WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Dari Gigit Kuku Sampai Ngemut Bolpen – Inilah Kebiasaan yang Bikin ‘Nyandu Banget!

Banyak orang memiliki kebiasaan seperti memutar rambut atau menggigit kuku. Apa sih tujuan sebenarnya dari kebiasaan-kebiasaan tersebut? Menurut kalian, apakah perlu untuk mengubahnya?

Coba deh kamu pikirin salah satu keluarga kamu, atau salah satu teman di sekolah kamu, atau temen sekelas kamu. Biasanya kebiasaan apa saja yang menonjol? Misalnya nih, ada orang yang sukanya menggigit kuku-kuku, memutar-mutar rambut, mencabuti kulit, mengetuk jari-jari di atas meja, bermain dengan perhiasan, menggertak gigi, mengunyah ujung pulpen,  dan masih banyak lagi. Nah, kebiasaan kayak gini tuh umum dan orang itu bahkan mungkin tidak menyadari apa yang mereka lakukan. Biasanya kebiasaan muncul ketika memang kebiasaan itu sengaja ditunjukkan atau ketika seseorang menonton dirinya sendiri di dalam sebuah video. Nah dari situlah kita menjadi sadar akan kebiasaan yang seringkali kita lakukan berulang-ulang.

 

Nah, seperti yang kalian bisa liat nih Sunners. Mimin udah sebar beberapa pertanyaan tentang kebiasaan-kebiasaan ke temen-temen mimin, dan jawaban yang paling banyak muncul yaitu menggigit kuku dan menggigit bibir. Ya, kebiasaan seperti itu emang masih banyak kita temui di sekitar kita.

Mengapa kita melakukan kebiasaan yang biasa dilakukan?

Perawatan pribadi seperti mencabuti kulit kering, menghaluskan rambut atau merapikan kuku adalah kebiasaan sejumlah seseorang. Tetapi sering banget orang mulai melakukan hal-hal ini ketika tidak ada kebutuhan yang sebenarnya dan itu menjadi kebiasaan. Kadang-kadang itu membawa perasaan lega atau senang, apakah orang tersebut menyadari apa yang mereka lakukan atau tidak. Namun, kadang-kadang kebiasaan ini dapat terjadi lebih sering, apalagi kalau seseorang sedang stres atau cemas. Bagi sebagian orang, melakukan sesuatu pada fisik tubuhnya dapat membantu menyalurkan emosi, sehingga mereka menggerakkan jari-jari mereka atau meregangkan buku-buku jari mereka sampai berbunyi ‘klak-kluk’ ketika sedang bosan, bersemangat atau frustrasi misalnya. Orang lain percaya bahwa kebiasaan fisik atau sensorik membantu mereka untuk berkonsentrasi atau berpikir lebih kreatif. Dalam beberapa kasus, kebiasaan mungkin secara tidak sadar telah ditularkan dari keluarga atau teman.

Perlu ga sih berhenti dari sebuah kebiasaan?

Sebagian besar sebenarnya tidak perlu. Lagi pula, keanehan seseorang itu contoh lain dari keunikan individu. Gerakan itu hanya hal lain yang membuat kita menjadi diri kita sendiri. Mencoba mengubah kebiasaan alami tidaklah mudah dan bahkan dapat membuat kita merasa lebih tidak nyaman dan sadar diri daripada sebelumnya. Akan tetapi, ada beberapa keadaan ketika kita akhirnya memutuskan ingin mengurangi atau menghentikan suatu kebiasaan: 
  • Alasan kebersihan

Mungkin kamu sudah muak dengan kuku yang gak jelas bentuknya dan jari-jari yang sakit, atau kamu kepingin pinjemin pulpen kamu ke teman, tapi malu karena ujung-ujungnya banyak bekas gigitanmu. 
  • Untuk situasi tertentu

Gelisah yang berlebihan kadang-kadang dapat membuat orang terlihat gugup atau canggung yang mungkin  sebenernya hal itu bukan kesan yang ingin kalian berikan pas lagi acara penting atau ketika lagi berbicara di depan kelas. 
  • Dampaknya pada orang lain

Biasanya gak disaranin untuk mengubah perilaku atau kebiasaan kita hanya untuk menyenangkan orang lain, tetapi ada beberapa keadaan ketika kita mungkin perlu mempertimbangkannya. Misalnya, kalau kalian memainkan jari kalian keras-keras di meja ketika belajar, nah kebiasaan itu  mungkin menyebabkan teman sekelas kalian mengeluh karena berisik.
  • Kebiasaan yang berlebihan, menyusahkan atau berbahaya

Memutar-mutar rambut contoh kebiasaan yang tidak berbahaya. Tapi merasa terdorong untuk mencabut rambut, alis, atau bulu mata untuk meredakan ketegangan yang meningkat itu yang berbahaya. Contoh lainnya seperti menggaruk atau mencungkil kulit berulang-ulang hingga menyebabkan kerusakan kulit juga kebiasaan yang berbahaya. Dalam kasus ini, disarankan untuk berbicara dengan orangtua kalian dan menemui dokter. Kalian mungkin diberi terapi untuk bisa mengganti kebiasaan itu dengan sesuatu yang tidak berbahaya.

Gimana caranya mengubah kebiasaan?

  • Pertama, cari tahu dulu pemicu dari kebiasaan kalian dan sampai mana tingkat bahaya dari kebiasaan kalian. Kapan terakhir kali kamu melakukan kebiasaan ini? Lalu, kenapa sih kamu ingin berhenti? Apakah kamu memerlukan bantuan orang lain untuk bisa mengubah kebiasaan kamu?
  • Kedua, hilangkan penghalang yang menjadi kebiasaan buruk. Misalnya, kamu memiliki rambut yang panjang dan kamu cenderung memainkan rambut kamu sendiri. Nah, solusinya kamu bisa ikat rambut kamu supaya kamu gak terus memegang-megang rambut kamu saat belajar. 
  • Ketiga, coba deh kamu lakukan hal-hal lain yang lebih bermanfaat. Misalnya, kamu sering banget mengetuk jari jari kamu diatas meja, dan hal itu membuat teman sekelasmu tidak konsentrasi. Nah, gimana kalau kamu ganti jadi menggambar suatu gambar di buku tulis kamu? Sehingga, kamu tidak menjadi sumber keributan di kelas kamu deh. 
  • Keempat, coba kamu pegang sesuatu yang membuat kamu tidak gugup lagi kalau disuruh maju ke depan. Kalau kamu merasa gugup ketika berbicara di depan kelas dan kemudian mulai menggigit kuku atau menarik-narik rambut, cobalah memegang kartu atau pulpen untuk menghentikan kebiasaan menggigit-gigit kuku. 
  • Kelima, coba kamu merawat diri kamu sebaik mungkin. Misalnya yang tadinya kamu suka gigitin kuku di kelas, coba kalau kuku kamu sudah panjang kamu harus lebih sering memotong kuku kamu supaya kamu gak gigit-gigit kuku lagi di kelas.
  • Terakhir, bersikaplah baik dan tenang kepada diri sendiri. Memang butuh waktu untuk melakukan kebiasaan yang baik. Kalau kamu ngerasa sulit buat ngelakuin kebiasaan yang baik, hal itu wajar. Yang terpenting kamu selalu berusaha untuk memulai kebiasaan yang baik.  Semangat!
Oleh : Regina Apudan Kartini Sidebang, Universitas Kristen Indonesia

Leave A Comment