WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Mengenal Kepribadian Ganda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Hallo, Sunner! Apakah kamu pernah menonton film Split (2016) atau film Glass (2019)?

Kalau kamu pernah menontonnya mungkin kamu akan bertanya-tanya sebenarnya apa yang terjadi pada tokoh laki-laki yang menculik para gadis tersebut. Tokoh laki-laki dalam kedua film itu diperankan oleh orang yang sama sehingga merupakan sebuah cerita sekuel.

Mungkin masih banyak yang belum tahu kalau kondisi yang dialami oleh tokoh dalam film Split dan Glass itu adalah suatu penyakit serius yang memerlukan penangan medis secara berkala. Dalam dunia kedokteran kondisi tersebut dinamai sebagai gangguan identitas disosiatif atau DID (dissociative identity disorder) yang lebih dikenal sebagai seseorang yang memiliki kepribadian ganda. 

Kepribadian ganda adalah satu kondisi di mana seseorang memiliki dua atau lebih kepribadian yang bisa dijalankan dalam satu waktu. Kalau kita merujuk pada istilah psikologi pada seorang mengidap gangguan identitas, ketika pribadi lain mengambil alih kesadaran, hal itu disebut dengan alter ego

Nah, sunner. Ketika alter ego bekerja penderita akan berubah menjadi pribadi lain, dari mulai nama, usia, jenis kelamin, cara berbicara, cara berjalan, dan sifat akan berbeda. Penderita gangguan identitas ini biasanya akan kehilangan kesadaran ketika dirinya berubah menjadi pribadi lain. Seperti dalam film Split, tidak dipungkiri bahwa penderita bisa merasa kalau dirinya adalah seekor hewan dan bahkan bisa menyakiti diri sendiri. 

Penderita gangguan identitas ini akan mengalami amnesia atau tidak ingat pada peristiwa sebelumnya ketika ia berubah menjadi pribadi lain. Misalnya jika ia adalah seorang ahli mesin, namun alter ego mengambil alih menjadi seorang perusak, saat ditanya mengapa ia melakukannya mereka akan menjawab tidak tahu dan tidak ingat sama sekali. 

Lalu, apa sih sebenarnya yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan identitas seperti itu? 

Kepribadian ganda atau istilah kerennya DID (dissociative identity disorder) ini biasanya terjadi karena faktor trauma masa kecil, mengalami penganiayaan atau penyiksaan, serta mendapatkan pola asuh yang salah dari orang tua yang membuat anak takut. Melansir dari alodokter.com, gangguan identitas ini juga rentan bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga kepribadian ganda. 

Gangguan identitas ini biasanya terjadi pada anak-anak. Selama masa anak-anak identitas pribadi itu akan terbentuk. Nah, apabila lingkungan yang ditempati tidak aman, mengalami pelecehan fisik dan seksual maupun emosional yang berantakan dalam jangka panjang. Seorang anak akan belajar dari pengalaman trauma itu untuk membentuk suatu mekanisme pertahanan yang salah satunya adalah menciptakan identitas-identitas baru untuk bertahan hidup. 

Lalu, bagaimana cara mengobati seorang penderita kepribadian ganda?

Seseorang dengan kepribadian ganda dapat melakukan metode pengobatan berupa psikoterapi secara teratur. Hal itu bertujuan untuk menyatukan kembali seluruh kepribadian yang terpisah juga agar penderita dapat memahami apa yang dialaminya untuk bisa mengatasi dan mengendalikan jika ada kepribadian yang menyakiti diri sendiri atau orang lain. 

Penderita kepribadian ganda sering tidak menyadari kalau dirinya mengalami gangguan identitas. Maka apabila kamu sedang mengalami trauma atau sedang stres karena sesuatu ajaklah berbicara orang yang kamu percaya sebagai penanganan awal untuk mencegah adanya identitas baru dalam diri. 

Melani Wulandari – Universitas Negeri Jakarta 

Leave A Comment