WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

KULIAH LINTAS JURUSAN? SISWA KEAGAMAAN JUGA BISA?

Tahun ajaran baru udah mulai, nih. Walaupun pembelajaran masih secara daring, semangat belajar harus tetap terjaga.

Khususnya bagi kamu yang sedang duduk di kelas tiga SMA/sederajat, karena akan melewati ujian demi ujian menuju kelulusan. Tentunya kamu sudah memikirkan langkah kedepan setelah lulus, kan? Misalnya, menentukan jurusan apa yang akan kamu ambil di perguruan tinggi. Pertanyaan yang sering muncul adalah kuliah lintas jurusan. Maksudnya, jurusan yang ingin diambil di perguruan tinggi tidak sesuai atau linear dengan jurusan yang diambil di sekolah sebelumnya. Apalagi bagi siswa jurusan Keagamaan Madrasah Aliyah, pertanyaan tersebut selalu ada setiap tahun. Benarkah jurusan Keagamaan hanya bisa mengambil jurusan yang berkaitan dengan Ilmu Agama juga? Mari kita simak penjelasan berikut…

Classroom, School, Education, Learning, Lecture

Jalur Masuk Perguruan Tinggi

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya kamu tahu jalur apa saja yang bisa dilalui untuk masuk ke perguruan tinggi. Secara umum, jalur masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ada 3, yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi Mandiri (SM). Selain itu, adapun jalur masuk perguruan tinggi negeri Islam, yaitu Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN). Ada pula jalur masuk Penelusuran Minat dan Kemampuan Politeknik Negeri (PMDK-PN) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Kedinasan. Sedangkan jalur masuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yaitu Seleksi Tes Tertulis, Seleksi Tanpa Tes, dan Seleksi Wawancara. Mari ketahui lebih lanjut satu per satu jalur masuk tersebut.

  • Jalur Masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN)
  1. Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)

Seleksi ini biasa disebut sebagai seleksi jalur undangan yang diberikan ke sekolah. Sistem seleksi ini adalah menggunakan rata-rata nilai raport dari semester 1-5. Tahap pertama selekasi ini yaitu mendaftarkan diri melalui situs web SNMPTN dengan login menggunakan akun yang sudah diberikan oleh guru BK. Jika lolos tahap pertama, tahap berikutnya yaitu pengisian data diri dan mengunggah dokumen. Tahap terakhir adalah pengumuman penerimaan. Seleksi tanpa biaya ini hanya bisa diikuti oleh siswa yang baru saja lulus di tahun yang sama, misal pendaftar SNMPTN 2021 hanya bisa diikuti siswa yang sudah lulus pada tahun 2021.

  1. Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)

Seleksi ini dilakukan melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Tahap pertama yang dilakukan yaitu mendaftarkan diri ke situs web Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) dengan mengisi data diri dan dokumen yang dibutuhkan. Tahap selanjutnya kamu akan mendapatkan informasi pelaksanaan tes di tempat yang sudah ditentukan. Materi tes terdiri dari Tes Potensi Skolastik dan Tes Kemampuan Akademik sesuai jurusan yang dipilih. Seleksi ini akan dikenakan biaya senilai 200 ribu untuk jurusan IPA/IPS dan biaya senilai 300 ribu untuk jurusan IPC. Dalam seleksi ini kamu bisa memilih dua jurusan di satu perguruan tinggi atau satu jurusan di dua perguruan tinggi. Kecuali jika kamu memilih jurusan IPC, maka kamu bisa memilih tiga jurusan.

Boy, Man, People, Person, Male, Adult, Portrait, Young

  1. Seleksi Mandiri (SM)

Seleksi ini merupakan jalur masuk berdasarkan tes tertulis yang diadakan oleh perguruan tinggi. Jika kamu ingin mencoba jalur ini, maka kamu bisa memantau lebih jauh informasi terkait seleksi mandiri di situs web perguruan tinggi yang kamu tuju. Termasuk informasi biaya administrasi hingga peluang penerimaan jurusan atau program studi.

  1. Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN)

Seleksi ini tidak asing lagi bagi siswa Madrasah Aliyah. Prosedurnya sama seperti jalur masuk SNMPTN, bedanya jalur ini digunakan untuk masuk ke perguruan tinggi keagamaan Islam negeri. Calon mahasiswa bisa memilih dua jurusan di masing-masing PTKIN yang diminati. Urutan pilihan jurusan dan PTKIN menyatakan prioritas.

