Majalah Sunday

Mengenal Snapchat Dysmorphia

Penulis: Nurul Azizah – Universitas Negeri Jakarta
Editor: Alfira Damayanti Rahman – Universitas Negeri Jakarta

Hai, Sunners! Apakah kalian adalah salah satu pengguna aplikasi Snapchat? Atau, kalian adalah pengguna platform media sosial lain yang memiliki fitur filter yang yang dapat mempercantik hasil swafoto?

Penggunaan filter kecantikan pada foto memang marak digunakan beberapa tahun belakangan ini. Snapchat adalah salah satu aplikasi yang memiliki filter terbaik pada masanya, disusul platform lainnya yang bersaing untuk menghasilkan filter terbaik. Memang, bila menggunakan filter kecantikan, kita akan merasa wajah kita terlihat lebih menarik –wajah mulus, bentuk wajah yang sempurna, dan mata yang indah– semua bisa disesuaikan dengan selera. Tak jarang, hasil foto ini juga dapat meningkatkan rasa percaya diri dalam pergaulan di dunia maya.

Namun, tahukah kamu bahwa menggunakan filter kecantikan dengan tidak bijak dapat menimbulkan gangguan mental pada seseorang? Gangguan mental ini disebut dengan Snapchat Dysmorphia, yaitu sebuah keadaan di mana penderita menginginkan operasi plastik sesuai dengan hasil swafoto yang menggunakan filter kecantikan.

Mengenal Snapchat Dysmorphia

Snapchat Dysmorphia ini termasuk dalam spektrum gangguan kejiwaan Body Dysmorphic Disorder atau gangguan dismorfik tubuh, di mana penderita memiliki obsesi untuk merubah kekurangan pada tubuh untuk terlihat sempurna.

Para pengguna yang merasa dirinya di kehidupan nyata berbeda dengan foto hasil menggunakan filter, akan merasa terganggu bila kenalannya di media sosial meminta untuk bertemu. Hal ini dapat menimbulkan kecemasan berlebih dan juga obsesi untuk mengubah dirinya agar terlihat sempurna seperti di media sosial. Keadaan ini yang menyebabkan maraknya pasien yang meminta operasi plastik sesuai dengan hasil fotonya dengan menggunakan filter. 

Dilansir dari theguardian.comAmerican Academy of Facial Plastic and Reconstructive Surgery menyatakan bahwa pada tahun 2017 terdapat 55% pasien yang meminta untuk di operasi agar terlihat lebih baik seperti pada swafotonya. Hal ini berbeda dengan masa sebelumnya, biasanya pasien membawa foto artis idolanya dan meminta untuk dioperasi sesuai dengan gambaran artis idola.

Melansir klikdokter.com , Snapchat Dysmorphia lebih banyak mempengaruhi remaja. Remaja yang mengidap Snapchat Dysmorphia memiliki kecenderungan posesif terhadap bentuk tubuhnya. Mereka juga terus mencari kekurangan pada tubuhnya dan mengisolasi diri dari pergaulan di dunia nyata. Bila dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan, dapat menyebabkan depresi yang lebih parah. Bahkan tak sedikit yang memiliki niatan untuk mengakhiri hidupnya.

Itu dia Sunners, pembahasan mengenai Snapchat Dysmorphia. Jangan lupa untuk menggunakan media sosial dengan bijak, dan cintai dirimu sendiri!

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, tips belajar dan cerita cinta hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 1,086
Chat Now
Selamat Datang di Majalah Sunday, ada yang bisa kami bantu?