Majalah Sunday

Dapatkan Gaji Lebih Tinggi dengan Skill Bahasa Asing, Lulusan SMK Juga Bisa!

Penulis: Olivia Elena Hakim

Menurut BPS, setiap tahun, rata-rata ada sekitar 1,63 juta siswa SMK (swasta dan negeri) yang lulus di Indonesia. Jumlah lulusan ini terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kemudian, rata-rata jumlah lulusan mahasiswa S1 di Indonesia adalah sekitar 600.855 per tahun dan lulusan D3 sekitar 350.000 orang per tahun. 

Mengingat jumlah lulusan yang sangat banyak ini, pernah nggak kamu bertanya-tanya: Apakah setelah lulus aku bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji bagus? Peluang karirku kaya gimana?  Yuk cek obrolan Mimin Sunday barengan kakak-kakak dari pihak industri dan kampus, tentang gimana skill bahasa asing bantu kamu agar punya daya saing lebih di dunia kerja!

Peluang Karir Populer Buat Fresh Grad: Contact Center!

Untuk mendapatkan insight lebih, Sunday ngobrol langsung nih sama Ayatullah Putra Wijaya alias Mas Ayat, Head of Recruitment dari VADS Indonesia. PT VADS Indonesia sendiri berdiri sejak 2008, dan merupakan bagian dari Telkom Malaysia. Salah satu layanan perusahaan ini adalah menyediakan contact center bagi kliennya. 

“Kami bergerak di BPO, yaitu Business Process Outsourcing,” ujar Mas Ayat. “Apa sih bedanya BPO dengan outsourcing? Kan orang-orang kadang sama saja menganggapnya. Nah, sedikit menjelaskan, kalau outsourcing itu hanya penyaluran tenaga kerjanya saja. Kalau BPO selain penyaluran tenaga kerjanya, kami juga menyediakan end-to-end prosesnya; mulai dari tempatnya bekerja, kemudian sistem serta aplikasi yang digunakan, lalu teknologi yang dibutuhkan untuk mensupport pekerjaan, kemudian SDM atau orang-orang yang akan menjalankan pekerjaannya.”

“Kebetulan, di VADS juga ada kebutuhan untuk yang SDM yang lulusan SMK atau sederajat. Ada beberapa posisi ya, untuk mereka dan untuk teman-teman yang lulusan D3 atau S1,” lanjutnya. “Biasanya kebutuhan itu misalnya, telemarketing yang menawarkan produk online, kemudian ada sales & marketing yang di lapangan, kemudian juga kita ada yang teknologi, itu memerlukan tenaga kerja yang SMK sederajat tentunya.”

Wah, semangat Sunners! Lulusan SMK pun ada kesempatan untuk membangun karir di perusahaan multinational seperti VADS. Tapi, apakah hanya teman-teman SMK di jurusan Marketing atau Bisnis saja yang bisa punya kesempatan? Ternyata nggak loh!

“Kemudian bagi lulusan SMK Otomotif, ada juga kebutuhan mereka sebagai customer service,” ujar Mas Ayat. Apa hubungannya? Wah nggak kebayang jebolan SMK Otomotif bekerja duduk di balik meja untuk menerima panggilan telepon atau membalas pesan chat customer! Ternyata… “Sekarang dengan naiknya tren kendaraan listrik, misalnya motor listrik, kami membutuhkan lulusan SMK di jurusan Otomotif, agar dapat membantu keluhan customer seputar kendaraannya.” 

Potensi Karir Menjanjikan di Contact Center

Mengembangkan Karir di Contact Center: Peluang Menarik bagi Lulusan SMK dan S1

Seperti Apa Jenjang Karir di Sebuah Contact Center?

Pertama sekali yang paling standard itu adalah agent/officer. Satu langkah ke atas, itu ada namanya support. Nah support ini banyak fungsinya, seperti:

  1. CDA, Customer Data Analysis, teman-teman yang jago di data, jago excel, biasanya diarahkan ke sana.
  2. RTFM yang memonitoring floor apakah ada yang membutuhkan bantuan cara menjawab customer atau tidak.
  3. WFM yang membuat jadual shifting.

