Majalah Sunday

Merespons Kekalahan agar tidak Berdampak pada Kesehatan Mental

Penulis: Siti Nurhalizah – Universitas Negeri Jakarta

Sunners, dalam kehidupan sehari-hari tak jarang kita menghadapi kompetisi yang membuat kita harus mengalami kekalahan maupun kegagalan. Sebenarnya, hal tersebut merupakan hal yang wajar, bahkan dapat menjadi bagian dari perjalanan kita menuju kesuksesan. Namun, bagi sebagian orang, kekalahan dapat menjadi hal yang menyakitkan dan berdampak pada kesehatan mental. Lalu bagaimana seharusnya kita merespons kekalahan agar tidak berdampak pada kesehatan mental? Yuk, kita cari tahu!

Kekalahan dan Dampaknya bagi Seseorang

Kekalahan atau kegagalan dapat memiliki dampak yang cukup besar bagi seseorang, baik dari segi emosional, psikologis, bahkan fisik. Berikut ini adalah dampak yang mungkin dirasakan oleh seseorang ketika mengalami kekalahan:

Ketidakstabilan emosional

Seseorang yang mengalami kekalahan mungkin akan merasakan emosi yang tidak stabil, termasuk rasa kecewa, sedih, marah, ataupun merasa malu. Hal ini menyebabkan seseorang merasa frustasi karena gagal mencapai tujuan atau ekspektasi yang dimilikinya.

Menurunnya motivasi dan rasa percaya diri

Kegagalan menyebabkan kekecewaan dan dapat menurunkan motivasi seseorang. Seseorang mungkin akan kesulitan menemukan dorongan untuk mencoba kembali atau memulai sesuatu setelah mengalami kegagalan. Selain itu, kepercayaan diri yang dimiliki juga akan menurun dan seseorang mulai meragukan kemampuan dan value dalam dirinya.

Takut akan risiko

Setelah mengalami kekalahan, dapat saja timbul rasa takut untuk mengambil risiko. Seseorang mungkin menjadi lebih berhati-hati dan tidak mau mencoba hal-hal baru karena takut akan mengalami kekalahan lagi.

Stres

Kekalahan dapat menimbulkan tekanan psikologis bagi seseorang. Perasaan cemas, depresi, hingga insomnia dapat muncul karena stres yang diakibatkan oleh kekalahan.

Mengurung diri

Seseorang mungkin akan menarik diri dari kehidupan sosial dan memilih untuk mengurung diri karena merasa malu dan tidak mampu untuk terbuka dengan orang lain.

Mengganggu kesehatan fisik

Dampak psikologis seperti stres dan depresi akibat kekalahan dapat menyebabkan seseorang kehilangan nafsu makan dan kesulitan tidur. Jika terus berlanjut, hal ini dapat mengganggu kesehatan fisik, seperti sakit kepala dan gangguan pencernaan.

Cara Merespons Kekalahan Tanpa Mengganggu Kesehatan Mental

Terima emosi dengan tulus

Kekalahan memang menimbulkan rasa kecewa, marah, maupun sedih. Ketika emosi-emosi tersebut muncul, cobalah terima dengan tulus dan jangan ditahan. Dr. Sarah Thompson, seorang psikolog klinis menjelaskan bahwa menerima emosi dengan tulus dapat menjadi langkah awal untuk mengatasi “sakit” akibat kekalahan. Ini juga memungkinkan kita untuk dapat mengenali emosi yang kita rasakan dan mulai move on dari kekalahan.

Cerita dan berbagi dengan orang terdekat

Sunners, jika mengalami kekalahan atau kegagalan, coba untuk ceritakan kepada orang terdekatmu seperti teman atau keluarga. Dengan menceritakan perasaan dan pengalaman “menyakitkan” ini, orang lain mungkin bisa membantumu mengurangi beban pikiran, bahkan mereka dapat memberi dukungan agar kamu bisa kembali berkembang. Kekalahanmu bukanlah akhir dari segalanya, kok. 

“Ambil aja hikmahnya.”

Pernyataan di atas serius, lho, Sunners. Pengalaman menyakitkan ini mungkin memang ada hikmahnya bagi kehidupan kita. Bahkan, ahli psikologi positif, Profesor Linda Chen, menekankan pentingnya menemukan hikmah di balik kekalahan. Menurutnya, setiap pengalaman sulit pasti membawa pelajaran berharga. Dengan mencari aspek positif dan hikmah dari kekalahan dapat membantu kita tumbuh sebagai seseorang yang lebih baik dan mempersiapkan diri untuk tantangan di masa mendatang.

Fokus pada hal yang dapat kita kontrol

Jangan berlarut-larut dalam kesedihan karena kalah ya, Sunners. Psikolog klinis, Dr. Lisa Ramirez menyarankan untuk fokus pada hal-hal yang dapat kita kontrol. Yang sudah terjadi biarlah terjadi, dan kita tidak dapat mengubahkan. Yang dapat kita kontrol adalah rencana dan tindakan kita selanjutnya supaya menjadi lebih baik dan dapat memperbaiki kesalahan kita sebelumnya.

Beri waktu untuk menerima kekalahan

Ketika mengalami kegagalan, kamu tidak boleh terlalu keras pada diri sendiri. Berilah dirimu waktu untuk menerima keadaan. Proses kesembuhan memerlukan waktu, dan itu adalah hal yang wajar, kok, Sunners.

Merespons kekalahan

pict by canva.com

Sunners, itulah beberapa hal yang dapat dilakukan dalam merespons kekalahan agar tidak berdampak pada kesehatan mental. Tetapi, kamu harus ingat bahwa setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda dan respons yang berbeda juga. Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami kesulitan mengatasi kekalahan/kegagalan hingga memengaruhi kesehatan mental, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional seperti konselor maupun psikolog ya, Sunners. Sampai jumpa!

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, tips belajar dan cerita cinta hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 102
Chat Now
Selamat Datang di Majalah Sunday, ada yang bisa kami bantu?