Majalah Sunday

Penggemar Musik Black Metal itu Pemuja Setan, Benarkah Begitu?

Penulis: Rushel Bintang Ashaffi – Universitas Kristen Indonesia

Sebagian dari kalian pasti ada yang belum akrab atau bahkan gak tahu sama sekali dengan aliran musik Black Metal. Kebanyakan dari mereka yang sekadar tahu tentang Black Metal adalah bahwasannya musik Black Metal merupakan jenis musik setan. Waduuhh!

Maka dari itu Sunners, artikel ini akan membahas sekelumit tentang musik Black Metal guna menambah wawasan teman-teman sekaligus mengurangi miskonsepsi dan pemahaman-pemahaman kolot terhadap jenis musik Black Metal. Selamat membaca!

Pengenalan Singkat Musik Black Metal

Keberadaan Black Metal selalu dikaitkan dengan pengkultusan ideologi. Seakan terciptanya penyamaan persepsi bahwa untuk menjadi musisi Black Metal haruslah individu yang Anti Tuhan /Agama. Pada film dokumenter Metal: A Headbanger Journey karya Sam Dunn menyebutkan bahwa musik Black Metal ini terdapat banyak polemik terkait kehadirannya dalam berbagai aspek. Polemik tersebut disebabkan karena musik Black Metal disebut sangat bersinggungan dengan kegelapan, kekerasan, dursila dan satanisme. Logo dari band Black Metal kerap merepresentasikan satanisme, seperti salib terbalik, anagram, pentagram, kepala binatang, dan semacamnya. Black Metal dapat disebut sebagai aliran musik dengan aksi satanisme secara terbuka. Dikatakan secara terbuka sebab lirik yang digunakan sangat kental dengan pemujaan setan serta menganut paham anti-christ (Metal: A Headbanger Journey, 2006).

Sejarah Musik Black Metal

Black Metal merupakan subgenre dari musik cadas yang bertajuk satanisme, paganisme, okultisme, anti-christ, katastropik, pembunuhan, dan penyiksaan. Dalam dunia musik Metal dewasa ini, elemen kontroversi, penyiksaan, hingga kematian, terbukti masih belum ada yang dapat menyaingi bahkan melampaui Black Metal. Kehadirannya dari awal dekade 80an sampai sekarang dikelilingi oleh kasus pembunuhan, satanisme, rasisme, serta pembakaran gereja yang kemudian membuat kesan buruk bagi khalayak umum terhadap musik Black Metal.

Secara musikal, musik Black Metal merupakan kelanjutan dari musik Thrash Metal dan Heavy Metal yang dimanifestasikan ke titik lebih eksesif oleh para pelakunya. Ciri umum dari Black Metal sendiri adalah penggunaan corpse paint (melukis wajah seperti mayat), tempo yang cepat, gaya vokal menjerit dengan penekanan suara yang kikir, gitar yang sangat terdistorsi yang dimainkan dengan tremolo picking, beat drum hyper speed, raw (lo-fi), struktur lagu yang tidak konvensional, tabu, dan amoral.

Perjalanan Musik Black Metal

Black Metal Era 80’s

Ditinjau dari sejarahnya, awal kemunculan Black Metal bermula dari band Venom asal Britania Raya (1978), yang kemudian menggunakan nama “Black Metal” untuk judul album mereka pada tahun 1982. Bagi Venom, unsur satanisme semata hanya diakumulasi sebagai faktor hiburan. Namun Black Metal ternyata berkembang di Eropa dan Skandinavia yang menyerap esensinya ke permukaan yang lebih depresif dan dingin. Deretan awal band Black Metal disebut sebagai first wave atau “Gelombang pertama”, yang masih menggunakan template Thrash Metalnya seperti Venom, Bathory, Death, Celtic Frost/Hellhammer, Mercyful Fate, dll. Di era ini, masih minim kontroversi seperti yang terjadi di era 90an yang akan kita bahas nanti. Akan tetapi pengaruh Black Metal awal ini menjadi impuls bagi masyarakat terutama pada musisi Thrash Metal dan Heavy Metal.

Black Metal Era 90’s

Gelombang kedua atau second wave muncul pada awal dekade 90-an. Bibit Black Metal ini dipelopori oleh band-band Norwegia seperti Mayhem, Darkthrone, Burzum, Immortal, Satyricon, Emperor, Enslaved, Carpathian Forest, dan Gorgoroth. Esensi dan estetika Black Metal dibawa lagi ke tempat yang lebih brutal, kelam, dan mencekam. Pada gelombang kedua ini tidak hanya menarasikan lirik berbau satanisme lebih mencolok tetapi juga di praktekkan ritualnya.

Norwegia menjadi salah satu sentral komunitas Black Metal paling aktif dan banyak. Walau pada mulanya Black Metal selalu bermain-main secara underground, lantas mulai terangkat dan menjadi sorotan media ketika berita dibakarnya sejumlah gereja bersejarah oleh musisi Black Metal. Tercatat dari tahun 1992 hingga 1996, hampir 50 gereja hangus terbakar di Norwegia dan Swedia.

Alasan mereka membenci gereja dan pengikutnya karena gereja-gereja itu menekan dengan kebajikan mereka, mencuci otak seluruh populasi dengan empati palsu dan solidaritas yang kacau. Mereka menganggap gereja dan kaumnya itu salah karena telah menginvasi agama paganisme di masa lampau.

Kesimpulan

Musik Black Metal adalah perkembangan dari musik metal leluhur yaitu Heavy Metal dan Thrash Metal yang kemudian dibawa ke dalam atmosfer yang lebih kelam. Satanisme dan okultisme pada Black Metal sendiri bukan sepenuhnya karya yang dimanifestasikan oleh para pelaku Black Metal. Antusias serta kelekatannya dengan elemen ritual pagan, okult, penampilan potongan organ binatang, meminum darah binatang, dan lain sebagainya, menjadikan ciri khas dari Black Metal. Akan tetapi, semua itu tidak dapat dikaitkan seutuhnya terhadap Black Metal. Ideologi paganisme, nihilisme, nasionalis sosialis, dan pendewaan pun memulas ajang musik Black Metal sepanjang perjalanannya. Hal ini membuktikan bahwa tidak semua musisi Black Metal menganut satanisme. Begitupun sebaliknya, penganut satanisme bukan berarti mereka semua adalah musisi Black Metal. Jelas bahwasannya genre adalah satu hal yang terpisah dari ideologi. Artinya, konsep musik sebuah band itu tidak harus serupa dengan konsep yang dimiliki band lain. Sederhananya, Black Metal dan Satanisme adalah satu integritas terpisah yang eksis dalam masing-masing naungannya.

Salah gak sih suka musik black metal? Aliran musik ini kerap dikaitkan dengan satanisme, tapi benar gak? Cek yuk kebenarannya! Fenomena horor dan beragam teori konspirasi dalam industri musik menjadi hal yang kerapkali dibincangkan. Kamu tim percaya atau tidak?

Immortal Band, pict by canva.com

So…

Teruntuk Sunners yang hobi bermusik, punya cita-cita menjadi pemain band, ataupun sekadar penikmat musik, gak ada salahnya ya buat mengeksplor aliran-aliran musik lain dan salah satunya yaitu Black Metal. Toh Black Metal juga punya jejak historisnya sendiri dan gak masuk akal dong kalau main musik Black Metal langsung di cap satanis ataupun kafir.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk menambah wawasan Sunners ya!

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, tips belajar dan cerita cinta hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 289
Chat Now
Selamat Datang di Majalah Sunday, ada yang bisa kami bantu?