WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Serba-Serbi Perayaan Tahun Baru Islam di Indonesia

Tahun Baru Islam diperingati setiap tanggal 1 Muharram oleh umat Muslim, beda hal dengan orang seluruh dunia yang merayakan tahun baru berdasarkan dengan penanggalan Masehi. Tahun Baru Islam juga tidak hanya dirayakan oleh ulama-ulama saja tapi seluruh masyarakat yang melibatkan orang dewasa, anak-anak, perempuan maupun laki-laki.

Tahun Baru Islam adalah pergantian tahun yang memakai metode penanggalan bulan atau yang biasa disebut Qomariyah. Dan sudah ada sejak Nabi Muhammad Saw hijrah dari Mekah menuju ke Madinah. Tahun Baru Masehi atau pergantian hari yang biasanya terjadi pada jam 00:01, berbeda dengan Tahun Baru Islam yang dimulai saat matahari mulai terbenam atau munculnya bulan.
Tradisi di masing-masing daerah memiliki serba-serbi atau menyambut Tahun Baru Islam dengan berbagai macam perayaan.

Apa aja si perayaan Tahun Baru Islam, yuk mari disimak Sunners ^^
1. Pawai Obor

Sudah tidak asing lagi ketika menyambut Tahun Baru Islam dengan pawai obor ketika memasuki tanggal 1 Muharram, pawai obor biasanya memiliki ciri khas rombongan masing-masing. Panitia dari pelaksana acara akan menentukan tempat yang akan dituju dan akan berhenti di masjid lain, pawai obor tidak hanya membawa obor biasanya anak-anak atau orang dewasa akan menabuh bedug atau mereka membawa alat-alat marawis. Sunners filosofi dari pawai ini adalah untuk meninggalkan kegelapan menuju cahaya ^^ atau meninggalkan sifat-sifat buruk yang ada di dalam diri manusia.

2. Kungkum

Mungkin istilah Kungkum terdengar asing bagi kalian tapi di Jawa Tengah istilah ini adalah sebuah tradisi saat menyambut Tahun Baru Islam. Tradisi kungkum saat memperingati malam 1 Suro (tanggalan Jawa) yaitu dengan berendam di sungai saat pergantian Tahun Baru Islam. Berendam atau mandi malam saat malam 1 Suro dipercayai akan menghilangkan kesialan dan berbagai macam penyakit dan berserah diri kepada Tuhan agar selalu diberikan rezeki yang lancar, panjang umur. Mungkin saja ada yang mau mencari jodoh ^^

3. Kirab Kebo Bule

Tradisi ini juga tradisi khusus saat malam 1 Suro yang disebut Kirab Kebo Bule. Kebo bule akan diarak keliling kampung dan masyarakat jawa meyakini kalau kebo bule adalah Kyai Slamet. Kirab akan akan diikuti oleh kerabat keraton yang membawa benda pusaka, uniknya tradisi ini warga akan beramai-ramai akan memperebutkan kotoran tersebut yang dipercaya membawa keberkahan.

4. Mubeng Benteng

Tradisi ini merupakan simbol dari introspeksi diri orang Jawa pada saat malam 1 Suro tradisi ini dirayakan di Yogyakarta. Biasanya abdi dalem (orang yang bekerja di keraton) akan mengelilingi keraton dan diikuti oleh warga sekitar. Selama mengelilingi keraton mereka harus melakukan tapa bisu (tidak boleh berbicara, atau bersuara), juga tidak boleh makan, minum atau merokok.

5. Barik’an

Di tradisi Barik’an, masyarakat diminta untuk membawa lauk-pauk dari rumah dan setelah itu didoakan bersama, makanan yang sudah didoakan akan dimakan bersama-sama. Bertukar lauk-pauk sudah wajib dalam menyambut Tahun Baru Islam. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh masyarakat Pati, Jawa Tengah.

6. Kegiatan Laku Prihatin

Laku prihatin adalah kegiatan untuk tidak tidur semalam atau selama 24 jam. Kegiatan ini biasanya diisi dengan acara kenduri (selametan) massal, yang mengadakan pertunjukkan Wayang Kulit untuk setiap tanggal tujuh Suro. Tradisi ini sudah menjadi kewajiban masyarakat Brangkal, Klaten, Jawa Tengah, jika masyarakat tidak melaksanakan kegiatan Laku Prihatin maka masyarakat desa akan mendapatkan musibah bencana karena tidak menjalankan kewajiban terhadap Tuhan.

Mungkin memang perayaan kali ini berbeda dari tahun sebelumnya, apa pun perayaannya yang dilakukan asal kita niat mau membersihkan diri kita dan mengintropeksi diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Selamat Tahun Baru Islam ya Sunners ^^

Penulis : Syifa Lisniawati, Universitas Kristen Indonesia

Leave A Comment