Majalah Sunday

Kenali Dry Humping, Dampak dan Pencegahannya

Penulis: Risa Swastika Jati – Universitas Indonesia

Sunners! Sudah tahu istilah dry humping atau petting, belum? Dry humping atau petting ini dapat menimbulkan penyakit menular seksual dan menyebabkan kehamilan, lho! Padahal aktivitas seksual ini tidak melibatkan penetrasi (berhubungan intim). Mau tahu alasannya? Simak informasi di bawah!

Apa itu Dry Humping?

Di kalangan remaja, istilah dry humping adalah aktivitas seksual dengan saling menggesek-gesekan tubuh dan alat vital di daerah rangsangan seksual untuk meningkatkan kenikmatan seksual tanpa melakukan penetrasi. Selama kamu menjauhkan air mani atau pra-ejakulasi dari vagina, hubungan seksual (meraba, menggosok, bercinta kering, dan lain-lain) memiliki risiko yang sangat rendah untuk terjadinya kehamilan.

Istilah lain, Petting

Petting dalam konteks hubungan seksual merujuk pada aktivitas fisik intim yang tidak melibatkan hubungan seksual penetratif. Hal ini termasuk tindakan seperti mencium, meraba, atau merangsang pasangan dengan tangan atau mulut. Petting sering dianggap sebagai cara untuk mengekspresikan kasih sayang dan meningkatkan kedekatan emosional tanpa melakukan hubungan seksual penuh.

Petting bisa terdiri atas berbagai tingkatan, mulai dari ciuman, pelukan, hingga sentuhan pada area tubuh yang lebih intim. Hal ini cara bagi pasangan untuk menjelajahi keintiman fisik dan emosional satu sama lain, sering kali digunakan sebagai bentuk foreplay atau alternatif dari hubungan seksual penetratif.

Apakah Dry Humping Dapat Menyebabkan Penyakit Menular Seksual (PMS)?

Karena dry humping melakukan kontak kulit dengan kulit maka ada kemungkinan untuk menularkan atau mendapat infeksi menular seksual (IMS), seperti herpes genital dan kutil kelamin. Apabila terjadi luka pada alat kelamin maka akan mengakibatkan penyakit menular seksual (PMS) yang dapat meningkatkan risiko penularan HIV. Hal ini menunjukkan bahwa praktik dry humping dapat menjadi faktor risiko potensial dalam penularan PMS atau HIV.

Mungkinkan Dry Humping Dapat Menimbulkan Kehamilan walaupun Masih Mengenakan Pakaian Dalam?

Perlu diingat jika ejakulasi yang lembab membasahi pakaian dalam yang tipis dan menempel erat pada vagina maka ada kemungkinan air mani dapat melewati kain tersebut. Hal ini dikarenakan sperma hanya memiliki satu tujuan dalam hidupnya yang singkat (3 sampai 5 hari) untuk menemukan sel telur dan membuahinya walaupun dry humping bukanlah kondisi yang ideal untuk pembuahan.

Dilansir dari kanal YouTube HAS Creative dalam Podcast Warung Kopi, dr. Boyke Dian Nugraha pernah mendapatkan klien siswi kelas 2 SMP yang tengah hamil. “Ketika diperiksa, selaput daranya belum robek karena melakukan petting dan terjadilah hamil. Alasan bisa hamil padahal masih perawan karena dalam vagina ada yang namanya selaput dara. Selaput dara itu berlubang karena tempat mengeluarkan darah haid dan sperma masuknya dari situ. Bisa masuk karena masa subur, sperma akan tertarik dengan lendir yang dikeluarkan oleh vagina pada saat masa subur. Masuklah sperma melalui lubang tempat keluar darah haid,” terang dr. Boyke.

Sunners, mari kita jaga kesehatan dan masa depan dengan menghindari dry humping. Walaupun terlihat aman, tindakan ini tetap bisa membawa risiko penyakit menular seksual dan kehamilan. Lindungi diri dan pasangan kalian dengan membuat pilihan yang bijak. Jaga kesehatan untuk bersama-sama ciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas!

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, tips belajar dan cerita cinta hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 29
Chat Now
Selamat Datang di Majalah Sunday, ada yang bisa kami bantu?