WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Mengenal Toxic Productivity, Ketika Produktif menjadi Obsesi

Menjadi produkif merupakan kegiatan yang positif, bahkan diinginkan bagi sebagian orang. Namun, menjadi produktif tidak selalu menjadi kegiatan yang positif. Sebagian orang memiliki obsesi terhadap produktifitas sehingga mereka akan merasa bersalah ketika tidak melakukan sesuatu yang produktif. Inilah yang kita sebut sebagai toxic productivity, dan akan dibahas dalam artikel ini.

 

Toxic productivity adalah keinginan seseorang untuk terus produktif tanpa henti dengan berbagai cara. Orang yang terjebak di situasi ini akan memaksa dirinya untuk bekerja serta mengembangkan diri. Faktor penyebabnya pun beragam. Bisa karena berada di lingkungan yang memaksa untuk produktif, melihat kesuksesan orang lain, dan membandingkan diri sendiri dengan orang lain.  Agak serem ya, Sunners? Adapun ciri-ciri kalau seseorang terjebak di dalam toxic productivity antara lain sebagai berikut:

 

  1. Sulit untuk diam dan beristirahat

Karena kecanduan untuk produktif, seseorang bahkan sulit untuk diam sejenak untuk beristirahat. Bahkan, seseorang akan merasa bersalah apabila tidak dapat melakukan kegiatan yang produktif. Jika kamu merasa seperti ini, hati-hati ya, Sunners. Hal tersebut bisa jadi salah satu tanda bahwa kamu terjebak di dalam toxic productivity.

 

  1. Ekspektasi yang terlalu tinggi

Karena menaruh standar yang tinggi pada dirinya, seseorang akan cenderung terjebak dalam toxic productivity ini. Karena, seseorang tersebut akan berpikir standar yang ia terapkan tidak akan tercapai apabila orang tersebut tidak memanfaatkan waktu luang alias tidak produktif.

 

3 Tidak pernah puas

Nah, poin ini masih ada kaitannya dengan poin kedua di atas, Sunners. Perasaan tidak pernah puas akan menjerat seseorang untuk terus bekerja dan bekerja sampai tidak sadar bahwa produktif yang berlebihan tidak baik untuk kesehatan fisik dan mental.

 

Lalu, bagaimana cara untuk mencegah dan keluar dari jeratan toxic productivity?

 

  1. Jangan terlalu keras pada dirimu

Jika kamu sedang berada dalam toxic productivity, kamu harus berhenti memaksa diri kamu ya, Sunners. Jangan terlalu menguras tenaga kamu karena akan berdampak juga pada kesehatan. Ingat juga, kamu manusia bukan robot. Kamu perlu untuk rehat sejenak dan merasa lelah adalah sesuatu yang wajar untuk kamu rasakan.

 

  1. Buat target yang realistis

Sebelum menyusun goals kamu, ada baiknya kamu bertanya pada dirimu. Merenunglah sejenak untuk mendengar suara hati kecilmu sendiri. Kemudian, yakinkanlah diri kamu bahwa kamu dapat meraih targetmu meskipun perlahan-lahan. Karena pada dasarnya, kehidupan ini bukanlah kompetisi, setiap individu sudah memiliki jalannya masing-masing.

 

  1. Buat batasan

 

Kalau kamu tipe orang yang mencatat to-do list, selipkan waktu istirahat di to-do list kamu, ya. Buat jadwal yang jelas agar kamu tau kapan kamu harus produktif dan kapan harus bersantai. Kamu bisa menggunakan alarm jika kamu takut bersantai berlebihan.

 

Yuk, kita sama-sama belajar mengatur waktu agar terorganisir dan semuanya balance. Semoga membantu, Sunners.

 

Penulis: Melania Seventina, Universitas Kristen Indonesia

Leave A Comment