WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Perempuan Dua Kali Lebih Rentan Cemas Ketimbang Laki-Laki, Masa Sih?

Alicia Clark, Psikolog klinis mengatakan bahwa dalam satu dekade terakhir gangguan kecemasan kini banyak menimpa orang yang lebih muda.

 

Sunners, fase remaja adalah masa yang unik, formatif yang ditandai oleh perubahan fisik, emosi dan psikis. Seiring dengan perkembangan yang terjadi kita berusaha mencari dan ingin diakui jati dirinya. Sebab masa ini adalah masa kritis pembentukan kepribadian. Sebuah periode yang penting untuk mengembangkan keterampilan, belajar mengelola emosi dan mengatasi masalah yang mengiringi.

Perubahan fisik yang terjadi nyatanya dapat mempengaruhi psikologis. Sadar atau tidak, rasa cemas sering kali menyertai perkembangan pubertas. Kecemasan adalah perasaan gelisah subyektif yang diwujudkan dalam pola pikir dan tingkah laku. Uniknya perempuan dua kali lebih rentan untuk mengalami kecemasan dibanding laki-laki. Kenapa ya? Karena perempuan mengalami pematangan hormonal lebih cepat sehingga lebih dulu terkena dampak perubahan pubertas.

Menstruasi memang kerap menjadi momok. Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap perempuan berusia 13-19 tahun pada hari Minggu lalu, 54,5% memiliki kekhawatiran mengenai menstruasi. Sementara itu, 27,3% mempermasalahkan pertumbuhan payudara yang berbeda dengan teman sebaya. Sisanya 18,2% merasa tidak nyaman dengan bulu-bulu yang tumbuh. Girls, kalau kamu yang mana?

Data survei ini juga memberikan gambaran mengenai perasaan saat datang bulan. Perasaan yang mendominasi adalah rasa cemas dengan persentase 45,5%, diikuti marah dan takut dengan persentase 27,3%. Gangguan fisik maupun psikis saat menstruasi suka memporakporandakan perasaan. Dua gangguan paling umum yang dialami adalah Premenstrual Syndrome (PMS) dan Dismenorea. Hal ini diperkuat dengan jawaban 54,5% responden yang mengeluhkan PMS. Hanya 18,2% responden yang tidak mengalami kedua gangguan tersebut.

Duh nyebelin ya jadi cewek… Eh, bukan berarti laki-laki tak punya kecemasan loh! Bener gak boys peningkatan aktivitas hormon yang memacu perubahan tubuh tak kalah menimbulkan kecemasan? Produksi keringat berlebih penyebab bau badan suka bikin nggak PD kan. Apalagi mengingat kepekaan emosional yang terjadi, mulai lirik-lirik lawan jenis gitu. Masa pubertas, laki-laki mulai memikirkan penampilan. Cemas dan kesal mendapati wajah berjerawat. Perubahan suara yang lebih berat akibat pengaruh jakun. Rambut-rambut yang tumbuh di atas bibir, di dagu, di ketiak dan sekitar alat kelamin.

Wajar kok khawatir dengan perubahan tubuh yang terjadi. Tapi perlu dicatat ini perkembangan tubuh yang alami. Tak perlu panik atau bimbang. Secara psikologis, ketidaktahuan dapat dijadikan alasan timbulnya rasa cemas. Oleh karena itu, perubahan tubuh harus diimbangi dengan pengetahuan dan informasi. Memperkaya kognitif dengan pengetahuan seksualitas diri akan mempengaruhi sikap dan perilaku menghadapi kecemasan. Tentunya dengan self control dan self regulation yang mapan.

Salut deh! Ternyata 45,5% teman-teman sudah mengenal PMS dan Dismenorea. Namun tak sedikit juga yang baru tahu kedua istilah itu. Perkaya pengetahuan yuk! PMS adalah gangguan fisik dan psikologis pada 7-10 hari sebelum haid hingga hari pertama haid. Gangguan yang terjadi seperti munculnya jerawat, nyeri payudara, sakit kepala, perubahan nafsu makan, insomnia, mood swing hingga sulit konsentrasi.

Sedangkan dismenorea adalah kram, nyeri saat menstruasi terutama terjadi pada perut bagian bawah dan punggung. Sama halnya dengan PMS, Dismenorea merupakan kondisi yang normal dan wajar pada perempuan. Walau begitu jangan anggap remeh rasa cemasmu ya, Sunners. Jangan takut untuk ceritakan kecemasanmu ke orang yang kamu percaya. Senantiasa berpikir dan bertujuan positif. XOXO

 

oleh: Masriah, Universitas Negeri Jakarta

 

Leave A Comment