Majalah Sunday

Dampak Buruk Minta Maaf Secara Berlebihan, Kok Bisa?

Penulis: Aprilia Puspitaningrum – Universitas Negeri Jakarta
Editor: Fidya Damayanti – Universitas Negeri Jakarta

Tidak ada salahnya minta maaf terlebih dahulu kepada orang lain, terutama bila kalian memang mengatakan sesuatu yang menyakiti perasaan orang lain atau berbuat kesalahan. Namun, meminta maaf secara berlebihan itu ternyata punya pengaruh buruk baik mental maupun pikiran loh! Berikut pembahasannya!

Minta Maaf

Minta Maaf Secara Berlebihan Dapat Berdampak Buruk Pada Orang Lain, pict by canva.com

Dampak Buruk Kebanyakan Minta Maaf

Perilaku meminta maaf secara berlebihan semakin lama bisa menjadi suatu kebiasaan buruk loh Sunners! Memang minta maaf itu sebenarnya justru hal yang bagus untuk dilakukan semua orang, tapi melakukannya terus menerus apalagi tidak sepenuhnya bertanggung jawab atas suatu kesalahan, justru akan berdampak buruk kepada diri kalian sendiri. Selain itu, orang lain juga akan merasa risih karena perkataan minta maaf yang kalian ucapkan. Dikutip dari IDN TIMES, ini dia dampak buruk akibat minta maaf secara berlebihan pada diri kalian!

1. Mengurangnya Rasa Percaya Diri

Dari aspek psikologis, menolak untuk minta maaf ternyata lebih membawa dampak positif daripada meminta maaf secara berlebihan. Dalam sebuah jurnal penelitian The European Journal of Social Psychology dijelaskan bahwa orang yang terlibat dalam penelitian ini yang menolak mengucapkan permintaan maaf yang menunjukkan sifat diri yang lebih tegas, tingkat harga diri yang tinggi, dan kendali atas diri sendiri.

Oleh karena itu, meminta maaf secara berlebihan berdampak langsung terhadap turunnya rasa percaya diri kalian nih! Maka dari itu, cobalah mulai katakan tidak ketika minta maaf terutama buat kalian yang merasa terbebani oleh seseorang agar mengurangi kebiasaan tersebut.

2. Orang Lain Tidak Menghargai Kalian

Dimuat dalam Buku The Power of an Apology yang menjelaskan bahwa kebiasaan meminta maaf secara berlebihan ternyata sama halnya ketika memuji secara terus menerus. Dapat diartikan bahwa sikap meminta maaf terlalu sering menunjukkan diri yang peduli dan baik. Namun, sebaliknya bila seseorang yang mengirim maksud itu menampilkan kurangnya rasa percaya diri.

Anggapan lain akibat minta maaf berlebihan akan diperlakukan tidak baik oleh orang lain atau tidak dihargai karena adanya sifat yang tidak enakan dan kurangnya percaya diri.

3. Dianggap Sesuatu yang Mengganggu

Meminta maaf merupakan sifat yang baik, akan tetapi bila dikatakan berulang kali akan dianggap mengganggu di mata orang lain. Dalam sebuah jurnal Frontiers of Psychology ditemukan bahwa orang yang mengatakan maaf dalam hal menolak dengan sengaja dapat menyebabkan seseorang berpikir buruk karena harus memaafkan sebuah penolakan.

4. Hilangnya Arti Maaf Sesungguhnya

Permintaan maaf harus dilakukan secara tulus karena memiliki makna yang mendalam bagi seseorang. Namun, beberapa orang sering berkata maaf dalam keadaan apa pun. Ini mengakibatkan orang lain tidak paham maksud dari maaf kalian, sehingga mucul pertanyaan apakah benar-benar tulus atau hanya ucapan tanpa hati? Ketika kalian melakukan suatu kesalahan dan berkata maaf, arti maaf yang diucapkan tadi mungkin sudah hilang dan tidak bermakna lagi.

Tips Mengatasi Kebiasaan Minta Maaf

Ternyata meminta maaf secara berlebihan itu gak baik ya Sunners! Terus sekarang gimana caranya menghilangkan kebiasaan terlalu sering minta maaf ini? Nah, berikut beberapa solusi bagi kalian untuk mengurangi kebiasaan minta maaf secara berlebihan kepada orang lain, sehingga tidak berdampak buruk di dalam diri kalian maupun hubungan kalian ke orang lain.

1. Memahami Perasaan yang Dialami

Jika Sunners berniat mengurangi kebiasaan meminta maaf ini, kesadaran merupakan kunci dalam perubahan diri kalian.  Coba mulai pahami apa yang kalian rasakan dan pikirkan ketika melakukan perilaku itu, bisa jadi kalian memberikan sebuah tanda bahwa sedang merasa tertekan, gelisah, dan takut. Selain itu, kalian bisa berpikir apakah perilaku meminta maaf tersebut terlalu sering atau tidak. Hal ini akan membantu Sunners cermat dalam membaca situasi sebelum meminta maaf.

2. Perlukah Meminta Maaf?

Sunners perlu tahu, apakah kalian sebaiknya meminta maaf atau tidak. Coba pikirkan terlebih dahulu, kalian melakukan sebuah kesalahan atau tidak dan apakah kalian bertanggung jawab atas kesalahan itu atau tidak? Jika kalian memang melakukan kesalahan, tidak apa bila meminta maaf terlebih dahulu. Namun, bila ternyata kalian tidak melakukan sebuah kesalahan tapi tetap mengucapkan minta maaf, coba ceritakan kepada teman terdekat mengenai masalah yang kalian rasakan dan mintalah bantuan untuk mengingatkan kalian untuk berhenti banyak berkata maaf.

3. Yuk Ubah Kata Maaf!

Langkah selanjutnya yaitu ubah kata maaf dengan kata lain yang bermakna tulus atau peduli. Misalnya, ketika kalian sering menceritakan masalah kepada teman dekat dan merasa mengganggu waktu dia, coba ganti kata “Maaf ya, kalo aku ganggu waktu kamu terus karena selalu dengerin cerita aku” dengan mengatakan “Terima kasih ya, kamu udah sabar dan gak bosan dengerin cerita aku”. Ada banyak cara untuk mengatasi kebiasaan ini dan kalian harus membiasakan diri untuk mengurangi kata minta maaf untuk suatu hal yang bukan menjadi kesalahan kalian.

Minta Maaf

Mari Ubah Kebiasaan Minta Maaf Secara Berlebihan, pict by canva.com

Dampak buruk dari meminta maaf secara berlebihan bukan hanya mempengaruhi diri sendiri, akan tetapi hubungan kita kepada orang lain. Semoga dengan adanya penjelasan tersebut, dapat membantu Sunners berhenti dari kebiasaan meminta maaf secara berlebihan ya! Coba gunakan kata maaf sesuai dengan keperluan, supaya kalian gak dianggap rendah atau mudah disepelekan oleh orang lain!

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, tips belajar dan cerita cinta hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 1,081
Chat Now
Selamat Datang di Majalah Sunday, ada yang bisa kami bantu?