WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Mengenal Karakter Manusia

“Kamu kok aneh banget, sih. Sikapnya berubah-ubah.”

Halo, Sunners !

Apakah kamu pernah mendapatkan pernyataan seperti kalimat di atas dari teman atau orang terdekat? Lalu, kamu bertanya-tanya seperti apa karakter kamu sebenarnya. Hal itu merupakan suatu kewajaran, karena manusia cenderung tidak menyadari tindakannya atau perkataannya. Sehingga orang lain yang bersosialisasi dengannya lebih merasakan bagaimana karakternya. Karakter manusia dapat dipelajari melalui Ilmu Psikologi, karena dalam kajian Psikologi tidak hanya membahas tentang mental saja.

Mengenal karakter manusia adalah salah satu hal yang penting untuk diketahui, agar kamu bisa mengetahui karakter mana yang sesuai dengan dirimu. Maka kamu bisa menempatkan diri dan menghindari hal-hal yang berlawanan dari karakter kamu atau bisa mengendalikan dirimu. Tetapi karakter tuh muncul dari mana, ya? Jawabannya terangkum berdasarkan buku karya Richma Hidayati yang berjudul Dimensi Psikologis Manusia. Selain latar belakang munculnya karakter manusia, macam-macam karakter manusia juga akan terangkum dalam tulisan ini.

Environmental Protection, Natural Reserve, Ecology, Eco

Latar Belakang Munculnya Karakter Manusia

Karakter merupakan sesuatu hal yang sangat melekat erat pada diri manusia. Jika kamu ingin mengetahui dirimu sendiri, maka perlu kamu ketahui dari mana karakter itu muncul. Richma (2018) memaparkan dalam bukunya bahwa munculnya karakter manusia dan kepribadian memiliki perbedaan. Nah, langsung aja kepoin latar belakang munculnya karakter dan kepribadian, agar kamu bisa membawa diri untuk bersosialisasi di tengah-tengah masyarakat.

  • Karakter dan Sifat

Secara Psikologis, karakter dan sifat manusia muncul sejak dari dalam kandungan, kemudian diperkuat dengan lingkungan sekitar manusia itu tumbuh dan berkembang. Tokoh Psikologi, Sigmund Freud (dalam Alwisol, 2009) membagi tiga tahap perkembangan karakter manusia, yaitu tahap infital, tahap laten, dan tahap genital. Pada tahap infital itulah yang sangat mempengaruhi perkembangan karakter manusia, karena tahap ini terjadi pada manusia dari usia 0-5 tahun.

  • Kepribadian

Berbeda dengan karakter manusia, kepribadian muncul dari lingkungan sekitarnya. Pengaruh lingkungan sekitar menjadi stimulus bagi manusia untuk menampilkan dirinya dari alam bawah sadarnya. Stimulus yang didapat dari luar diri manusia menciptakan kepribadian alam bawah sadar yang kemudian menjadi tingkah laku.

Play Stone, Multicoloured, Smilies, Fun, Faces

Macam-macam Karakter Manusia

Latar belakang munculnya karakter manusia membentuk 4 macam karakter, yaitu sanguin, melankolis, koleris, dan plegmatis. Yuk, cari tahu maksud keempat karakter itu.

  1. Sanguin = Karakter ini mencerminkan manusia yang selalu tampak ceria dan penuh semangat hingga seakan ia tak memiliki masalah. Seseorang yang memiliki karakter ini lebih cenderung mengedepankan perasaan daripada pemikirannya, terutama saat mengambil sebuah keputusan. Akan tetapi, sifat peka dan perasanya tertutupi oleh perilaku yang seenaknya. Orang sanguin ini sangat pandai menyembunyikan apa yang dia rasakan, karena dia tidak suka dikasihani. Sosok sanguis (sebutan untuk orang berkarakter ini) sangat aktif dalam beraktivitas, dia juga dapat memberikan motivasi yang besar dan juga dapat menjatuhkan mental seseorang dengan perkataannya. Sisi negatif karakter sanguin yang lain adalah pelupa, tidak suka diatur, berpikir pendek, dan sulit konsentrasi.
  2. Melankolis = Seseorang yang memiliki karakter ini matanya sendu karena mudah menangis dan mudah terharu. Empatinya yang tinggi membuat sosok melankolis ini dapat memahami perasaan orang lain. Sama halnya dengan sanguis, melanklis (sebutan untuk orang berkarakter ini) juga mengedepankan perasaannya daripada pemikirannya. Namun dia sosok yang teratur dan tidak suka melanggar peraturan. Sisi negatif orang melanklis yaitu sering menganggap dirinya tidak sempurna dan memiliki banyak kekurangan atau minder. Karakter melankolis sangat tidak suka jika privasinya dicampurtangani orang lain. Dia cenderung tertutup dan hanya bercerita kepada orang-orang terdekatnya saja.
  3. Koleris = Karakter ini disebut sebagai karakter pemimpin, karena sosok koleris ini kuat, tegas, keras kepala, dan bahkan bisa sombong. Seorang koleris tidak suka bertele-tele maupun basa-basi terhadap orang lain. Dia juga tidak segan-segan menunjukkan ketidaksukaan terhadap orang lain. Meskipun karakter ini mudah marah dan tidak mau disalahkan, tetapi dia seorang pekerja keras. Apapun yang ingin dicapai akan diusahakan sampai dia mendapatkan hal tersebut. Sisi positif yang dimiliki karakter ini adalah berpendirian, mandiri, dan pengambil keputusan yang baik. Semangat yang sangat luar biasa membuat karakter ini menjadi seorang yang ambisius dan kuat ketika berada di bawah tekanan.
  4. Plegmatis = Karakter ini adalah karakter yang paling santai tetapi susah diperintah. Seorang plegmatis cenderung menghindari keramaian, tidak mau keluar dari zona nyaman. Sifat alamiah yang dimiliki seorang plegmatis yaitu pendiam, pendamai, tidak cerewet. Pembawaannya yang tenang dan humoris membuat karakter plegmatis menjadi orang yang menyenangkan bagi lingkungan sekitarnya. Dia termasuk orang yang teguh pendirian karena tidak mudah terpengaruh dengan lingkungan. Seseorang dengan karakter ini cocok untuk diajak sharing, curhat, atau menjadi pendengar yang baik.

Mental Health, Mental, Health, Head, Depression

Jadi, karakter kamu yang mana? Sekarang kamu bisa mengenali dirimu lebih dalam, kan? Kamu juga bisa melihat karakter orang di sekitarmu, sehingga kamu mudah memahami dan memaklumi mereka. Namun, perlu kamu ketahui bahwa manusia juga memiliki gangguan terhadap karakternya. Seperti psikopat (berperilaku negatif yang melenceng dari norma sosial maupun agama), kepribadian ganda (memiliki dua kepribadian yang berlawanan), dan bipolar (mengalami suasana hati yang berubah secara tiba-tiba). 

Penyebab dan gejala dari ketiga gangguan tersebut tentu berbeda-beda. Jika kamu merasakan keanehan pada karaktermu, selama masih dalam kadar yang wajar, maka kamu tidak perlu khawatir. Kecuali jika keanehan itu sudah berada pada taraf membahayakan diri sendiri atau orang lain, maka kamu membutuhkan Psikolog untuk menangani keanehan karaktermu.

 

Penulis: Diana Abdillah – Universitas Negeri Jakarta

Leave A Comment