WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Jejak-jejak Kultur Tionghoa di Mooncake Festival 2019

Jakarta—Bertempat di Pluit Mall Village, Koko Cici Jakarta sukses melaksanakan Mooncake Festival: Spreading Love underneath the Moonlight pada 11-15 September 2019. Acara ini digelar dalam rangka perayaan festival kue bulan yang merupakan tradisi khas orang Tionghoa. Tradisi ini dirayakan tiap tahunnya pada hari kelima belas bulan delapan dalam penanggalan Imlek. Tahun ini, festival kue bulan jatuh pada 13 September 2019.

Ada banyak kegiatan dalam acara yang cukup menyita perhatian pengunjung Pluit Village Mall ini. Mulai dari bazar, bincang-bincang ringan dengan Koko Cici Jakarta 2019, pelatihan membuat lentera, pertunjukan barongsai, parade, peragaan busana, penampilan seni (musik modern, musik tradisional, tarian, dan nyanyian), hingga pemukulan gendang sebagai tanda puncak acara.

Ernawati Sugondo dan Suryadi selaku pendiri Koko Cici sedang memukul gendang di malam puncak Mooncake Festival 2019 pada Minggu (9/22) malam. (Foto/Dok. Pribadi)

 

Salah satu kegiatan dalam acara Mooncake Festival 2019 pada Minggu (9/22) sore yaitu peragaan busana khas Tionghoa yang bekerja sama dengan Jakarta Fashion and Art School. (Foto/Siti Fatimah Lubis)

 

Pertunjukan barongsai sebagai salah satu hiburan dalam acara Mooncake Festival 2019 pada Minggu (9/22) malam yang menarik perhatian pengunjung Pluit Village Mall. (Foto/Dok. Pribadi)

 

Devin Sanjaya, pemenang The Next Girl/Boy Band GTV Season 1, bersama pembawa acara Jovita Wibowo dan Kevin Julio Ardianto, yang juga turut memeriahkan acara Mooncake Festival 2019 pada Minggu (9/22) malam. (Foto/Dok. Pribadi)

 

Pertunjukan alat musik petik tradisional Tionghoa yaitu guzheng dalam acara Mooncake Festival 2019 pada Minggu (9/22) malam. (Foto/Dok. Pribadi)

 

Tidak hanya itu, di sekeliling pangung utama, ada banyak booth yang menjual pernak-pernik khas Tionghoa, salah satunya kue bulan. Tidak lupa dengan hiasan warna merah yang menghiasi booth yang menjadi ciri budaya Tionghoa.

Terlihat booth di panggung utama Mooncake Festival 2019 yang menjual beragam pernak-pernik khas Tionghoa yang semuanya berwarna merah menyala. (Foto/Siti Fatimah Lubis)

 

Mooncake adalah lambang kasih sayang kepada keluarga dan orang terdekat yang tidak ada habsinya seperti lambang bulan yang bulat,” ungkap Lucky Frans, selaku ketua Koko Cici Jakarta 2019 pada malam puncak acara, Minggu (9/22). Acara ini diresmikan oleh Ernawati Sugondo dan Suryadi selaku pendiri Koko Cici melalui pemukulan gendang selepas mereka memberikan sambutannya.

Selain pendiri Koko Cici, tokoh lainnya yang hadir adalah Joni Situanda selaku perwakilan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia, Ali Maulana Hakim selaku Wakil Walikota Jakarta Utara, Martua Sitorus selaku perwakilan Jakarta Pusat, dan Muhammad Ismun selaku Camat Penjaringan.

“Perayaan mooncake ini sebenarnya adalah tradisinya orang Indonesia suku Tionghoa. Lewat festival ini kita bisa lihat bahwa ada akulturasi budaya Tionghoa dengan Indonesia, misalnya melalui bentuknya dan rasanya,” kata Joni Situanda dalam sambutan pembukanya pada Minggu (9/22).

Selama acara berlangsung, khususnya di hari Minggu atau malam puncaknya, terlihat antusiasme pengunjung yang tinggi. Banyak sekali pengunjung yang menyaksikan peragaan busana, pertunjukan barongsai, dan pagelaran seni. Mereka semua berdecak kagum dan terlihat puas.

Leave A Comment