WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Jack The Ripper: Pembunuh Berantai yang Guncang Kota London

Pembunuhan merupakan perbuatan manusia paling kejam, serta paling dikecam di seluruh dunia. Nama Jack the Ripper termasuk ke dalam salah satu daftar kasus pembunuhan paling terkenal di seluruh dunia yang dimana sosok asli pembunuh berantai ini masih misterius.

Kasus pembunuhan Jack the Ripper dimulai pada 31 Agustus 1888, yang dimana ditemukan mayat seorang wanita dengan tenggorokan yang dirobek dan perutnya yang dimutilasi, berada di Kawasan Whitechapel Kota London. Dalam kurun waktu 3 bulan setelah kejadian yang dinamai “Autumn of Terror” tersebut, 4 wanita lainnya dari kawasan yang sama juga mengalami nasib mengerikan.

Pembunuhan tersebut mengejutkan seisi Kota London, banyak masyarakat yang ketakutan menuntut diungkapnya siapa dalang dibalik pembunuhan mengerikan tersebut. Banyak investigasi dilakukan, namun semuanya berakhir dengan tangan kosong dan hanya menimbulkan lebih banyak pertanyaan.

  • Wanita Whitechapel

Para korban dalam kasus Ripper semuanya merupakan para wanita yang berasal dari Kawasan Whitechapel yang merupakan kawasan miskin dari Kota London, mereka terikat dalam siklus kemiskinan, kekerasan, pengabaian, dan kecanduan narkotika. 

Bahkan untuk tidur saja, para wanita di kota tersebut akan membayar beberapa uang receh di beberapa penginapan umum atau bahkan bekerja sebagai PSK demi menghindari tidur di jalanan yang dingin. Para wanita ini juga tidak memiliki keluarga, mereka adalah para janda yang ditinggal oleh suami mereka. Mereka juga terjerat dalam kecanduan berat dengan alkohol, bahkan menurut laporan dari saksi mata 4 dari 5 korban dalam kasus Ripper di malam kematiannya mereka terlihat sedang mabuk.

Sendirian, tunawisma, serta kekurangan perlindungan menyebabkan para wanita ini sangat rentan terhadap kekerasan terlebih lagi keadaan mereka yang sedang mabuk membuat sulit untuk mempertahankan diri.

  • Para Korban Jack the Ripper

Dimulai dari korban pertama bernama Mary Ann Nichols (43 Thn), ditemukan pada dini hari tanggal 31 Agustus 1888. Mary Ann Nichols ditemukan dengan kondisi tenggorokan yang dirobek dan perut yang dimutilasi. Mary Ann Nichols juga dikenal dengan nama Poly, ia merupakan anak dari seorang pandai besi, ia besar di lingkungan miskin dan ketika ia menikah suaminya meninggalkan dia sehingga ia harus mencari makan dengan kerja dirumah-rumah, prostitusi, dan pencuri kecil.

Korban kedua bernama Annie Chapman (45 Thn) yang dibunuh selang seminggu setelah pembunuhan pertama. Annie Chapman merupakan seorang wanita janda yang ditemukan pada pagi hari sebelum jam 6 di sebuah halaman di Hanbury Street pada tanggal 8 September 1888. Kondisi mayat Annie Chapman sama dengan yang terjadi terhadap Mary namun beberapa organ tubuh Annie dilaporkan menghilang.

Di penghujung bulan September pembunuhan korban ketiga dan keempat terjadi dalam satu malam yang sama, Elizabeth Stride (45 Thn) dan Catherine Eddowes (46 Thn). Korban terakhir dilaporkan dibunuh pada 9 November 1888, mayat seorang wanita bernama Mary Jane Kelly (25 Thn) ditemukan termutilasi secara brutal dan mengerikan di sebuah penginapan di Miller’s Court.

  • Investigasi

Dari awal penyelidikan para penyelidik sudah dibingungkan dengan kasus Ripper ini, hal yang diketahui secara pasti adalah pembunuh beraksi seorang diri dan hanya membunuh wanita, serta fakta bahwa kelima korban merupakan wanita prostitusi yang berasal dari kelas bawah dan tinggalnya tidak lebih dari ¼ mill satu sama lain, lalu waktu pembunuhan dilakukan setiap dini hari.

Penyelidik juga dibingungkan dengan laporan saksi mata yang tidak mendengar teriakan minta tolong, hal itu sangat tidak biasa untuk lingkungan padat penduduk. Dari semua korban, penyidik juga menemukan bahwa tidak ada satupun dari kelima korban yang menunjukan luka perlawanan seperti sayatan atau memar. Para penyidik juga hanya memiliki satu laporan saksi mata mengenai sosok Jack The Ripper ketika seorang wanita melihat Annie Chapman ditemani oleh orang asing berbadan sedang terbungkus jubah gelap, dini hari pada tanggal 8 September 1888.

Aspek lain dari kasus pembunuhan Ripper ini bahwa pembunuh menggunakan pisau dan juga mahir dalam otonomi organ manusia, setidaknya 3 dari 5 korban ditemukan dengan beberapa organ dalam yang hilang. Daya tarik kasus ini semakin naik setelah tanggal 27 September 1888 ketika kantor berita serta kantor polisi menerima pesan surat dari yang mengaku si pembunuh yang berisi ejekan kepada polisi serta pesan yang bertuliskan “Saya suka pelacur dan saya tidak akan berhenti merobek mereka sampai saya benar-benar tertekuk” 3 hari kemudian mayat Elizabeth Stride dan Catherine Eddowes ditemukan.

Banyak yang percaya bahwa surat itu hanyalah tipuan namun tanda tangan “Jack the Ripper” seolah memberi nama kepada pembunuh tak dikenal ini, ratusan surat terus menyusul dan kebanyakan hanyalah tipuan, beberapa terlihat asli dari sang pembunuh yang dimana di dalam suratnya terdapat sepotong daging ginjal manusia yang diduga berasal dari salah satu korban.

  • Teori 

Selama kasus Jack the Ripper tetap terbuka, banyak teori mengenai siapa sosok sebenarnya dari Jack the Ripper ini, beberapa orang bahkan sampai berkumpul dan membentuk organisasi bernama “Ripperology” yang berfokus pada penelitian mengenai kasus Ripper dan teori-teori dibaliknya.

Para “Ripperology” ini j sudah mengumpulkan berbagai tersangka mulai dari anggota keluarga kerajaan,  dokter bedah, anggota sekte hitam, agen rahasia rusia, pembunuh berantai dari Amerika yang pindah, penyihir Ratu Victoria hingga penduduk Whitechapel itu sendiri, namun semuanya tidak memiliki bukti yang cukup untuk menutup kasus ini.

Penulis: Sultan, SMKN 67
Editor: Syahfira, Politeknik Negeri Media Kreatif

 

Leave A Comment