WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Firdani Apriana dan Isfan Hiroshi Bagikan Rahasia Tentang Seluk Beluk Dunia Kerja di Corporate dan Start-Up

Dalam rangka merayakan ulang tahun yang pertama, LearnMore Online Class mengadakan rangkaian acara LearnMore 1st Anniversary: Learn More, Be More. Salah satunya adalah Open Discussion dengan tema “Corporate vs Start-Up: Which Suits You Best?” bersama dengan Firdani Apriana dan Isfan Hiroshi. 

 

LearnMore Online Class kembali melaksanakan kegiatan Open Discussion, yang kali ini mengangkat tema “Corporate vs Start-Up: Which Suits You Best?” dan diisi oleh dua narasumber yang kompeten di bidang masing-masing, yaitu Firdani Apriana, former HR Manager di Satu Persen, dan Isfan Hiroshi, Event, Household, Head Office Communication and Administration Staff di PT. Bank Syariah Indonesia. Open Discussion tersebut diadakan pada Jumat, 23 April 2021 pukul 16.00 hingga 17.00 WIB. 

Pada Open Discussion tersebut, Firdani dan Isfan memberikan banyak insight seputar pengalaman bekerja masing-masing dan perbedaan antara korporat dan Start-Up.

Firdani menyatakan bahwa perbedaan antara korporat dan Start-Up terletak pada lowongan kerja di korporat tidak sebanyak di Start-Up. Hal tersebut mendorongnya untuk mengejar karir di Start-Up terlebih dahulu. “Kenapa akhirnya memilih Start-Up itu pertama karena kesempatannya lebih banyak di Start-Up dan kedua karena mungkin untuk awal-awal early years setelah lulus kuliah coba di Start-Up biar bisa banyak belajar,” ucap Firdani. 

Meskipun lowongan di Start-Up lebih banyak, Isfan lebih memilih untuk bekerja di korporat karena beberapa alasan. Salah satunya adalah prosedur pendaftaran mempunyai struktur yang lebih jelas. “Kebanyakan kalau daftar di korporat bisa langsung di website dan tidak melalui email sehingga kita tahu bahwa Hiring Talent-nya itu jelas,” jelas Isfan. 

Budaya kerja, baik di Start-Up dan  korporat, dapat memunculkan stereotip  tertentu di benak masyarakat. Bagi Firdani, sebagian besar stereotip mengenai budaya kerja di Start-Up memang benar, seperti tidak adanya senioritas dan komunikasi terbuka. Firdani menekankan pada pentingnya terjalin komunikasi yang tegas antar sesama di lingkungan Start-Up. 

“Semua perusahaan pasti dianjurkan untuk bisa melakukan komunikasi yang baik. Artinya, komunikasi yang tegas. Jadi, kalau ada apa-apa, sebaiknya langsung disampaikan saja kepada pihak-pihak yang terkait. Jangan dipendam atau disebar ke luar,” tutur Firdani. 

Diversitas dalam lingkungan kerja perusahaan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Firdani dan Isfan percaya bahwa pengalaman organisasi dapat membantu mahasiswa dalam berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain dalam lingkungan kerja, baik di Start-Up maupun di korporat. “Kerja di korporat itu menarik karena strukturnya sudah jelas, seperti siapa atasannya, cara berkomunikasi dengan yang lebih tua bagaimana, dan cara berkomunikasi dengan yang lebih mudah gimana, sehingga ini mengajarkan kita tentang bagaimana cara leadership yang baik. Makanya, pengalaman organisasi akan berfungsi banget, baik di Start-Up maupun di Korporat,” ucap Isfan. 

Perbedaan lain antara korporat dan Start-Up terletak pada jenjang karir. Berbeda dengan di korporat yang mempunyai struktur jelas dengan berbagai syarat danassessment untuk setiap posisi, jenjang karir di Start-Up dapat berlangsung dengan sangat cepat. “Jenjang karir di Start-Up sangat terbuka untuk orang-orang yang mau belajar, orang-orang yang semangat bekerja, dan orang-orang yang mau bekerja lebih dari job desk karena dia tidak hanya peduli dengan pekerjaan dia, tetapi dia juga peduli dengan perusahaan. Tergantung juga dari performa dari kita masing-masing maupun dengan kebutuhan perusahaan juga,” jelas Firdani. 

Open Discussion pada hari itu ditutup dengan penyampaian kata-kata dari narasumber. “Saran saya adalah jangan terlalu idealis. Jangan terlalu milih mau Start-Up A, B, C, atau mau e-commerce atau mau unicorn. Start-Up kecil atau Start-Up besar tidak ada bedanya selama teman-teman dapat memberikan value terbaik dari teman-teman ke perusahaan tersebut. Begitu pun di korporat,” tutup Isfan. 

Leave A Comment