WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Ki Hajar Dewantara, Sosok di Balik Hari Pendidikan Nasional

Hardiknas kemarin, kita terlalu heboh membahas soal lulus-lulusan jalur Corona, sampai lupa untuk mengenang soosk legend di balik hari peringatan ini, Ki Hajar Dewantara!

 

Beliau dijuluki sebagai ‘Bapak Pendidikan Indonesia’.

Di usianya yang menanjak umur 40 tahun, tokoh yang dikenal dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat resmi mengubah namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara, hal ini ia maksudkan agar ia dapat dekat dengan rakyat pribumi.

Hari Pendidikan Nasional, di singkat HARDIKNAS, adalah hari nasional yang bukan hari libur yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa, diperingati pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya.

Kritiknya terhadap kebijakan pemerintah kolonial menyebabkan ia diasingkan ke Belanda, dan ia kemudian mendirikan sebuah lembaga pendidikan bernama Taman Siswa setelah kembali ke Indonesia. Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai menteri pendidikan setelah kemerdekaan Indonesia.

Filosofinya:

Tut wuri handayani (“di belakang memberi dorongan”),  digunakan sebagai semboyan dalam dunia pendidikan Indonesia. Pada tahun 2019, tema yang diangkat adalah  Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan. Begitu banyak generasi muda yang terjerumus dalam kasus kriminal maupun terjerat obat-obatan terlarang. Ini merupakan gambaran buruk para pelajar dan mahasiswa yang menodai semangat perbaikan di dunia pendidikan Indonesia.

Semboyan Ki Hadjar Dewantara:
Ing ngarso sung tulodo (di depan memberi contoh)
Ing madyo mangun karso, (di tengah memberi semangat)
Tut Wuri Handayani, (di belakang memberi dorongan)

Penghargaan Pemerintah Kepada Ki Hadjar Dewantara
Selepas kemerdekaan Bangsa Indonesia pada tahun 1945, Ki Hadjar Dewantara kemudian diangkat oleh Presiden Soekarno sebagai Menteri pengajaran Indonesia yang kini dikenal dengan nama Menteri Pendidikan. Berkat jasa-jasanya, ia kemudian dianugerahi Doktor Kehormatan dari Universitas Gadjah Mada. Wajah beliau diabadikan pemerintah kedalam uang pecahan sebesar 20.000 rupiah.

Oleh: Domminique Wattimena, SMK Dharma Paramitha

Leave A Comment