  1. Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN)

Seleksi ini merupakan jalur masuk mandiri di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri dengan tes secara Sistem Seleksi Elektronik (SSE). Tes yang disediakan terdiri dari Tes Kemampuan Akademik (TKD) meliputi akademik, kebahasaan, dan keislaman., dan Tes Kemampuan Bidang (TKB) sesuai dengan jurusan yang dipilih.

  1. Penelusuran Minat dan Kemampuan Politeknik Negeri (PMDK-PN)

Prosedur dan tahapan seleksi ini sama seperti jalur masuk SNMPTN. Pihak sekolah memberikan akun kepada siswa untuk login ke situs web PMDK-PN. Setelah mengisi data diri dan mengunggah berkas-berkas, pihak Politeknik akan melakukan validasi dan mengumumkan siswa yang diterima.

  1. Ujian Masuk Perguruan Tinggi Kedinasan

Jalur masuk ini merupakan seleksi untuk masuk sekolah kedinasan, seperti Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI), Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) dan lainnya. Seleksi yang dilakukan dengan melalui beberapa tes, yaitu tes kemampuan akademik, tes kemampuan dasar, tes kemampuan bidang, psikotes, wawancara, hingga tes kesehatan. Tes pelatihan fisik dan mental juga diberlakukan untuk kamu yang ingin masuk ke STIN yang dinaungi oleh Badan Intelijen Negara (BIN).

Board, School, Uni, Learn, Work, Test, Aptitude Test

  • Jalur Masuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS)
  1. Seleksi Tes Tertulis

Seleksi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan calon mahasiswa yang mendaftar. Seleksi ini tidak jauh berbeda dengan jalur SBMPTN, hanya saja beberapa perguruan tinggi meminta calon mahasiswa untuk membuat esai atau melakukan tes kemampuan tertentu sesuai jurusan.

  1. Seleksi Tanpa Tes

Seleksi ini sama seperti seleksi jalur prestasi. Pihak perguruan tinggi memilih calon mahasiswa yang berprestasi guna diberikan beasiswa, keringanan biaya, dan mencari bibit unggul untuk perguruan tinggi.

  1. Seleksi Wawancara

Seleksi ini dilakukan untuk mengetahui keseriusan dan minat calon mahasiswa yang akan masuk ke perguruan tinggi. Pada umumnya, seleksi ini merupakan seleksi akhir yang menentukan diterima atau tidak di perguruan tinggi.

Concept, Man, Papers, Person, Plan, Planning, Research

Kuliah Lintas Jurusan (Linjur) ?

Mengapa jurusan Keagamaan di Madrasah Aliyah rata-rata masuk perguruan tinggi keagamaan Islam atau masuk di jurusan Ilmu Agama juga? Alasannya beragam. Pertama, alumni-alumni madrasah lebih cenderung banyak yang masuk ke perguruan tinggi keagamaan Islam. Kedua, minat dan kemampuan siswa di madrasah sebagian besar pada bidang Ilmu Agama. Ketiga, kesamaan latar belakang instansi yaitu sama-sama dinaungi oleh Kementrian Agama atau linear dengan keagamaan Islam. Namun lulusan dari jurusan Keagamaan Madrasah Aliyah juga bisa masuk ke jurusan Soshum dan Saintek, seperti Sastra, Ekonomi, Akuntansi, Kewirausahaan, Kebidanan, dan lain sebagainya. Jadi, tidak menutup kemungkinan jika kamu yang berasal dari jurusan Keagamaan ingin masuk ke jurusan Sosial Humaniora (Soshum) atau Sains dan Teknologi (Saintek). Begitupun jika kamu berasal dari IPA ingin masuk jurusan Soshum dan sebaliknya. 

Akan tetapi, sebelum memutuskan memilih lintas jurusan kamu harus yakin dengan jurusan yang akan kamu ambil. Hal itu dikarenakan nantinya kamu akan mempelajari dari nol jurusan yang sebelumnya tidak kamu pelajari. Dan pastikan kamu sudah mengenal jurusan serta perguruan tinggi yang akan kamu pilih, maka kamu bisa melihat apakah jurusan itu sesuai dengan kemampuanmu dan apakah jurusan di perguruan tinggi yang kamu tuju menerima sistem lintas jurusan. Karena ada jurusan-jurusan yang harus linear dengan jurusan sekolah sebelumnya atau ada juga perguruan tinggi yang lebih mengutamakan menerima jurusan yang masih linear.

Penulis: Diana Abdillah – Universitas Negeri Jakarta

Leave A Comment