WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Pengalaman Kuliah & Berkarir dalam Bidang Public Health di Skotlandia

Hi Sunners, di masa pandemi ini pasti kita kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, bukan? Namun dengan munculnya vaksin kita jadi bisa bebas beraktivitas seperti biasanya. Tapi kamu penasaran gak sih, siapa yang meneliti berbagai macam penyakit dan memberikan solusinya untuk masyarakat?

Nah di kesempatan kali ini kita mewawancarai salah satu pemudi Indonesia yang mengambil kuliah S2 Public Health di Skotlandia, yaitu Kak Rahel Amanda Konoralma. Ia sekarang bekerja di salah satu laboratorium PCR terbesar untuk Covid-19 testing di Glasgow, The Lighthouse Laboratory.

 

Apa sih Public Health itu?

Public Health atau Kesehatan Masyarakat adalah program pendidikan tingkat lanjut tentang pencegahan penyakit, promosi kesehatan, dan meningkatkan kualitas hidup. Sama seperti mengambil mata kuliah pada umumnya yang kita lakukan ada tugas kelompok, individu dan skripsi yang nantinya kita dapat membuat program-program kesehatan dari tingkat lokal sampai nasional, serta memberikan penyuluhan tentang hidup bersih dan sehat dan melakukan strategi untuk menangani wabah dan mencari sumber penyakit tersebut.

Public Health mencakup Ilmu Statistik, Epidemiologi (ilmu tentang penyebaran penyakit), Promosi Kesehatan, Metodologi Riset, Ekonomi Kesehatan, Ilmu Gizi, dan Ilmu Data. Ketika lulus nanti kita dapat bekerja sesuai ilmu yang kita tekuni, kita bisa bekerja di puskesmas, rumah sakit hingga Kementerian Kesehatan, atau kita juga bisa menjadi dosen maupun mendirikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

 

Nah Sunners setelah melihat penjelasan di atas pasti makin penasaran dong  tentang program Public Health ini, seperti apa sih? Dan apa juga ya kegiatan yang dilakukan Kak Amanda kini, sebagai alumni? 

 

Eits tapi sebelum itu, kira-kira apa sih yang membuat Kak Amanda mengambil Public Health? “Alasannya karena menurut aku Public Health itu merupakan ilmu kedokteran yang paling dasar untuk mencapai Kesehatan yang prima. Sayangnya di negara Indonesia, Public Health diberlakukan seperti ‘anak tiri’ yang dikesampingkan sehingga masih banyak masalah kesehatan yang muncul di Indonesia, selain itu aku juga menikmati interaksi dengan masyarakat untuk meningkatkan kesehatan mereka.” 

 

Apa saja sih persiapan yang dibutuhkan sebelum Kak Amanda melakukan penelitian?

“Utamanya adalah persiapan akademik yaitu memilih topik, mencari supervisor yang available, menentukan metode penelitian, mengajukan surat proposal dan surat izin etnis, serta mengumpulkan data.” 

Walaupun begitu kita jangan sampai lupa dengan kesehatan diri sendiri, dengan membagi waktu dan jangan belajar 24/7 karena kita juga harus istirahat serta jangan lupa berdoa kepada tuhan dan membaca kitab suci yang dapat menenangkan pikiran dan memotivasi kita.  

Bagaimanakah Proses dari Melakukan Sebuah Penelitian?

Setelah persiapan tersebut, kira-kira topik penelitian apa ya yang diambil Kak Amanda dan bagaimana sih prosesnya? Yuk kita simak penjelasannya.

“Penelitian yang aku ambil adalah kesadaran kesehatan payudara wanita kulit hitam di Inggris, awalnya aku memilih topik ini karena tidak dapat mengambil topik yang aku inginkan, namun lama-kelamaan aku semakin menikmati dan menyukai topik ini karena payudara bagi wanita itu adalah hal yang sangat personal dan berharga. Aku juga termotivasi karena ibuku dulu terkena penyakit kanker payudara dan betapa menyakitkannya beliau melawan penyakit ini, oleh karena itulah aku semakin termotivasi untuk mendalami topik ini.”

