WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Nanti Kita Cerita Soal Memaafkan Masa Lalu…

Sunday SELF-LOVE Series #1

Hai, bagaimana kabarnya ini? Seringkali kita menyapa dan mendapat sapaan dengan kalimat serupa, dan yang pertama kali terlintas dalam pikiran kita adalah bahwa kita harus menjawabnya berdasarkan keadaan kita secara fisik. Namun, sadar nggak, kesehatan mental pun sangat perlu diperhatikan dan dijaga layaknya kesehatan fisik.

***

Ini adalah sebuah pengalaman nyata salah satu Sunners. Sebut saja dia M. Sejak duduk di bangku SMA, ia hampir tidak pernah merasakan indahnya kasih sayang dari kedua orang tuanya. Orang tuanya bercerai dan saat ini mereka telah memiliki keluarga masing-masing, sedangkan M harus tinggal bersama sang nenek. Keadaan tersebut membuat M merasa jauh dari orang tuanya. Bahkan ia merasa bahwa orang tuanya sudah tidak menyayangi dirinya lantaran tiap kali M menghubungi orang tuanya dan memintanya untuk bertemu, orang tuanya selalu beralasan sibuk. Bahkan saat M meminta uang untuk biaya sekolahnya, orang tua M hanya saling lempar tanggung jawab. 

Ia sempat marah dan menyalahkan keadaan karena orang tuanya bercerai, bahkan ia sempat membenci kedua orang tuanya. Ia menjadi siswa yang murung dan pemarah. M juga tidak memiliki banyak teman di sekolahnya, nilai-nilainya pun banyak yang dibawah standar. Hingga pada saat kenaikan kelas 3, M bertekad bahwa ia akan belajar untuk menerima dan ikhlas dengan keadaan yang terjadi pada hidupnya. 

Bukan berarti ia menyerah, namun M sedang berusaha untuk menyayangi dirinya dengan cara memaafkan keadaan dan menjadikan hal tersebut sebagai pecutan baginya untuk menjadi pribadi yang lebih sabar dan bersyukur akan hal-hal kecil yang ia miliki sekarang. Saat ini, M sudah merasa lebih ikhlas dan menerima keadaan yang terjadi, ia pun rutin menghubungi dan menanyakan kabar kedua orang tuanya meskipun hanya lewat telepon, karena menurutnya mau bagaimanapun keadaannya, orang tua tetaplah orang tua dan tidak ada yang bisa mengubahnya. Nilai-nilainya saat ini pun semakin membaik dibanding tahun-tahun kemarin. M sudah menemukan jalan menuju keikhlasan dan sampai saat ini ia akan terus belajar untuk mencintai dirinya dan orang-orang di sekitarnya.

Mencintai diri sendiri merupakan salah satu hal yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan mental kita. Memang kedengarannya hal tersebut merupakan suatu hal yang mudah untuk dilakukan, namun pada praktiknya, self-love atau mencintai diri sendiri ini memerlukan sebuah tahapan proses yang tidak instan. Namun bukanlah suatu hal yang mustahil untuk dilakukan. Proses self-love itu sendiri pasti berbeda-beda pada tiap individunya. Ada beberapa hal yang patut dan layak untuk kita coba agar kita bisa menemukan kedamaian pada diri kita sendiri.

***

Hal pertama yang bisa kita lakukan untuk mencapai tahap mencintai diri sendiri yaitu memaafkan diri sendiri beserta hal-hal di masa lalu yang mungkin hingga saat ini masih menjadi suatu halangan bagi kita untuk menerima diri kita seutuhnya. Setiap manusia pasti memiliki masa lalu, percayalah juga bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk menerima hal-hal yang pernah terjadi di masa lalu. Tidak ada kata terlambat untuk berdamai dengan masa lalu dan mulai mencintai diri sendiri. Jadikanlah pengalaman masa lalu sebagai bahan bakar kita untuk menuju pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, serta membentuk kita menjadi manusia yang kuat dan bijaksana. Penting bagi kita untuk mengetahui bahwa kesalahan/keburukan di masa lalu pun dapat membawa kita menjadi manusia yang lebih baik serta manusia yang lebih bersyukur.

Ingatlah bahwa semuanya akan baik-baik saja. Mengatasi rasa kecewa dan rasa bersalah memanglah tidak bisa kita capai dalam waktu yang singkat, namun hal tersebut bisa kita lakukan. Langkah kecil sederhana yang kita lakukan tiap harinya merupakan sebuah proses berharga yang luar biasa yang bisa kita lakukan. Tidak perlu terus-menerus menyalahkan diri sendiri dan keadaan. Ada pepatah yang mengatakan “Orang yang tidak pernah melakukan kesalahan adalah orang yang tidak pernah mencoba melakukan apa-apa”. Ingatlah bahwa tidak ada kesuksesan tanpa adanya kegagalan. Maka, kesalahan/kegagalan merupakan suatu hal yang wajar terjadi. Jadikan hal tersebut sebagai pelajaran berharga agar kita dapat lebih menghargai apa yang kita miliki saat ini.

Rasa damai dan tenang itu kini telah dirasakan oleh M. Ia memaafkan masa lalunya. Memang, proses tersebut tidaklah mudah dan memerlukan waktu yang tidak singkat, namun ia percaya bahwa kedamaian akan datang seiring dengan berjalannya waktu jika ia setuju untuk menerima dan memaafkan masa lalunya. 

Nah, itu tadi adalah tahap pertama yang bisa kita lakukan untuk mencapai self-love, yaitu memaafkan masa lalu. Mau tahu tahap selanjutnya? Tunggu di artikel berikutnya, ya!

 

Oleh: Elfrida Sakti

 

Leave A Comment