Majalah Sunday

Guru BK, Membimbing
atau Membuat Bingung?

Penulis: Olivia Ellena – Majalahsunday
Editor: Nur Amalina Husna 

Siapa yang pernah konsul sama guru BK tapi bukannya dapat pencerahan soal masa depan akademikmu, malah tambah bingung atau jengkel. Mimin ngobrol bareng salah satu siswa yang punya pengalaman sama guru BK dan tentunya biar seimbang, ngobrol langsung juga sama salah satu guru BK aktif di sebuah sekolah di Banten. Kuy, simak!

Guru BK adalah

Guru BK adalah guru bimbingan dan konseling yang bertugas membantu siswa dalam mengembangkan diri secara akademik dan non-akademik. Mereka memberikan bimbingan dan konseling kepada siswa dalam pemilihan jurusan atau karir, mengatasi masalah pribadi seperti emosi dan sosial, serta melaksanakan kegiatan pengembangan diri. Guru Bimbingan Konseling juga bekerja sama dengan guru dan orangtua untuk mendukung perkembangan siswa secara holistik. Mereka juga memberikan informasi tentang program beasiswa, peluang pendidikan, dan pelatihan di luar sekolah. Intinya, guru BK adalah sosok yang siap membantu dan mendampingi siswa dalam menghadapi berbagai masalah dan mempersiapkan mereka untuk masa depan yang lebih baik.

Keluhan seputar guru BK beberapa waktu sempat viral di Twitter, dengan sejumlah contoh perbincangan sebagai berikut:

keluhan pada guru BK

Keluhan yang dialami siswa terhadap guru BK di sekolahnya, pict by twitter

Guru BK tugasnya apasih?

“Hai kak, saya ingin meminta solusi terkait situasi saya. Saya saat ini berada di kelas 11 SMK jurusan DKV, namun semakin ke sini, saya merasa semakin tidak kuat untuk melanjutkannya karena tidak sesuai dengan passion saya. Saya sudah merasa salah memilih jurusan sejak kelas 10, namun pada saat itu saya berpikir bahwa saya bisa menjalaninya hingga selesai. Namun, kenyataannya tidak semudah itu. Sejak kelas 10, saya merasa tidak betah dan setiap hari selalu berpikir untuk pindah. Sekarang, di kelas 11, saya merasakan hal yang sama bahkan semakin berat. Saya merasa kasihan kepada orangtua saya jika harus pindah, karena takut merepotkan mereka. Saya ingin pindah sekolah dan jurusan, apakah itu mungkin? Namun, saya tidak ingin mengulang dari kelas 10. Bagaimana sebaiknya saya menghadapinya, kak?

Saya sudah mencoba untuk mencintai jurusan yang saya jalani sekarang, tetapi tetap saja sulit. Saya semakin merasa tertekan dan tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Setiap kali pulang sekolah, saya selalu menangis dalam keheningan. Saya pernah menceritakan sedikit masalah ini saat pelajaran BK dan guru saya bertanya kepada setiap murid tentang kenyamanan mereka di sekolah ini. Guru BK menyarankan saya untuk tetap melanjutkannya, karena nantinya pasti akan merasa nyaman. Namun, saya masih merasa bingung bagaimana menghadapinya.”

Nah itu dia salah satu curhat siwa yang masuk ke nomor WA redaksi MajalahSunday.com. Apakah kamu juga punya pengalaman serupa, di mana masalah sekolah udah bikin penat namun ketika curhat sama guru, nggak dapat solusi atau atensi yang pas?

Tugas guru BK secara formal

Jadi bertanya-tanya nggak sih, emang apa tugas sesungguhnya guru BK? Guru bimbingan konseling tuh tugasnya kayak jadi temen curhat buat kita, tapi lebih profesional gitu. Mereka bantu kita dalam mengembangkan diri, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Kalo kita bingung mau ambil jurusan atau karir apa, mereka juga bisa kasih saran dan bimbingan. Kalo lagi ada masalah pribadi, seperti masalah emosi, sosial, atau pelajaran, kita bisa cerita sama mereka dan mereka bakal kasih konseling atau nasehat. Mereka juga bisa bantu kita dengan pelatihan keterampilan sosial, pengelolaan waktu, dan cara mengatasi stres. Intinya, mereka ada buat bantu kita jadi lebih baik dan siap menghadapi masa depan.