“Karena aku sudah mendapatkan supervisor sekitar 4 bulan sebelum melakukan penelitian, yang pertama aku lakukan adalah berkonsultasi dengan supervisorku mengenai topik dan metode apa yang cocok untuk diteliti di masa pandemi ini. Supervisorku hanya mengarahkan saja untuk mencari sampel yang sudah diteliti oleh peneliti lain, sisanya aku sendiri yang memikirkan topik yang akan aku tulis. Selanjutnya adalah proses izin, di sini aku harus berkorenspondesi dengan peneliti senior yang sudah terlebih dahulu melakukan riset tentang Breast Cancer Awareness, sambil menunggu jawaban dari peneliti ini, aku menyusun proposal dan kerangka disertasiku. Setelah mendapatkan izin dan datanya segera aku supaya aku bisa mengambil atau melihat aspek lain dari topik yang sudah diteliti.”

 

“Kemudian aku mencari artikel, penelitian, buku, kebijakan, dan kampanye yang berkaitan dengan topik yang nantinya berguna untuk tinjauan pustaka. Setelah mengumpulkan dan membaca-baca sumber materi barulah aku menulis. Proses pengerjaan disertasi ini dilakukan dengan aku membaca, membuat kerangka berpikir, menganalisa, menulis, berkonsultasi, dan memperbaiki tulisan dan itu dilakukan secara berulang-ulang dan harus di cek plagiarisme nya barulah aku mengumpulkan disertasiku.”

 

Wah setelah membaca penjelasanya, ternyata melakukan penelitian tidak semudah yang kita pikirkan yaa, kira-kira Kak Amanda pernah mengalami kesulitan-kesulitan apa saja sih selama melakukan penelitian ini?

“Kesulitan yang aku hadapi ada yang dari luar (eksternal) dan dari dalam (internal); kesulitan dari luar ialah berkaitan pandemi karena wawancara secara tatap muka tidak diperbolehkan, aku harus mengganti topik penelitian yang lebih efisien dan memulainya lagi dari awal dengan waktu yang terbatas membuat aku mengalami depresi ringan tapi bersyukur bisa diatasi.”

 

“Jika dari diri sendiri ialah berkaitan dengan skill; banyak software baru yang dipelajari dalam waktu singkat padahal data yang harus dimasukkan banyak dan itu bikin stres. Kesulitan bahasa juga terkadang jadi masalah karena bingung memilih kata yang tepat. Belum lagi manajemen waktu yang buruk dan kurangnya motivasi, tapi balik lagi ini semua akhirnya bisa kuatasi. Dan pada akhirnya penelitianku selesai, walaupun tidak sempurna tapi aku puas dengan hasil kerja keras ku sendiri.”

 

Setelah membaca perjuangan Kak Amanda dalam melakukan penelitiannya untuk para wanita dalam pentingnya kesadaran kesehatan payudara, Kak Amanda juga akan berbagi ceritanya selama di Skotlandia loh.

 

“Selama tinggal di Skotlandia aku menyukai pemandangannya, mulai dari landscape pegunungan, danaunya hingga gedung-gedung yang antik nan megah. Walaupun cuacanya dingin namun orang Skotlandia sangat hangat dan ramah. Aku juga terkesan dengan tokoh bersejarah Skotlandia dan cerita rakyatnya tentang Danau Ness (Loch Ness), di mana bersemayam seekor monster yang masih hidup dan akan muncul sesuka hatinya.”

 

“Pengalaman paling berkesan adalah kesempatanku bisa bekerja di Lighthouse Laboratory di Glasgow, banyak skill baru yang aku pelajari hingga teman baru dari berbagai latar belakang yang berbeda.”

 

Oh iya Kak Amanda punya tips loh buat kamu yang ingin mengatur keuangan agar agar tidak boros semasa kuliah dan merantau, yaitu 50% untuk kebutuhan pribadi, 20% untuk pinjaman/kebutuhan mendadak, 20% untuk tabungan dan 10% untuk charity.

 

Tips: Sebisa mungkin kita masak sendiri dan jangan terlalu sering jajan di luar, kalian bisa ikut PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) atau organisasi Indonesia lainnya, karena banyak makanan Indonesia di situ dan banyak info tentang tempat wisata yang affordable.

 

Tetap semangat dan pantang menyerah yaa mengejar cita-citamu, Sunners!!

Leave A Comment