensasi takut yang melilit seluruh tubuhnya.

Kala tim Sarah mencoba untuk keluar dari kamar, pintu tertutup dengan sendirinya, mengurung mereka di dalam. Mereka panik, mencoba membuka pintu, tetapi pintu tersebut seakan-akan telah menyatu dengan dinding. Mereka terjebak dalam kamar gelap dengan bayangan-bayangan yang tak terlihat dan menakutkan.

Sarah dan timnya merasa semakin terpojok oleh kehadiran mengerikan yang mengelilingi mereka. Bayangan-bayangan itu semakin mendekat, mencoba meraih mereka. Mereka merasakan udara menjadi lebih dingin, dan suara-suara yang tak dapat dikenali menggema di telinga mereka. Sarah mencoba berbicara dengan bayangan-bayangan itu, tetapi mereka hanya menggoda dan menciptakan rasa takut yang tak tertahankan.

Beberapa jam berlalu, seolah-olah waktu berhenti di dalam kamar itu. Sarah dan timnya merasa semakin terganggu dan terhantui oleh bayangan-bayangan mengerikan itu. Mereka merasa kehilangan kendali atas pikiran mereka, seakan-akan sedang ditarik ke dalam dunia gaib yang gelap dan tak berujung.

Pada suatu saat, pintu kamar kembali terbuka dengan tiba-tiba, dan mereka dengan cepat melarikan diri dari rumah tua itu. Mereka tahu bahwa mereka telah mengalami sesuatu yang sangat mengerikan dan tak terkendali. Ketika mereka mencapai puncak bukit dan melihat matahari terbit, mereka merasa lega bahwa malam Jumat yang menakutkan telah berlalu.

Sarah dan timnya kembali ke desa dengan rekaman yang mereka ambil dari rumah tua itu. Mereka berusaha menganalisis bukti-bukti tersebut, tetapi semakin mereka mendekati kebenaran, semakin mereka merasa terganggu oleh bayangan-bayangan yang pernah mereka alami. Hingga kini, mereka merasa seperti sesuatu yang jahat telah merasuki mereka.

Mereka berusaha untuk memberi tahu penduduk desa tentang pengalaman mereka, tetapi tak seorang pun percaya pada mereka. Orang-orang setempat hanya melihat mereka sebagai orang-orang gila yang telah berani mendekati rumah angker di Puncak Bukit Setan. Penduduk desa tetap menjauhi puncak bukit pada malam Jumat, dan cerita tentang rumah tua yang terkutuk itu tetap menjadi misteri yang menakutkan bagi mereka.

Sarah beserta timnya, bagaimanapun juga tidak pernah bisa melupakan malam itu. Mereka merasa bahwa mereka telah mencicipi sesuatu yang tak terduga dan sangat mengerikan di dunia gaib. Malam Jumat selalu menjadi momok menakutkan yang menghantui mereka, dan cerita tentang Rumah Terkutuk di Puncak Bukit Setan tetap menjadi rahasia yang mereka bawa dalam hati, seolah-olah mereka telah mengintip ke dalam dunia yang gelap dan menakutkan yang tidak boleh mereka sentuh.

Hingga saat ini, Rumah Terkutuk di Puncak Bukit Setan tetap menjadi simbol ketakutan yang membekas di ingatan dan legenda itu akan terus berlanjut mengintai dalam kegelapan dan terus menanti korban-korban berikutnya.

rumah terkutuk

Rumah Terkutuk, pict by canva.com

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Hati-hati, kisah yang kamu baca mungkin benar, berwaspadalah! Dapatkan cerita misteri lainnya dari Majalah Sunday.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 105
Chat Now
Selamat Datang di Majalah Sunday, ada yang bisa kami bantu?