Majalah Sunday

Jangan Stres! Ini Cara Meluluhkan Guru yang Jutek dan Killer

Penulis: Elsa Riyana – Politeknik Negeri Media Kreatif
Editor: Afifah Putri Utami – UNJ

Setiap manusia diciptakan dengan sifat dan karakteristik yang berbeda-beda. Begitupun sifat dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang guru. Dalam proses belajar pasti kita akan menemukan berbagai sifat guru yang beragam, ada yang baik, pengertian, bahkan sampai berwatak jutek dan menyebalkan.

Apakah Sunners punya guru yang berwatak jutek dan killer? Kira-kira gimana sih cara meluluhkan guru yang jutek dan killer itu?

Agar Tidak Takut Saat Belajar, Bagaimana Cara Meluluhkan Guru yang Jutek dan Killer?

Saat guru yang berwatak baik dan cara pengajarannya menyenangkan, saat di kelas kenapa waktu mengalir begitu cepat, ya? Sedangkan ketika guru killer yang masuk kelas waktu terasa agak lama.

Nah, Sunners, penting buat kita tau caranya menghadapi guru yang wataknya berbeda-beda. Agar tidak ada masalah dan biar Sunners tidak merasa takut lagi ketika belajar, ini dia tips-tips agar bisa meluluhkan guru yang jutek dan killer.

1. Kenali Tipikal Guru Jutek dan Killer

Langkah pertama yang harus Sunners lakukan adalah harus mengenal lebih dalam kepribadian si guru tersebut. Hal ini agar Sunners mudah untuk mengikuti proses pengajaran yang beliau ajarkan.

Misalnya ada guru yang tidak suka berisik di saat jam pelajaran, Pastikan Sunners tenang, tentram, dan menyimak materi yang dijelaskan. Ada juga tipikal guru yang tidak suka kotor dan sangat menyukai kerapihan, jadi pastikan ruangan kelas Sunners harus bersih ketika pelajaran berlangsung.

Kemudian, atribut sekolah juga harus lengkap, seperti dasi dan seragam rapi, memakai kaos kaki, dan sepatu bersih. Jangan sampai seragam yang dipakai kusut dan kotor, ya, Sunners.

2. Tidak Boleh Membenci Guru Jutek dan Killer

Ini penting banget, Sunners. Walaupun si guru jutek dan killer saat mengajar, sebaiknya kita jangan membenci ataupun tidak hormat terhadap mereka. Kita harus tetap hormat dan berusaha mengikuti pembelajaran si guru dengan baik.

Ketika kita sudah membenci guru, maka setiap pelajaran yang ia berikan kepada kita tidak akan pernah masuk ke dalam otak. Rugi dong kalau sudah belajar tapi ilmunya tidak masuk.

Jadi, kita harus tetap menghormati dan mengikuti pelajaran si guru dengan baik. Bagaimanapun juga, guru adalah orang tua kita di sekolah. Sunners harus patuh dan menghormati para guru.

3. Jangan Terlihat Malas di Depan Guru Killer

Usahakan setiap pelajaran si guru killer ini Sunners terlihat seperti punya tekad untuk belajar dan berusaha mengerti, gimmick dikit nggak ngaruh! Saat guru memberikan pertanyaan, usahakan menjawab walaupun jawaban yang dijawab belum tentu benar.

Biasanya ketika guru killer memberikan pertanyaan, murid di kelas pasti terdiam dan hening. Nah, ini kesempatan buat Sunners untuk aktif ketika si guru killer memberikan pertanyaan. Berusahalah untuk menjawab pertanyaannya walaupun salah, karena sekiller-killernya guru, mereka akan memberikan arahan kepada kita untuk menjawab yang benar.

Jangan takut untuk dimarahi, guru tidak akan memarahi siswa yang sudah memberanikan maju ke depan kelas untuk menjawab pertanyaan yang ia berikan. Guru pasti akan respect terhadap kalian dan berpeluang untuk dapat nilai tambahan. Lumayan banget, kan?

tidak malas di kelas sebagai cara meluluhkan guru killer

Aktif di kelas dengan menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh guru, pict by canva.com

4. Lakukan Drama Sopan dan Inisitif ke Guru Killer

Pastinya setiap guru menyukai murid yang sopan. Saat kita berpapasan di depan kelas, jangan lupa berikan salam, senyum dan cium tangan si guru killer. Ada lagi, Sunners! Ketika guru selesai menulis dan ingin menghapus tulisannya di papan tulis, sebaiknya kalian berinisiatif menghapusnya terlebih dulu. Wah, guru killer dan jutek mana yang tidak merasa senang apabila anak-anaknya inisiatif dan peduli?

5. Jangan Cepat Merasa Tersinggung

Sunners pasti pernah merasakan atmosfer kelas yang berbeda ketika guru killer dan jutek masuk kelas. Gimana rasanya, Sunners? Rasanya kelas terasa hening dan kepala murid menunduk ke bawah. Bahkan, ketika ada hal kecil yang mengganggu penglihatan atau pendengaran beliau, guru killer ini langsung marah-marah.

Jangan ditanggapi atau dimasukkan ke dalam hati, ya, Sunners. Tidak perlu merasa tersinggung ataupun sakit hati. Cukup kita maklumi saja, memang sifatnya seperti itu kita tidak bisa mengubahnya. Kita hanya bisa mencari cara untuk bisa tenang dan memperlakukan mereka dengan lemah lembut. 

6. Hindari Penilaian Buruk

Maksud dari penilaian buruk di sini, ubah mindset kita terhadap guru killer tersebut. Misalkan orang lain berfikir kalau guru tersebut galak, perkataannya bikin sakit hati, dan menakutkan, Sunners bisa ubah dan anggap guru killer itu sosok guru yang asik, dan baik.

Sunners akan merasa senang dalam mengikuti pembelajaran si guru killer tersebut. Berbagai macam tipe guru itu tujuannya sama, mereka ingin muridnya pintar dan menghormati orang lain. Hanya cara mengajarnya saja kok yang mengerikan. 

melakukan pendekatan sebagai cara meluluhkan guru yang killer

Sekelompok siswa bersama seorang guru, sebuah pendekatan baik antara murid dengan guru, pict by canva.com

Sunners! Pokoknya kalian harus jauhi penilaian buruk terhadap guru killer di sekolah. Dengan penilaian kalian seperti itu, kalian tidak akan pernah nyaman dalam belajar. Guru yang killer dan jutek bukanlah sosok yang harus kalian takuti, justru bisa mereka adalah guru yang paling baik dan yang paling Sunners ingat ketika lulus nanti.

Jika perlakukan guru killer tersebut dengan baik, maka guru killer tersebut pun akan baik pada kita dan belajarnya akan terasa meyenangkan Akhirnya, kita nggak merasa takut lagi jika berhadapan atau bertemu dengannya.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, tips belajar dan cerita cinta hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 903
Chat Now
Selamat Datang di Majalah Sunday, ada yang bisa kami bantu?