Kemudian ada setelah di support itu, satu step lagi naik ada yang namanya team leader. Dia akan membawahi kurang lebih 10 sampai dengan 15 officer, atau agent tadi. Naik satu step lagi, jadi Supervisor. Di atas Supervisor, naik step lagi ke Assistant Manager. Kemudian di pucuk kepemimpinan, ada Manager dan Head.

Bagaimana dengan persaingan antara tenaga kerja lulusan SMK dan S1 di VADS? “Dari studi kasus yang ada di VADS, ada kesepakatan untuk membangun karir bagi yang lulusan SMK maupun S1, selama mereka bisa cukup bersaing dan kompeten. Kesempatan selalu terbuka di VADS, yang penting bisa menunjukkan performa yang baik.”

“Contoh tadi, jika kita mengambil sampel untuk telemarketing, karena latar belakang dari SMK Sederajat, tentu mereka dimulai karirnya dari awal. Mereka pertama-tama menjadi agen telemarketing, kemudian ketika ada posisi yang membutuhkan pengalaman yang sudah mereka miliki, tentu mereka akan dinilai berdasarkan performa mereka selama beberapa bulan. Ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi, kemudian kita melakukan evaluasi terhadap kinerja mereka. Jika ada peningkatan dalam performa, maka ada kesempatan untuk naik jabatan, seperti menjadi seorang leader. Kita akan mendukung mereka yang berawal dari level staff agar bisa terus berkembang.”

“Kalau kita butuh leader, selain ada syarat sudah 1 tahun bekerja di posisi yang sama, kemudian ada assessment, psychological test; kalau masih kurang, kami akan bekali mereka dengan training-training leadership.”

Bagaimana Seorang Rekruter Menilai CV Kamu?

Teknologi terus berkembang, VADS pun telah menerapkan AI dalam operasional sehari-harinya. Dampaknya, mereka tentu jadi lebih selektif lagi dalam menilai CV kamu. Sunday pun menggali bagaimana pertimbangan Mas Ayat ketika menerima CV masuk dari para pelamar. Yuk simak tipsnya!

  • Walau kamu fresh graduate, saat apply tetap cantumkan pengalaman berorganisasi, misalnya di OSIS atau HIMA.
  • Sebutkan juga di CV, knowledge apa yang kamu miliki; misalnya seputar AI atau software tertentu.
  • Masukkan juga kegiatan lain yang menunjukkan keaktifan, misalnya di organisasi keagamaan.

“Baik lulusan SMK ataupun D3/S1, saat ini yang paling kami hadapi challenge-nya itu adalah mental sih. Semua pekerjaan dimanapun tidak ada yang indah-indah terus, tapi begitu sudah dijalani prosesnya, kita akan menikmati hasilnya. Banyak yang sebagian besar tuh mindsetnya: Saya pengen kerja yang simple, santai, dimanapun bisa tapi incomenya besar. Kalau masalah skill kita bisa latih, masalah pengetahuan soal produk, bisa kami berikan. Tapi masalah mental, kalau teman-teman sendiri yang tidak siap, itu yang paling jadi challenge.”

Salah satu kekhawatiran teman-teman yang baru lulus juga, adalah pada banyaknya lowongan kerja yang memberikan syarat sudah berpengalaman. Bagaimana dengan VADS? ” Meskipun mereka fresh graduate yang tidak punya basic, pasti akan kami training; contohnya, Basic Telemarketing. Semisal dia sudah punya pendidikan formal, hanya tinggal pemantapannya saja. Kemudian biasanya ada training product knowledge, sebelum mereka terjun bekerja. Jadi kami bekali semua, dari training soft skill sampai kemudian product knowledge yang seperti apa. Setelah mereka terjun, tentu tidak kita lepas begitu saja. Biasanya kita akan ada seperti refreshment biasanya per setiap satu bulan, atau per tiga bulan.”

Menurut Mas Ayat, adanya inisiatif Learning & Development inilah yang membedakan VADS sebagai perusahaan BPO, dengan perusahaan outsourcing yang cenderung hanya menyalurkan SDM saja.

Fast Track Jalan Suksesmu di Contact Center, Gimana Caranya?

Kira-kira bagaimana ya potensi industri ini ke depannya? Mas Ayat nge-spill mengenai besarnya potensi bisnis ini dalam beberapa tahun ke depan, dan gimana kamu bisa “nge-cheat” untuk membuat gajimu lebih kompetitif dibanding SDM lain. Ternyata, kuncinya: KUASAI BAHASA ASING!

