WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Kontrasepsi Laki-Laki: Yang Perlu Kamu Tahu

Setelah membahas tentang alat kontrasepsi wanita, kamu tahu ga sih, Sunners, kalau laki-laki juga memiliki alat kontrasepsi? Nah masih sehubungan dengan peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia tanggal 26 September, kali ini Sunday akan bahas apa saja yang kamu harus tahu tentang alat kontrasepsi laki-laki!

Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kamu untuk tahu alasan kenapa penggunaan alat kontrasepsi begitu penting nih, Sunners. Seperti fungsinya, alat kontrasepsi berguna untuk mencegah kehamilan bagi pasangan yang berhubungan seksual. Dengan begitu, penggunaan alat kontrasepsi dapat menjadi solusi untuk mengatur jarak kelahiran sehingga meminimalisir terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan. 

Kenapa mencegah kehamilan yang tidak diinginkan itu penting? Karena banyak dari kasus kehamilan yang tidak diinginkan berujung pada aborsi. Hal ini bisa mengancam kesehatan ibu dan janinnya. Tidak hanya kesehatan fisik, tetapi kesehatan mental juga bisa terganggu karena ketidaksiapan untuk menanggung beban sebagai orang tua.

Selain itu, penggunaan kontrasepsi ketika berhubungan seksual juga berfungsi memberikan pasangan untuk mempersiapkan diri dalam merencanakan tumbuh kembang anak. Anak akan dapat memperoleh kasih sayang dan perhatian yang lebih banyak dari kedua orang tuanya. Ibu dapat memaksimalkan pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif bagi bayinya. Hal ini tentunya akan berbeda jika dibandingkan dengan keluarga yang memiliki banyak anak.

Dengan menjarangkan kehamilan. Penggunaan alat kontrasepsi juga bisa berfungsi untuk meminimalkan risiko kematian ibu dan janin karena jarak kehamilan yang terlalu dekat. Selain itu, adanya jarak antara kehamilan juga berguna untuk meningkatkan kualitas perekonomian keluarga.

Lebih luas lagi, alat kontrasepsi memiliki segudang manfaat lain yang berhubungan dengan kesehatan salah satu contohnya adalah penggunaan alat kontrasepsi dapat meminimalisir kemungkinan terkena penyakit menular seksual. Nah, sekarang kamu sudah tahu kan kegunaan alat kontrasepsi? Kalau begitu, Sunday akan jabarkan informasi mengenai alat kontrasepsi untuk laki-laki. Berikut penjelasannya:

  • Kondom

Kondom merupakan alat kontrasepsi pria yang paling umum digunakan. Selain karena mudah dibeli di pasaran, kondom juga memiliki harga yang murah ketimbang alat kontrasepsi lain.

Alat kontrasepsi yang umumnya terbuat dari lateks ini cukup mudah digunakan. Yaitu dengan cara menyelubungi kondom ke alat kelamin hingga menutupi seluruh permukaan penis.

  • Pil Kontrasepsi atau Pil KB untuk Pria
Selain untuk perempuan, ternyata pil KB juga ada yang untuk laki-laki loh, Sunners! Cara kerja pil kontrasepsi ini adalah pil akan melepaskan senyawa peptida yang berfungsi untuk menghentikan pergerakan sperma sebelum mencapai sel telur. Meskipun begitu, efek dari pil kontrasepsi ini tidak bersifat permanen. Jika sudah tidak dikonsumsi maka otomatis sperma akan kembali subur.

Pil kontrasepsi untuk pria ini harus dikonsumsi sebelum menjalani hubungan seksual. Berbeda dengan pil KB wanita yang memiliki efek samping mempengaruhi siklus menstruasi, pil KB pria tidak berefek samping.

  • Vasektomi

Vasektomi adalah prosedur mengikat saluran sperma pada organ reproduksi pria. Tujuan dari prosedur ini adalah untuk menghindari pelepasan sperma ketika sedang ejakulasi.

Proses pembedahan ini harus dilakukan oleh dokter ahli urologi. Selain itu, vasektomi ini bersifat permanen oleh karena itu pasien harus melakukan konsultasi dahulu ke dokter. Karena hasilnya permanen, maka ketika berejakulasi setelah melakukan vasektomi maka tidak akan ada sperma di dalam air mani pria tersebut.

Meskipun begitu, efek dari kontrasepsi ini baru muncul kurang lebih 3 bulan setelah menjalani operasi vasektomi. Selama itu, ketika ingin melakukan hubungan seksual harus tetap menggunakan kondom sampai sperma dinyatakan bersih dari air mani.

Itu dia Sunners beberapa jenis kontrasepsi untuk pria. Apapun jenisnya, penggunaan alat kontrasepsi harus tetap dikonsultasikan ke dokter sebelum pemakaian.

 

Oleh: Amalia Mumtaz Nabila, Universitas Negeri Jakarta.

Leave A Comment