WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Then vs Now: Derita Anak Sekolahan Dulu dan Sekarang

Halo, Sunners.

Masa-masa sekolah adalah masa yang nggak bisa dilupain. Betul nggak, nih? Bukan cuma karena hal-hal indahnya, tapi juga hal-hal yang kurang enaknya. Hal yang nggak enak ini, dari dulu sampai sekarang, nggak beda jauh, lho. Keduanya dibedain dari perkembangan teknologinya aja. Ah, bikin nostalgia aja. Nah, kalian pasti penasaran, dong, apa aja perbedaan derita pelajar jaman dulu dan sekarang.

 

Persiapan mulai materi

(Foto/Pexels)

Bagi kalian yang mengalami masa-masa papan tulis dan kapur, pasti sering, nih, ditanyain guru tentang kapurnya ada di mana atau ukuran kapur yang udah superkecil. Ujung-ujungnya kalian harus minta lagi ke bagian tata usaha. Kalau jaman sekarang, sih, sebagian besar sekolah udah nggak ada yang pakai kapur. Masalah kapur pun diganti sama masalah Windows-nya updates. Nggak kebayang kalau mau presentasi atau sidang skripsi. Bikin panik.

 

Bingung mau nulis materi di mana?

(Foto/Pexels)

Nggak enaknya sekolah di jaman dulu adalah kalau nulis materi itu di kertas—dan biasanya sampai berlembar-lembar. Selain bikin tangan pegal, buku dan pulpen jadi cepat habis, ya. Ditambah lagi, terkadang gurunya mendikte materinya terlalu cepat. Hasilnya? Tulisan cakar ayam. Eits, tapi nggak beda jauh sama keadaan sekarang ini. Bukan masalah kertas dan pulpen, tapi masalah Microsoft Word yang nggak bisa dibaca. Boro-boro dibaca, dibuka aja nggak bisa.

 

Sumber materinya

(Foto/Pexels)

Buku yang bolong-bolong karena ulah rayap kayaknya udah biasa buat kalian yang jaman sekolahnya belum ada buku elektronik (e-book). Selain jenis buku yang kertasnya bolong-bolong, masalah sampul yang robek dan lem yang kering juga udah jadi pemandangan biasa. Di jaman sekarang, bukan buku bolong ditemuin, tapi virus di mana-mana. E-book yang biasanya disebarin lewat grup online atau malah unduh sendiri, bisa jadi ada virus di dalamnya, lho. Wah, harus siap sedia antivirus, ya, di komputer dan ponsel kalian.

 

Deadline ngumpulin tugas

(Foto/Pexels)

Biasanya, berapa lama, sih, deadline untuk ngerjain tugas? Satu hari? Satu minggu? Kalau ngelewatin deadline, siap-siap tugas tambahan menanti kalian, nih. Hm, kayaknya bikin PR banget, ya. Tapi, nih, di jaman sekarang kalau kalian ngumpulin tugasnya lewat e-mail dan masih lewat deadline, pasti alasannya cuma satu. Yup, nggak ada sinyal. Meskipun, nih, udah pasti nilai kalian berkurang.

 

Kalau bingung, tanya siapa, nih?

(Foto/Pexels)

Mau bertanya sesat di jalan. Kayanya, peribahasa di atas cocok banget deh buat kalian pelajar jaman dulu sekaligus sekarang. Kalau di jaman dulu, pas bingung tinggal unjuk tangan terus tanya ke guru. Beliau pasti akan jelasin dengan baik dan betul. Tapi, kalau jaman sekarang, kalau bingung ya tinggal klik Google aja. Semua hal ada di Google, tapi nggak semua betul. Harus tetap tanya ke guru, nih.

 

Kerja kelompok “bareng”, yuk

(Foto/Pexels)

Jaman dulu, kalau ada tugas kelompok, pasti dikerjainnya di rumah salah satu temen atau di perpustakaan. Bisa silaturahim sekaligus ngemil-ngemil, dong. Nah, kalau sekarang, sih, kebanyakannya ngerjain tugas kelompok lewat grup chat. Meskipun sama-sama tugas kelompok, sensasi proses ngerjainnya beda, ya. Kalian lebih suka yang mana?

 

Buat pelajar, setiap jamannya emang punya kesenangan sekaligus deritanya masing-masing. Ada atau belum adanya teknologi, pasti ada deritanya tersendiri. Nah, kalau kalian lebih mending yang mana? Pas belum ada teknologi atau pas udah ada teknologi?

Leave A Comment