Secara formal, tugas-tugas utama guru Bimbingan Konseling antara lain:

  • Membantu siswa dalam mengembangkan potensi diri, baik secara akademik maupun non-akademik.
  • Memberikan informasi dan pembimbingan dalam pemilihan jurusan atau karir yang sesuai dengan minat dan bakat siswa.
  • Memberikan konseling individual kepada siswa yang mengalami masalah pribadi, seperti masalah emosional, sosial, atau akademik.
  • Mengadakan kegiatan pengembangan diri, seperti pelatihan keterampilan sosial, pengelolaan waktu, dan penanganan stres.
  • Melakukan observasi dan evaluasi terhadap perkembangan siswa, baik secara individu maupun kelompok.
  • Bekerja sama dengan guru dan orangtua untuk mendukung perkembangan siswa secara holistik.
  • Mengadakan program pembinaan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi siswa.
  • Menginformasikan kepada siswa tentang program beasiswa, peluang pendidikan, dan pelatihan di luar sekolah.
  • Mengarahkan dan mendukung (encourage) siswa untuk mendapatkan bantuan profesional jika terdapat gejala-gejala gangguan mental yang perlu segera ditangani lebih lanjut, misalnya ke psikolog untuk mendapatkan diagnosis terkait gejala yang muncul.

Tugas-tugas tersebut bertujuan untuk membantu siswa dalam menghadapi berbagai masalah dan mempersiapkan mereka untuk masa depan yang lebih baik.

Peran Guru BK di Kurikulum Merdeka

Dalam Kurikulum Merdeka, guru BK lebih fokus pada pengembangan potensi diri siswa secara holistik. Mereka berupaya untuk membantu siswa mengenali minat, bakat, dan kekuatan mereka sendiri. Guru ini juga berperan dalam membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial, kepemimpinan, serta sikap positif terhadap diri sendiri dan lingkungan.

Selain itu, guru BK di Kurikulum Merdeka juga bekerja sama dengan tim pendamping siswa, yang terdiri dari guru-guru lain dan orang tua, untuk mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh. Mereka berperan dalam mendesain program pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa, serta memberikan dukungan dalam mengatasi tantangan dan masalah yang dihadapi siswa.

Dalam Kurikulum Merdeka, guru Bimbingan Konseling juga berperan dalam memfasilitasi siswa dalam mengembangkan proyek-proyek belajar yang relevan dengan minat dan bakat mereka. Mereka membantu siswa dalam mengidentifikasi topik atau masalah yang ingin mereka teliti atau eksplorasi, serta memberikan bimbingan dalam proses penelitian atau pengembangan proyek tersebut.

Secara keseluruhan, perbedaan utama guru BK di Kurikulum Merdeka adalah pendekatan yang lebih holistik dan fokus pada pengembangan potensi siswa secara menyeluruh, serta kerjasama dengan tim pendamping siswa untuk mendukung perkembangan mereka.

Yuk, Ngobrol Langsung dengan Guru BK

Yuk simak obrolan dengan Ms. Tabita, salah satu guru BK di sebuah sekolah swasta Jabodetabek:

Saat aku duduk di bangku SMA, aku sempat bingung memilih jalur masuk ke perguruan tinggi. Ada tekanan dari sekolah agar banyak siswa yang lolos melalui SNMPTN. Meskipun tak ingin melalui jalur SBMPTN (agar tak perlu belajar ekstra), aku sadar bahwa memilih jurusan bukan hal yang sepele. Akhirnya, aku memutuskan untuk memilih Psikologi, jurusan yang selaras dengan passionku.

