Majalah Sunday

Kekerasan Seksual:
Bukan Cuma Pemerkosaan, Lho!

Penulis: Afindi Ranika Dewi – UNJ

Sunners, di usia remaja ini, kamu pasti mulai mengalami perubahan yang kompleks secara sosial. Berteman dengan karakter orang yang lebih beragam lagi, banyak beraktivitas di luar, tertarik dengan kakak atau teman kelas, bahkan sampai berpacaran. Nah, untuk menjadi bekal perjalananmu menjelajah lingkungan yang lebih luas, kamu perlu banget tau apa itu kekerasan seksual.

Menurut Kemdikbud, kekerasan seksual merupakan segala tindakan yang merendahkan dan menyerang tubuh seseorang, termasuk fungsi reproduksinya. Tindakan ini mungkin terjadi karena ketimpangan relasi kuasa atau gender, dan berisiko menyebabkan penderitaan baik secara psikis maupun fisik. Bentuknya juga sangat beragam, seperti verbal, nonfisik, fisik, bahkan melalui daring.

Tindakan ini memang lebih rentan menyerang perempuan. Jika mengacu pada data Komnas Perempuan, terdapat 5.629 kasus kekerasan seksual pada perempuan di tahun 2013. Tetapi, bukan berarti laki-laki nggak bisa jadi korban. Menurut studi yang dilakukan Indonesia Judicial Research Society (IJRS) dan International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) pada tahun 2020, ada 33% laki-laki yang pernah mengalami kekerasan seksual. Meskipun persentase kasusnya lumayan jauh, kedua gender sama-sama berpeluang untuk menjadi korban maupun pelaku.

Kekerasan seksual menimpa baik perempuan maupun laki-laki

Nggak cuma perempuan, laki-laki juga bisa jadi korban, pict by freepik.com

Memang apa aja sih jenisnya?

Ada total 21 jenis kekerasan seksual, berikut 5 di antaranya.

  1. Merayu, menyampaikan lelucon, atau siulan yang bernuansa seksual.
  2. Mengirim konten (pesan, foto, dan video) dengan unsur seksual tanpa adanya consent.
  3. Tanpa persetujuan merekam dan menyebarkan dokumentasi foto, audio, atau video korban.
  4. Dengan sengaja mengintip atau melihat aktivitas pribadi korban atau ruang pribadinya.
  5. Memaksa korban melakukan kegiatan atau transaksi seksual.

Apa yang harus dilakukan jika mengalami kekerasan seksual?

Saat mengalami kekerasan seksual, wajar jika respons pertama tubuhmu agak lambat, bahkan menjadi kaku dan nggak bisa langsung melawan. Akan sangat bagus kalau kamu bisa mengumpulkan keberanian dan melawan tindakan pelaku. Tapi, tetap utamakan keselamatanmu ya, Sunners! Kalau tindakannya sudah berat dan berulang-ulang, usahakan untuk selalu menyimpan bukti berupa dokumentasi saat kejadian atau hasil pemeriksaan fisik. Kamu juga boleh banget cerita ke orang terdekat yang paling kamu percaya untuk meringankan bebanmu atau mencari solusi bersama-sama. Jangan lupa pertimbangkan laporan ke pihak berwajib jika memang tindakannya sudah parah dan nggak bisa ditangani oleh orang biasa. Opsi terakhir, viralin aja!

Stop kasus kekerasan seksual di Indonesia

Ayo bersama kita lawan pelaku! pict by freepik.com

Di masa remajamu ini, kamu akan ketemu banyak orang dan pengalaman baru. Tapi, jangan lupa untuk selalu berhati-hati dan menjaga diri ya, Sunners. Kekerasan seksual nggak hanya dilakukan oleh orang asing, orang terdekat pun bisa jadi pelaku. Jangan ragu untuk mencari bantuan, kamu nggak sendiri kok!

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, tips belajar dan cerita cinta hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 156
Chat Now
Selamat Datang di Majalah Sunday, ada yang bisa kami bantu?