WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Cara Menangani Puting Terbenam (Inverted Nipple)

Pada umumnya remaja perempuan akan mengalami pubertas pada usia 8 hingga 13 tahun dengan terjadinya perubahan seperti perubahan bentuk tubuh, perubahan suara, mengalami menstruasi dan lain-lain. Perubahan yang paling terlihat yaitu payudara. Tidak semua remaja memiliki pertumbuhan yang sama, ada yang cepat ada pula yang lambat. 

Pertumbuhan payudara tentu dibarengi dengan pertumbuhan puting. Puting memiliki bentuk yang berbeda-beda. Salah satunya puting terbenam yang biasa disebut inverted nipple. Aku tidak akan membahas lagi pengertian inverted nipple karena sudah ada di pembahasan sebelumnya. Kondisi tersebut kerap dialami oleh beberapa remaja dan wajar.

 

Inverted nipple memiliki 3 kategori, yaitu 

Grade 1 : puting dapat ditarik keluar dan dapat mempertahankan posisinya

Grade 2 : puting dapat ditarik keluar, tetapi segera kembali pada posisi terbenam

Grade 3 : puting sulit ditarik secara manual

 

Kondisi Inverted nipple terjadi oleh beberapa sebab.

  • Kondisi sejak lahir
  • Pengaruh hormonal
  • Luka atau lecet pada payudara

Jika inverted nipple disertai dengan gejala 

  • Terdapat benjolan di payudara atau sekitar ketiak
  • Payudara memiliki penampakan seperti kulit jeruk
  • Terdapat cairan keluar dari puting susu
  • Terdapat rasa sakit pada sekitar payudara

Segeralah konsultasikan dengan dokter agar dapat ditangani lebih lanjut.

Beberapa kasus yang sering terjadi di mana seorang ibu sulit untuk menyusui anaknya karena putingnya terbenam. Ada beberapa cara untuk mengatasi hal tersebut.

  • Memijat puting
  • Menggunakan pompa asi
  • Menggunakan pelindung payudara
  • Menyusukan langsung pada bayi
  • Memakai ukuran BH yang sesuai

Dikutip dari popmama.com terdapat cara medis agar puting kembali seperti semula yaitu dengan operasi. Jika ingin melakukan operasi terdapat dua metode yang bisa dipilih yaitu membiarkan saluran susu utuh atau tidak menyisakan saluran susu secara utuh.

Operasi yang akan dilakukan dengan melakukan pembentukan ulang puting dan daerah aerola agar dapat keluar dari lipatan kulit. Sensitivitas puting juga diperbaiki dalam operasi ini.

Para orang tua dan remaja harus berhati-hati apakah hal tersebut dapat membahayakan atau tidak. Orang tua dapat memperhatikan masa pubertas anak. 

Hanifah Nur – PoliMedia Jakarta

Sumber :

theasianparent.com

Popmama.com

Alodokter.com

Leave A Comment