Di SNMPTN, aku menemukan dua universitas negeri yang menawarkan jurusan Psikologi. Universitas A di bawah Fakultas Kedokteran, yang artinya khusus untuk lulusan IPA, dan satunya di bawah Fakultas Sosio-Humaniora yang terbuka untuk lulusan IPS. Karena latar belakangku dari IPA, sebenarnya memilih yang pertama lebih masuk akal. Namun, intuisiku menarikku ke universitas kedua. Aku bingung, minta saran ke guru BK. Dia bilang “Mbak, kalo gini masuk aja universitas A kan dirimu dari jurusan IPA.”

Keputusan akhirku adalah masuk universitas B yang memiliki Fakultas Psikologi tersendiri dan berada di luar kota. Meski memiliki universitas swasta sebagai pilihan cadangan, aku percaya tak ada salahnya memilih universitas swasta jika memang sesuai dengan hati dan kapabilitas finansial.

Aku berhasil menyelesaikan studiku dengan baik. Penting untuk dipahami bahwa ketika seseorang memutuskan mundur dari universitas yang telah diterima, ini bisa mempengaruhi kesempatan adik kelasnya nanti. Jadi, jika merasa tak cocok dengan jurusan yang dipilih, sebaiknya bicarakan dengan orang tua untuk mencari solusi terbaik.

Tantangan menjadi guru BK

Hari ini, aku sudah menjadi seorang guru BK dengan latar belakang S1 Psikologi dan S2 Konseling. Menjadi guru BK ternyata sungguh bukanlah hal yang mudah. Sebagai contoh, jika ada siswa yang menghadapi kesulitan belajar, kita harus menggali lebih dalam untuk mencari faktor penyebabnya. Dosenku dulu bilang, 10 siswa itu bukan 10 masalah, bisa lebih karena 1 siswa itu bisa punya lebih dari 1 masalah.

Jadi guru BK itu tantangannya banyak, karena idealnya 1 guru BK itu menangani maksimal 150 anak, mentok banget 200. Belum lagi kalau case-nya banyak. Satu orang mikirin 200 orang, klenger juga. Bener sih kalo dibilang guru BK pikirannya banyak. Satu jenjang sekolah siswa bisa sejumlah 300-400an.

Sebagai guru Bimbingan Konseling, kita harus bisa membimbing dan membantu siswa mengenali kapasitas diri mereka. Ini akan membantu mereka dalam mengambil keputusan terkait masa depan. Meski memilih jurusan sesuai passion, tantangan akan selalu ada. Sebagai contoh, meski memilih Psikologi dengan harapan tak ada matematika, ternyata ada mata kuliah Statistik di semester pertama!

Aku, sebagai guru BK yang baru, terus belajar dari para senior untuk lebih mendekati siswa dan berkomunikasi dengan orang tua mereka. Kita harus selalu mengingatkan siswa bahwa mereka memiliki potensi dan mampu menghadapi berbagai tantangan.

Tips dari guru bimbingan konseling

Mengingat dulu aku hampir dibuat tersesat sama guru BK di sekolahku dulu, tipsku teman-teman di sekolah jangan ragu untuk tetap coba konsultasi sama guru Bimbingan konseling. Jika mengalami jalan buntu, kalian bisa mencoba berkonsultasi dengan guru mata pelajaran yang kalian minati atau orang dewasa lainnya yang bisa kalian percayai. Jujur, ironis jika opsi kedua yang lebih banyak dipilih (meskipun tidak sepenuhnya salah), karena peran guru Bimbingan konseling dalam membimbing para murid–sesuai namanya–jadi makin dipertanyakan. Lebih sedihnya lagi adalah ketika guru BK memilih diam jika ada siswa yang membutuhkan kehadirannya, atau mempermalukan, menyalahkan, menghakimi mereka, dll. Sekarang ini sistem Bimbingan konseling diarahkan terus, kok, untuk bikin siswa lebih produktif, lebih kenal diri sendiri dan kapasitasnya. Inilah modal besar kamu untuk mengambil keputusan terkait masa depan. 

Jadi, bagi kalian yang masih bingung memilih jalur atau jurusan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan guru BK di sekolahmu. Mereka ada untuk membantu dan membimbingmu!

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, tips belajar dan cerita cinta hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 300
Chat Now
Selamat Datang di Majalah Sunday, ada yang bisa kami bantu?