Majalah Sunday

Kenali Vaginismus: Vagina Menolak Saat Berhubungan Seksual

Penulis: Riva Destira Ramadhani – Universitas Negeri Jakarta
Editor: Rushel Bintang Ashaffi – Universitas Kristen Indonesia

Pernahkah kalian mendengar tentang vaginismus? Menurut kalian, apa sih yang dimaksud dengan vaginismus itu? Jadi, vaginismus merupakan kondisi dimana seseorang mengalami pengencangan otot-otot di daerah Rindu V secara tidak sadar. Pengencangan otot tersebut terjadi karena adanya upaya dalam melakukan penetrasi atau memasukkan sesuatu ke dalam Rindu V. So Sunners, yuk kita cari tahu dengan cara kenali vaginismus.

Vaginismus adalah kondisi di mana otot-otot di sekitar vagina mengejang secara otomatis ketika ada usaha untuk memasukkan sesuatu ke dalamnya, termasuk saat berhubungan seksual. Ini dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang signifikan. Vaginismus dapat terjadi baik pada perempuan yang sudah menikah maupun yang belum menikah, termasuk remaja.

Penyebab Vaginismus

Penyebab vaginismus bisa beragam, termasuk:

  1. Faktor Psikologis: Stres, kecemasan, trauma seksual, atau pengalaman negatif dalam hubungan sebelumnya dapat memicu vaginismus. Remaja seringkali mengalami perubahan emosional dan sosial yang signifikan, yang dapat memengaruhi kesehatan seksual mereka.
  2. Faktor Fisik: Beberapa kondisi medis, seperti infeksi, alergi, atau masalah hormonal, dapat menyebabkan vaginismus. Namun, faktor-faktor fisik jarang menjadi penyebab utama vaginismus pada remaja.
  3. Ketakutan: Ketakutan akan rasa sakit atau ketidaknyamanan saat berhubungan seksual dapat membuat otot-otot vagina mengejang, menciptakan lingkaran setan di mana ketakutan ini membuat kondisi semakin parah.

Dampak Vaginsimus pada Remaja

Vaginismus dapat memiliki dampak emosional dan psikologis yang signifikan pada remaja. Rasa malu, frustasi, atau rendah diri dapat muncul ketika mereka tidak dapat menjalani aktivitas seksual dengan normal. Ini juga dapat berdampak negatif pada hubungan percintaan mereka. Memahami bahwa vaginismus adalah gangguan kesehatan yang dapat diatasi sangat penting bagi remaja agar mereka tidak merasa bersalah atau merasa sendirian dalam menghadapinya.

Cara Mengatasi Vagismus

Vaginismus dapat diatasi melalui berbagai pendekatan, termasuk:

  1. Konseling Psikoseksual: Bicarakan dengan seorang profesional kesehatan mental atau seksologi. Konseling ini membantu remaja dalam mengelola kecemasan dan trauma yang mungkin menjadi penyebab vaginismus.
  2. Latihan Kegel: Latihan kegel dapat membantu mengendurkan otot-otot panggul dan vagina.
  3. Terapi Fisik: Terapis fisik khusus dapat memberikan latihan dan teknik untuk mengendurkan otot-otot vagina.
  4. Penggunaan Pelumas: Menggunakan pelumas saat berhubungan seksual dapat membantu mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan.
  5. Pengobatan Medis: Dalam beberapa kasus, pengobatan medis mungkin diperlukan, seperti penggunaan obat-obatan atau botox untuk mengendurkan otot-otot yang mengejang.

 

vaginismus

Concept Masturbation, pict by canva.com

Vaginismus adalah masalah kesehatan seksual yang harus dikenali dan dipahami, terutama oleh remaja. Kondisi ini dapat memiliki dampak emosional yang signifikan dan memengaruhi hubungan percintaan mereka. Dengan pengetahuan yang tepat, dukungan medis, dan perawatan yang sesuai, vaginismus dapat diatasi. Penting bagi remaja untuk berbicara terbuka tentang kesehatan seksual mereka dan mencari bantuan jika mereka mengalami masalah seperti vaginismus. Semakin banyak yang kita ketahui tentang masalah ini, semakin mudah bagi remaja untuk mengatasi vaginismus dan memiliki kehidupan seksual yang sehat dan bahagia.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, tips belajar dan cerita cinta hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 743
Chat Now
Selamat Datang di Majalah Sunday, ada yang bisa kami bantu?