WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Ingin Terhindar dari Pergaulan Bebas? Intip Tipsnya!

Masa remaja itu masa-masa yang bakalan sulit untuk dilupakan di masa mendatang, setuju nggak Sunners?

Di masa ini kita sedang seru-serunya mencari jati diri, bertindak sesuka hati, dan bergaul dengan teman di sana-sini. Masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, sering juga dikenal dengan masa-masa labil. Di usia ini kita nggak mau lagi digolongkan sebagai anak-anak karena merasa sudah besar, kita juga enggan digolongkan sebagai orang dewasa karena mentalnya jauh dari kata kuat.

Masa remaja ibarat highlight dalam kehidupan kita. Tapi kalian sadar nggak sih kalau pergaulan remaja nggak sekali duakali dicap buruk sama masyarakat? ada istilah Pergaulan Bebas yang berkembang di masyarakat. Pergaulan Bebas itu pergaulan yang melenceng dari norma, bisa juga dibilang pergaulan yang lepas dari kendali. Nah, kali ini Sunday bakal membahas tips supaya diri kita bisa terhindar dari pergaulan bebas.

Pertama, kenali diri sendiri

Ngomongin pergaulan, kalian setuju nggak kalau poin yang paling penting itu adalah soal kenyamanan? Kita bisa awet berteman dengan kawan, berbagi cerita, berbagi tawa, itu disebabkan karena kita merasa nyaman dan cocok dengan teman-teman kita. Nah, supaya kita bisa merasa nyaman dengan seseorang, kita harus mengenali diri kita sendiri terlebih dahulu kan? Kita harus tau apa maunya diri kita, kita ini tipe orang yang seperti apa sih, cocok apa nggak kalau berteman dengan tipe orang yang seperti A atau B. Kalau sudah tahu, kita bisa mencari teman yang satu frekuensi dengan diri kita sehingga ke depannya bisa merasa nyaman.

Kedua, mengisi waktu luang dengan melakukan hobi

Karena sudah mengenali diri kita sendiri, tentunya kita tahu apa saja kegiatan yang disukai. Kegiatan-kegiatan itu dapat kita lakukan untuk mengisi waktu luang. Apalagi sekarang dalam keadaan new normal atau kenormalan baru yang membuat kita belum bisa dengan leluasa beraktivitas di luar rumah. Jadi, bagi kalian dengan hobi yang bisa dilakukan di dalam rumah seperti memasak, membaca, menonton, menggambar, dan menulis, kalian bisa memanfaatkan waktu karantina ini untuk mengasah hobi, lho! dari pada bepergian di luar rumah tanpa tujuan yang jelas kan?

Ketiga, bergabung dengan organisasi atau menjadi volunteer

Mengisi waktu luang dengan melakukan hobi dan kegiatan lainnya yang disukai itu memang seru, tapi Sunners juga harus nyoba nih bergabung dengan organisasi di sekolah atau di luar sekolah dan menjadi volunteer di acara-acara tertentu. Selain bisa menambah pengalaman, kita juga bisa menambah teman baru lewat mengikuti organisasi dan menjadi volunteer, lho! Ketika kita disibukkan dengan tugas dari organisasi dan volunteer, kita jadi bisa menolak ajakan teman untuk nongkrong-nongkrong yang nggak jelas.

Keempat, ketahui mana yang baik untuk diri

Sudah memasuki masa remaja, kita juga harus belajar supaya bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk untuk diri kita sendiri. Kembali lagi ke poin pertama, kita harus tau terlebih dahulu tentang karakter diri kita. kalau kita melakukan tindakan A, apa untungnya buat kita, kalo kita melakukan tindakan B kira-kira apa dampak yang kemungkinan bisa terjadi. Setelah tau apa dampak positif dan negatif dari sebuah tindakan, kita jadi bisa berpikir dua kali sebelum berlaku gegabah.

Kelima, menanamkan nilai-nilai keagamaan

Nah, tips terakhir dari Sunday untuk para Sunners supaya terhindar dari pergaulan bebas adalah menanamkan nilai nilai keagamaan. Kalau kalian sudah menanamkan nilai-nilai keagamaan, pasti dari dalam diri tidak akan ada kemauan untuk melakukan kegiatan yang dapat merugikan diri kalian sendiri.

 

Beberapa tips dari Sunday di atas bisa dilakukan supaya kita tidak terjerumus ke lingkar pergaulan yang bisa merugikan dan menghancurkan masa remaja kita lho, Sunners. Intinya dalam bergaul itu sebisa mungkin yang membuat kita merasa nyaman, jangan sampai di dalam pergaulan itu kita merasa bukan menjadi diri kita sendiri dan hanya ikut-ikutan biar dianggap keren, ya!

 

Oleh: Siti Hutami Mahmudah, Universitas Negeri Jakarta

Leave A Comment