Majalah Sunday

Hubungan Backstreet,
Jalan Pintas untuk Kaum Strict Parents

Diana Febrian Dika – Universitas Airlangga

Kaum strict parents tapi pengen uwu kayak di drama korea? Hubungan backstreet solusinya. Hubungan backsreet identik dengan gaya pacaran yang dirahasiakan. Jadi, biasanya hanya orang yang menjalaninya aja yang tahu. Yah, ala-ala dating idol Kpop gitu, deh.

Tapi, sebenernya apa sih makna backstreet? Sunners, temukan jawabannya pada artikel kali ini. Bukan hanya membahas pengertian backstreet, tapi juga kelebihan, dampak, dan tips biar hubungan backstreet kamu langgeng. Check it out!

Arti Pacaran Backstreet

Istilah backstreet sempat populer di awal tahun 2000-an. Walaupun secara harfiah kata ini bermakna ‘jalan belakang’, tetapi pada bahasa gaul backsreet artinya pacaran diam-diam atau hubungan rahasia. Gaya pacaran yang serba tertutup ini seringkali melelahkan bagi pihak yang menjalani.

Pasalnya, kamu harus jago atur strategi biar nggak ketahuan pacaran di depan publik. Tapi, di sisi lain cara ini menjadi jalan pintas yang banyak diambil oleh kaum stritc parents. Ya meskipun harus tahan buat nggak minta dianter jemput sama pacar depan rumah, sih.

Kelebihan Backstreet

1. Bersifat Rahasia

Kaum stritc parents seringkali dituntut untuk serius mengejar pendidikan dan fokus berprestasi. Oleh karena itu, pacaran biasanya menjadi larangan keras dari ortu. Dengan menjalin hubungan backstreet, kamu bisa patuh kepada mereka tanpa melewatkan masa teenage love. Eits, kamu juga bisa membuktikan pada keluarga bahwa kamu mampu membagi waktu antara pacaran dan masalah pendidikan. Sehingga, punya pacar tidak menjadi penghalang untuk kamu tetap berprestasi.

2. Jauh dari Gosip

Orang yang menjalin hubungan backstreet hampir tidak pernah menjadi bahan gosip dan omongan orang lain. Apalagi ketika berpacaran dengan seseorang yang tergolong populer, hubungan diam-diam ini sangat wajar dilakukan.

Jauh dari gosip dan hubungan ang tersembunyi tersebut menciptakan keintiman lebih dalam dengan pasangan. Tanpa ada gangguan dari pihak luar, omongan-omongan menyakitkan, dan gosip miring dari orang lain membuat mereka memiliki ruang untuk fokus memahami satu sama lain. Hal ini dapat memperkuat koneksi emosional dan membangun fondasi yang kokoh untuk hubungan jangka panjang.

3. Lebih Bebas

Hubungan backstreet seringkali memberikan ruang kebebasan dengan pasangan. Kamu dan doi bisa lebih fleksibel dalam menjalin hubungan tanpa terkekang ekspektasi atau batasan dari orang lain. Hubungan kamu juga tidak akan ‘disetir’ oleh tren bucin di sosial media. Tak jarang tren bucin justru menjadi bumerang karena salah satu pihak menuntut pasangannya untuk membuat tren tersebut. Hal ini akan menumbuhkan rasa spontanitas serta saling pengertian satu sama lain.

4. Tidak Repot Hapus Foto

Saat putus dengan pasangan, kamu nggak perlu repot-repot meluruskan perihal alasan kalian mengakhiri hubungan. Nggak perlu juga mendapat ejekan dari teman di tongkrongan. Apalagi menghapus semua foto bucin selama ini yang banyak diumbar di media sosial.

Tapi nggak enaknya, kamu terbatas untuk curhat ke teman waktu galau setelah putus. Alias kalau putus ya, hanya kamu, doi, dan Tuhan yang tahu.

Dampak Backstreet

Meski terlihat seru dan menyenangkan, hubungan backstreet juga membawa sejumlah dampak negatif yang perlu menjadi pertimbangan sebelum kamu memutuskan menjalin hubungan diam-diam seperti ini.

1. Mudah Renggang

Hubungan backstreet biasanya tidak diketahui oleh lingkungan sekitar. Hal ini dapat menimbulkan trust issue antara kamu sama doi. Pasalnya, kamu harus senantiasa menahan perasaan cemburu. Perasaan tersebut lambat laun akan menjadi bom waktu yang siap meledak.

Dalam banyak kasus, hubungan backstreet banyak yang berakhir singkat karena terbatasnya mengungkapkan emosi dan kecemburuan terhadap pasangan di depan publik. Ditambah lagi, pasangan yang menjalani hubungan backstreet kadangkala merasa kurang diakui sebagai kekasih, sehingga menurunkan harga diri mereka.

2. Rentan Kebohongan

Menjalani hubungan backstreet biasanya melibatkan kebohongan kepada orang terdekat. Kebiasaan berbohong ini dapat mengurangi kepercayaan dan menimbulkan rasa tidak jujur yang terpupuk menjadi perasaan bersalah.

3. Kurangnya Dukungan Sosial

Dukungan dari keluarga dan teman dekat sangat penting dalam suatu hubungan. Hubungan backstreet membatasi kamu untuk mendapatkan dukungan tersebut. Saat mengalami kesulitan dalam hubungan, kamu nggak bisa berbagi kesedihan baik ke keluarga maupun teman terdekat.

4. Menurunkan Komitmen

Kurangnya keterbukaan kepada orang lain dapat membuat kamu dan doi ragu untuk berkomitmen jangka panjang karena tidak yakin apakah hubungan ini akan disetujui atau diterima oleh orang lain. Selain itu, menjalani hubungan secara diam-diam dapat menimbulkan rasa tidak pasti dan keraguan tentang masa depan hubungan. Nggak menutup kemungkinan, kamu akan bertanya-tanya apakah hubungan ini benar-benar serius atau hanya sementara untuk mengisi waktu gabut? Pacaran tapi kok nggak rasa pacaran?

Apakah Kamu Cocok dengan Hubungan Backstreet?

Hubungan backstreet memang menawarkan kedekatan dan privasi yang menarik bagi sebagian orang. Namun, hubungan ini juga memiliki beberapa kekurangan dan dampak negatif yang tidak kalah merugikan.

Sebelum memilih jalan ini, penting untuk melakukan diskusi terbuka dan jujur sama doi kamu tentang tujuan, ekspektasi, dan potensi risiko yang akan dihadapi. Pertimbangkan kebutuhan emosional dan dukungan sosial juga selama menjalin hubungan.

Kenali perbedaan cinta dan obsesi.
Kenali perbedaan cinta dan obsesi.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, tips belajar dan cerita cinta hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 22
Chat Now
Selamat Datang di Majalah Sunday, ada yang bisa kami bantu?