WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Jangan Stres! Ini Cara Meluluhkan Guru Yang Jutek Dan Killer

Setiap manusia diciptakan dengan sifat dan karakteristik yang berbeda-beda. Begitupun sifat dan karakteristik guru, dalam proses belajar pasti kita akan menemukan berbagai macam sifat guru yang kadang kita tidak mengerti.

Nah Sunners, kita sebagai murid wajib mempelajari dan mengenali sifat guru kita di sekolah, karena pastinya kita akan bertemu dengan mereka setiap harinya di kelas. Dari pengalaman penulis banyak banget tipe guru di sekolah, ada yang galak atau sering disebut killer, ada juga yang guru gaul, bahkan ada guru yang sifatnya menyenangkan, seperti kalau guru yang menyenangkan itu sudah masuk kenapa waktu mengalir begitu cepat, tetapi ketika guru killer yang masuk kelas waktu terasa agak lama ya Sunners. Makanya, penting buat kita tau cara menghadapi guru yang berbeda-beda butuh trik khusus. Biar tidak ada masalah dan biar kalian tidak merasa takut lagi ketika belajar, ini tips-tips pentingnya:

 

Kenali tipikal guru jutek dan killer

Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah kita harus mengenal lebih dalam lagi pribadi si guru tersebut. Supaya mudah untuk mengikuti cara-cara berikutnya. Misalnya ada guru yang tidak suka berisik di saat jam pelajaran, kita usahakan ketika si guru sedang menjelaskan kita harus tentram dan menyimak, selanjutnya apabila si guru tipikal guru yang tidak suka kotor dan sangat menyukai kerapihan. Pastikan ruangan kelas kita harus bersih ketika pelajaran si guru berlangsung. Kemudian, atribut kita harus lengkap seperti dasi dan baju jangan sampai lecek ya Sunners biar kelihatan rapi. Dan lakukan hal yang disukai oleh guru tersebut.

 

Classroom, School, Education, Learning, Lecture

 

Tidak boleh membenci guru jutek dan killer

Nah ini penting banget sunners, walaupun si guru jutek dan killer saat mengajar sebaiknya kita jangan membenci ataupun tidak hormat terhadap mereka. Kita harus tetap hormat dan berusaha mengikuti pembelajaran si guru dengan baik. Ketika kita sudah membenci guru, maka setiap pelajaran yang si guru berikan kepada kita itu tidak akan pernah masuk ke dalam otak kita. Nah makanya Sunners, kita harus tetap menghormati dan mengikuti pelajaran si guru dengan baik yaa.

 

Jangan terlihat malas di depan guru killer

Usahakan di saat pelajaran si guru killer ini kalian terlihat punya tekad untuk belajar dan berusaha mengerti. Ketika si guru memberikan pertanyaan usahakan menjawab walaupun jawaban yang kita jawab belum tentu benar. Sepengalaman ketika duduk di bangku sekolah, ketika guru killer memberikan pertanyaan kita semua pastinya terdiam dan hening. Nah ini Sunners kesempatan kalian untuk aktif ketika si guru killer memberikan pertanyaan. Berusahalah untuk menjawab pertanyaannya walaupun salah, karena se killer-killernya guru, mereka akan memberikan arahan kepada kita untuk menjawab yang benar. Jangan takut untuk dimarahi, mereka tidak akan memarahi siswa yang sudah memberanikan maju ke depan kelas untuk menjawab pertanyaan yang ia berikan. Si guru pasti akan respect terhadap kalian, bahkan kalian akan mengalahkan orang orang pintar di kelas kalian.

Drama sopan dan inisiatif ke guru killer

Pastinya setiap guru menyukai anak anak yang sopan yaa sunners, nah penting banget nih ketika kita sedang dalam pelajaran si guru killer dan jutek ini kita harus sopan. Ketika kita berpapasan di depan kelas, jangan lupa salam, senyum dan cium tangan si guru killer atau ketika lagi pelajaran jangan lupa sediakan air di depan mejanya agar si guru killer tersebut simpati terhadap kalian. Ehiya, ketika si guru selesai menulis dan ingin menghapus tulisannya di papan tulis. Pastikan kalian berinisiatif menawarkan untuk bersediah menghapus papan tulisnya. Wah, guru killer dan jutek mana yang tidak merasa senang apabila anak-anaknya inisiatif dan peduli.

 

Jangan cepat merasa tersinggung dengan kelakukan guru killer dan jutek!

Setiap kalian pasti pernah merasakan atmosfer kelas ketika guru killer dan jutek masuk kelas ya temen-temen. Rasanya kelas terasa hening dan kepala menunduk ke bawah. Kadang guru killer ketika masuk rasanya mengerikan sekali yaa sunners. Bahkan, ketika ada hal kecil saja si guru killer ini langsung marah-marah. Jangan ditanggapi atau dimasukan ke dalam hati, kita tidak perlu merasa tersinggung ataupun sakit hati. Kita maklumi saja, memang sifatnya seperti itu kita tidak bisa mengubahnya. Kita hanya bisa mencari cara untuk bisa tenang dan enjoy menghadapinya. Kita harus memperlakukannya dengan lemah lembut. 

 

Hindari penilaian buruk ke guru killer

Maksud dari penilaian buruk yaitu ubah mindset kita terhadap guru killer tersebut, misalkan orang lain berfikir kalau guru tersebut galak, omongannya nyakitin, dan menakutkan. Kalian bisa ubah dan anggap guru killer itu sosok guru yang asik, penuh tantangan, dan baik. Niscaya kamu akan asik dalam mengikuti pembelajaran si guru killer tersebut. Berbagai macam tipe guru itu tujuannya sama: ingin muridnya pintar dan berprestasi. Cuma cara dia mengajar aja kok yang mengerikan, tapi itu juga supaya muridnya belajar dengan benar. Justru seru loh, kalo kamu jadikan tantangan. Misalnya pas kamu dapat nilai jelek di mata pelajarannya, kamu bilang ke dia bakal belajar lebih giat lagi, lalu berhasil membuktikannya. Pasti dia juga akan mengubah penilaian buruknya tentang kamu menjadi baik.

 

 

Sunners! pokoknya kamu harus jauhi penilaian buruk terhadap guru killer di sekolah, karena dengan penilaian kamu seperti itu kamu tidak akan pernah nyaman dalam belajar. Karena se-killer dan jutek apapun guru di sekolah, kalau kamu tau cara menghadapinya. Dia bukanlah sosok yang harus kamu takuti, melainkan bisa jadi guru yang paling baik kepada kamu. 

 

 

Jika kita terus perlakukan guru killer tersebut dengan baik, maka guru killer tersebut pun akan baik pada kita dan kita pun menjadi nyaman deh. Akhirnya, kita nggak merasa takut lagi, jika berhadapan atau bertemu dengannya dan kita pun dapat bersahabat dengan guru killer tersebut. Tunjukkanlah rasa kasih sayang kita kepadanya.

 

Penulis : Elsa Riyana | Politeknik Negeri Media Kreatif

Leave A Comment