Majalah Sunday

Nikah Paksa atau Di Jodohkan: Perihal Kamu dan Keluarga

Penulis: Priyo Utomo – Universitas Negeri Jakarta
Editor: Abdul Aziz – UNJ

Saya dijodohkan paksa oleh ortu. Setelah saya bilang tidak cocok dan gamau meneruskan perjodohan tersebut, seluruh keluarga saya kecewa terutama ibu saya. Kekecewaan tersebut berubah menjadi kata kata yang benar benar menjelekan saya: Aneh lah, kuper lah, jelek lah, ga akan laku lah, ditambah saya sekarang lagi tidak ada kerjaan, kebetulan bulan Juli kemarin saya resign dari kerjaan, makin makin saya dikatain sama ibu saya sendiri

Nikah paksa atau di jodohkan itu adalah pilihan sulit yang harus dilakukan, jika kita melirik masyarakat pada dewasa ini, kita mungkin jarang sekali melihat praktik dari pernikahan paksa atau perjodohan. Eksistensial dari hal tersebut seperti ada dan tiada. Kita tidak bisa menemukannya langsung di sekitar kita, walaupun terdengar kuno sekalipun, pasti ada di suatu tempat di luar sana yang ada dan terus mempraktikkan hal seperti ini.

Dijodohkan secara paksa, tapi tidak merasa cocok dan tidak ingin meneruskan perjodohan tersebut. 

Tapi garisnya mungkin harus diperjelas terlebih dahulu. ‘Perjodohan’ seringkali disamakan dengan yang namanya ‘kawin paksa’. Namun, jika kita melihat secara luar saja kita dapat mengetahui perbedaannya. Iya, dengan jelas salah satu dari dua kata tersebut disematkan dengan kata ‘paksa’. Kita dapat mengetahui dari hal tersebut, kondisi seperti apa yang dialami oleh teman kita ini. Ada juga beberapa hal yang mendorong budaya ini, seperti ekonomi, nama baik, janji yang sebelumnya pernah dibuat, dan hal lainnya.

Kita mengetahui kalau sesuatu yang dipaksakan tentunya tidak sehat. Begitu juga dengan pernikahan, mereka adalah pasangan yang diharapkan dapat menemani kamu hingga masa tua kamu nanti. Jika, kamu merasa itu bukanlah panggilan kamu, maka kamu sangat berhak untuk mundur.

Tapi, keluarga tidak mendukung dan cenderung malah merundung.

Kalau dilihat dari sisi orang luar, mungkin itu terdengar kejam. Seseorang yang sedarah, memiliki hubungan kerabat, dan memiliki hubungan keluarga langsung, yang seharusnya menjadi orang yang mendukung apapun pilihan kita, malah berbalik dan menjatuhkan kita. Mungkin saja, mereka memiliki hal lain yang dijadikan pertimbangan ketika melaksanakan perjodohan ini.

Maka dari itu, jika Sunners merasa seperti ini. Langkah pertama yang mungkin bisa diambil adalah mencoba membicarakannya dulu kepada orang terkait, mungkin ada hal yang tidak tersampaikan, hal yang disalah artikan, serta kesalahpahaman yang mungkin terjadi. Selanjutnya, mungkin kamu bisa coba membicarakan hal tersebut ke teman terdekatmu, coba cari bantuan moral agar kamu tidak kehilangan diri kamu, kamu tidak harus selalu mencoba jadi orang lain atau menjadi seperti yang orang lain inginkan pada diri kamu.  Lalu, kamu bisa mengambil waktu untuk liburan, agar pikiran tersebut tidak mengganggu kamu di waktu kedepannya, kamu bisa pergi berlibur sendiri atau dengan teman dekat kamu, agar kamu dapat teman curhat di liburan kamu sekaligus melepas penat, dengan begitu kamu dapat menyelesaikan dua hal sekaligus.

Keluarga memang penting, mereka adalah circle utama dalam kehidupan kamu, yang tentunya juga kamu harus perjuangkan. Tapi diri kamu sendiri juga sama pentingnya, kamu hadir untuk mereka, dan mereka pun harusnya hadir untuk kamu.

Lagipula, jikalau pun diteruskan, mungkin saja ada hal yang tidak diinginkan terjadi. Seperti hubungan tidak berjalan dengan baik karena berakar dari paksaan, dan juga hal lainnya. Walau tentunya tetap saja tidak ada yang tahu apa yang terjadi di masa depan nantinya.

Tidak semua orang memiliki jalan pikiran yang sama, kita tidak bisa memaksakan suatu kehendak kepada orang lain apalagi menyangkut masalah nikah paksa dan dijodohkan dengan orang yang tidak suka walaupun mereka merupakan orang terdekat dari kita.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, tips belajar dan cerita cinta hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 689
Chat Now
Selamat Datang di Majalah Sunday, ada yang bisa kami bantu?