“Secara internasional, contact center dulu basisnya di India dan Filipina – berbagai perusahaan, termasuk yang Eropa, mengoperasikan contact centernya dari India. Mengapa kedua negara itu? Karena kefasihan dalam berbahasa Inggris. Tapi sekarang, bergeser ke Indonesia loh! Contact center sejumlah negara luar sudah mulai dibuka di Indonesia, dan yang paling banyak di Yogyakarta karena biaya operasional yang lebih hemat dan SDM berkualitas (perlu diingat, Yogyakarta merupakan Kota Pelajar).”

Contohnya saat ini, VADS juga menghandle operasional contact center untuk salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia. “VADS mengelola live chat untuk semua cabang usaha tersebut di seluruh dunia. Skill yang dibutuhkan? Bahasa Inggris yang lancar!” Mas Ayat menjelaskan.

Kalau kamu fasih Bahasa Inggris, kamu bisa memiliki potensi lebih direkrut dan mendapatkan gaji lebih besar dari yang hanya menguasai Bahasa Indonesia. Apalagi jika ada bahasa lain lagi yang kamu kuasai. “Kami juga sering mendapatkan request untuk kebutuhan contact center dengan bahasa-bahasa Asia lain, seperti Mandarin, Korea, Jepang, Filipina, Vietnam dan Thailand. Jadi kalau menguasai bahasa-bahasa asing itu bisa jadi lebih kompetitif lagi nih di dunia kerja. Secara kompensasi, benefitnya tentu di atas rata-rata. Jauh di atas yang hanya menguasai Bahasa Indonesia.”

Penasaran ada loker apa saja yang sedang dibuka di VADS? Sering-sering cek www.vads.co.id/career atau update juga dengan info dari Disnaker daerah tempat tinggalmu karena VADS juga bekerja sama dengan beberapa Disnaker, seperti Jakarta, Tangerang, Solo, Yogyakarta, dan Semarang. 

Kunci Sukses Karir: Pentingnya Menguasai Bahasa Asing

Mengapa Belajar Bahasa Asing Penting untuk Kesuksesan Kariermu?

Miliki Mindset ASEAN dan Kuasai Skill Bahasa Asing di UKI!

Nggak cukup hanya dengan otodidak atau kursus, saat ingin benar-benar membangun karir dengan dukungan skill bahasa asing, kita sebaiknya mengambil perkuliahan S1 sesuai dengan bahasa yang diincar. Para rekruter dari perusahaan multinational tentu akan lebih mempertimbangkan klaim di CV bahwa kamu menguasai sebuah bahasa asing, jika didukung dengan adanya bukti nyata: Ijazah S1 yang relevan, dari kampus yang sudah terakreditasi internasional. 

Saat ini, dua bahasa yang paling banyak dituturkan dalam dunia industri adalah: Inggris dan Mandarin. Pas banget, Universitas Kristen Indonesia di Fakultas Sastra dan Bahasa-nya, menghadirkan tiga pilihan prodi yang bikin kamu industry-ready banget:

  • Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
  • Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin
  • Prodi Sastra Inggris

Selain berkuliah di kampus UKI Cawang, kamu berkesempatan melancarkan bahasa Inggris atau Mandarin melalui berbagai program pertukaran yang kampus ini ikuti. Banyak mahasiswanya kemudian mendapatkan pengalaman belajar dan berkarya di Tiongkok (untuk Bahasa Mandarin) maupun Filipina (untuk Bahasa Inggris), dan berbagai kesempatan di negara lainnya. 

Mau kuliah sambil kerja? Bisa! Sudah terlanjur kerja, dan ingin agar pengalaman kerjamu ditransfer jadi kredit kuliah? Melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), hal ini dimungkinkan! Kabar baiknya lagi, kampus UKI memiliki banyak opsi beasiswa untukmu, sehingga menempuh pendidikan S1 nggak terasa memberatkan. Klik di sini buat dapatkan info lengkap soal program beasiswanya ya. 

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, tips belajar dan cerita cinta hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 52
Chat Now
Selamat Datang di Majalah Sunday, ada yang bisa kami bantu?