WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Istiqomah: Apakah Sulit?

Halo, Sunners! Kamu pasti sudah sering mendengar istilah istiqomah, bukan? Sudah tahukah apa artinya? Atau selama ini hanya tahu saja tanpa mengenal arti sebenarnya? Memang bagaimana sih caranya? Yuk simak pembahasannya sampai habis, ya! 

Istikamah atau istiqamah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sikap penuh pendirian dan selalu konsisten. Istiqomah sendiri berasal dari Bahasa Arab yang artinya lurus.

Nah, kalau bahasa kerennya sih kamu harus konsisten dengan apa yang menjadi pilihanmu. Jangan sampai ketika kamu sudah memilih jalan A, beberapa minggu kemudian kamu malah berbelok ke jalan B.

Lho, memangnya kenapa kalau berbelok sebentar ke jalan B? Nanti kan bisa balik lagi ke jalan A. Pemikiran seperti ini yang harus kamu hindari. Memang itu hanyalah sebuah persoalan kecil yang mungkin saja tidak kamu sadari ketika melakukannya. Tapi ternyata sangat berbahaya. Inilah faktor terbesar mengapa usahamu untuk istiqomah selama ini selalu saja gagal.

Jika kamu sudah memilih jalan A, maka kamu harus berada di sana selamanya. Dengan catatan, jalan yang kamu pilih adalah jalan yang benar. Lantas, mengapa masih saja tergoda dengan jalan yang lain, padahal jelas-jelas itu adalah jalan yang akan menyesatkanmu kelak? Memang, sesuatu yang bukan milikmu akan terlihat sangat menggoda. Benar begitu?

Jadi, bagaimana caranya agar kamu bisa terus melangkah di jalan A? Sangat mudah untuk dikatakan, namun sangat sulit untuk dilakukan. Jangan terpaku pada kalimat itu. Tanamkanlah kalimat ini di dalam hatimu, “Mantapkan hatimu, dan lakukanlah.”

Kuncinya hanya ada di dalam dirimu. Yaitu hatimu. Jika hatimu sudah yakin dan mempercayainya, maka godaan di luar sana bagaikan air yang menetes di tengah teriknya panas matahari; hilang dengan cepat, tanpa jejak.

Jika kamu masih meragukan dirimu sendiri, minimalisir godaan yang datang. Evaluasi lingkunganmu. Terutama lingkup pertemananmu. Kalau temanmu memilih jalan yang berbeda denganmu, apakah kamu harus menjauhinya? Jawabannya adalah ya dan tidak. Ya, jika hatimu belum sepenuhnya yakin dengan pilihanmu. Tidak, jika hatimu sudah yakin dengan pilihanmu dan tidak akan tergoda untuk berputar arah.

Mudah, bukan? Sangat sederhana, ya? Sama seperti kamu mencintai seseorang. Jika hatimu telah memilihnya, maka godaan sebanyak apa pun akan kamu abaikan begitu saja. Bedanya, apa yang kamu lakukan saat ini adalah mencintai apa yang sudah hatimu yakini, yaitu penciptamu.

Tapi, ingat. Hidup memang punya banyak sekali rintangan. Dan menyimpan banyak sekali kejutan pada setiap rintangannya. Kamu suka kejutan, bukan? Maka kamu harus melalui rintangannya terlebih dahulu.

Anggap saja kamu sedang belajar. Belajar untuk menetapkan pilihan dalam dirimu, dalam hatimu. Belajar untuk bertanggung jawab atas pilihan yang sudah kamu ambil. Belajar untuk mengambil jalan yang benar.

Sebelum kamu menemukan jalan yang benar, tentu kamu akan banyak sekali menemukan jalan-jalan lain yang kamu anggap benar. Jangan pernah menyerah untuk mencari. Ketika kamu sudah menemukannya, dan kamu yakin itu adalah jalan yang selama ini kamu cari, maka pertahankan. Pada saat itulah konsistensimu mulai mengambil peran. Kerjasama antara hati dan pikiranmu sangat diperlukan.

 

Puja Sindia
Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta

Leave A Comment