WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Guilt Trip: Rasa Bersalah Karena ‘Beban’ Keinginan Orang Lain

“Kalo kamu cinta sama aku harusnya kamu lebih mentingin aku daripada hobi kamu.”
“Aku gak mau putus. Kalo kita putus, aku bakal nyakitin diri aku sendiri.”
“Aku cuma minta bantuan sekali ini aja kok kamu kayak keberatan banget? Padahal kemarin-kemarin aku sering bantuin kamu.”

Hai Sunners! Pernah dengar atau justru kamu pernah ngucapin salah satu dari tiga kalimat di atas? Kalimat tersebut adalah beberapa contoh dari sekian banyak kalimat yang sering dilontarkan oleh orang yang melakukan guilt trip. Ternyata guilt trip ini sering kita alami atau tanpa sadar kita lakukan di kehidupan sehari-hari. Sebenarnya apa sih guilt trip itu?? Yuk kita bahas lebih lanjut.

Hampir mirip dengan gaslighting yang pernah dibahas di artikel sebelumnya, guilt trip juga merupakan sebuah teknik ‘manipulasi’ emosi yang dilakukan seseorang untuk membuat orang lain merasa bersalah karena tindakannya tersebut. Dan sama seperti gaslighting, guilt trip sering terjadi diantara individu yang memiliki kedekatan satu sama lain seperti pada hubungan percintaan, pertemanan, bahkan keluarga. Bedanya, pada guilt trip ini tujuan yang paling umum yaitu agar orang lain mau menuruti keinginannya.

Lalu kenapa ya seseorang bisa melakukan guilt trip daripada menyampaikan keinginannya dengan cara positif? Selain karena ‘manipulasi’ emosi dianggap paling efektif supaya orang menurutinya, seseorang melakukan guilt trip karena beranggapan jika dia menyampaikan keinginannya dengan cara positif orang lain akan menyanggahnya dan dia juga takut jika pada akhirnya kalah berargumen sebab orang yang melakukan hal ini juga biasanya memiliki ego yang tinggi sehingga dia lebih ingin didengar daripada mendengar, dan alasan lainnya yaitu karena rasa frustasi yang muncul akibat kesalahan orang lain yang tidak bisa dia ungkapkan yang akhirnya malah ‘dilempar’ ke orang terdekatnya.

Seperti contoh kalimat di atas, orang yang melakukan guilt trip biasanya menggunakan tiga cara ini agar keinginannya terpenuhi.
1. Membuat orang lain merasa bersalah dan bertanggung jawab.
2. Mengungkit hal baik yang telah dilakukannya.
3. Melakukan tindakan negatif, seperti mengancam, menyindir, sampai silent treatment.

Tetapi jangan khawatir, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan jika kamu mengalami guilt trip yaitu:
1. Membuat batasan atau menjauh sementara dari orang yang melakukan guilt trip, jangan gegabah dalam merespon tindakannya karena jika kamu gegabah itu hanya akan memperparah situasi dan fatalnya kamu bisa melakukan guilt trip back tanpa kamu sadari.
2. Saat kamu sedang membuat batasan, kamu juga bisa merenungi apakah itu benar-benar kesalahanmu atau malah kesalahan orang lain yang membuat orang yang melakukan guilt trip jadi ‘melempar’ kesalahannya ke kamu.
3. Jika ternyata itu bukan kesalahan kamu, setelah situasi kondusif kamu bisa melakukan deep talk dengan orang yang melakukan guilt trip. Karena tak jarang orang yang melakukan guilt trip ini sebenarnya memiliki rasa frustasi yang terpendam atau tidak bisa menyampaikan keinginannya secara jelas dan positif sehingga akhirnya dia melakukan guilt trip baik secara sengaja ataupun tidak sengaja.

Nah, itu dia penjelasan singkat mengenai guilt trip, alasan seseorang melakukan guilt trip dan cara seseorang melakukan guilt trip yang tentunya tidak boleh kamu tiru. Rasanya memang gak nyaman jika harus merasa bersalah karena ‘beban’ keinginan orang lain. Apalagi jika dia ‘melempar’ kesalahan yang sebenarnya bukan kesalahanmu. Oleh karena itu, Mimin juga memberi beberapa cara yang bisa kamu lakukan jika kamu sedang mengalami guilt trip. Jika akhirnya kamu merasa hubunganmu dengan orang yang melakukan guilt trip ini lama-kelamaan menjadi hubungan toxic dan merugikan dirimu, jangan ragu buat memutuskan hubunganmu dengan dia ya, Sunners! Karena memiliki mental yang sehat itu juga tidak kalah penting di samping memiliki fisik yang sehat.

Alda Alviani
Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta

Leave A Comment