Majalah Sunday

Self-Pleasure: Masturbasi, Seks Pranikah, atau “Jajan”?

Penulis: Jennifer Lauren, Silvia Alverina, Noviyanti Setia Putri – Universitas Tarumanagara
Editor 1: Syahfira – Polimedia
Editor 2: Pelangi Adelia Primadiani – Universitas Kristen Indonesia

Sunners, kalian tau ga sih, ada berbagai cara meraih self-pleasure atau kepuasan seksual terhadap diri sendiri yang ada di masyarakat? Seperti masturbasi, seks pranikah, bahkan “jajan” di akun open BO. Yuk simak fenomena ini lebih lanjut!

Self-pleasure

Gimana sih cara meraih self-pleasure?, pict by canva.com

Masturbasi atau onani merupakan salah satu cara paling umum dilakukan untuk meraih kepuasaan seksual dalam diri manusia. Secara medis, ini juga adalah salah satu cara yang alami dan teraman untuk mengeksplorasi tubuh kita sendiri dan melepaskan ketegangan seksual. Menurut seksolog Dr. Boyke Dian Nugraha, ada yang harus diwaspadai dalam melakukan masturbasi atau onani, yaitu jangan berlebihan bahkan sampai kecanduan. Menurut beliau, ada risiko kecanduan jika dilakukan lebih dari 3 hari sekali atau 2 kali seminggu. Selain itu jangan lupa tetap menjaga kebersihan sebelum melakukan mastrubasi atau onani seperti mencuci tangan. Apa efek yang terjadi pada tubuh saat melakukan masturbasi atau onani?

  • Meringankan stres dan mencegah depresi
  • Kualitas tidur menjadi lebih baik
  • Perasaan santai dan rileks, sehingga suasana hati menjadi lebih baik
  • Meningkatkan kekebalan tubuh

Selanjutnya ada yang namanya seks pranikah. Nah, seks pranikah itu apa sih? Seks pranikah merupakan kegiatan hubungan seksual yang dilakukan tanpa adanya ikatan pernikahan. Bagi sebagian orang dari budaya tertentu, seks pranikah adalah hal yang wajar-wajar saja terjadi; tetapi ada juga yang menganggap hal itu tidak benar. Dr. Boyke menuturkan, tidak boleh ada “test drive” atau melakukan hubungan seksual sebelum menikah karena itu merupakan sesuatu yang tidak benar. Hubungan seksual dalam bentuk apapun hanya boleh dilakukan ketika sudah ada ikatan pernikahan. Sebabnya, ada beberapa dampak negatif dari melakukan seks pranikah:

  • Risiko terjadinya kehamilan di usia muda.
    Kehamilan di usia muda dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti, kesehatan janin maupun psikologis seorang ibu.
  • Risiko tertular penyakit kelamin seperti HIV.
    HIV dapat terjadi karena melakukan hubungan intim dengan lebih dari satu orang. Kita tidak tahu apakah pasangan kita memiliki penyakit kelamin atau tidak, maka lebih baik berhati-hati.
  • Dapat menimbulkan dampak emosional seperti depresi.
    Perasaan yang berlebih seperti cemas, stres, merasa bersalah yang diakibatkan oleh melakukan seks pranikah dapat menyebabkan depresi.

Berikutnya ada “jajan”. Sunners tau ga sih “jajan” disini maksudnya apa? Sebutan “jajan” disini merupakan melakukan seks dengan imbalan atau biasa disebut prostitusi. Jika tidak hati-hati saat menjelajah sosmed, sangat mudah kita temukan akun-akun yang menawarkan jasa open BO, CS, maupun VCS. Mungkin ini dapat dikatakan cara yang instan atau mudah untuk memenuhi kepuasan seksual, apalagi jika kamu memang ada uang berlebih untuk membayar demi layanan semacam itu. Tapi, harus diingat bahwa “jajan” itu bukan hal yang tepat dan benar ya Sunners! Apa aja sih risikonya? Yuk, kita simak!

Terkena HIV

HIV adalah virus yang penyebarannya melalui cairan tubuh. Virus ini sering disebabkan oleh seks bebas, misalnya ketika berhubungan dengan PSK saat “jajan”, kamu ga tau kan dia sudah berhubungan sama siapa aja atau memiliki penyakit kelamin atau tidak? Nah, kalau virus ini sudah berkembang menjadi parah maka akan berubah menjadi AIDS.

Human Papillomavirus (HPV)

Virus ini merupakan salah satu virus yang menular lewat hubungan seksual. Kadang-kadang virus ini tidak menunjukkan tanda-tanda. Tapi ada beberapa tanda yang bisa kamu perhatikan seperti rasa gatal di area genital, pendarahan saat berhubungan seks, terdapat beberapa kutil yang menyebar dengan jarak berhimpitan menyerupai bunga.

Ketagihan Seks

Kalau pelaku “jajan” sudah ketagihan maka saat tidak melakukannya akan membuat pelaku frustasi loh Sunners!

Mengutip hellosehat.com, studi mengatakan bahwa keterusan mencari dan “menggunakan” PSK, akan menimbulkan kerusakan emosi (emotional damage) sehingga perlu terapi khusus untuk mengatasinya.

Dari pemaparan di atas, semoga Sunners bisa mengambil keputusan yang paling bijak untuk masa depanmu ya!

*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, tips belajar dan cerita cinta hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 997
Chat Now
Selamat Datang di Majalah Sunday, ada yang bisa kami bantu?