Majalah Sunday

Generalist vs Specialist, Kamu yang Mana?

Penulis: Afindi Ranika Dewi – UNJ

Sunners, pernah dengar istilah generalist dan specialist? Kedua istilah ini biasanya lebih akrab terdengar di lingkungan kerja, tapi sebenarnya udah bisa dikenali sejak remaja, lho. Emang apa sih, generalist dan specialist itu?

Generalist, seperti namanya, adalah orang yang memiliki kemampuan di berbagai bidang, mereka juga punya banyak ketertarikan dan hobi. Remaja umumnya seorang generalist, karena usia kita merupakan masa eksplorasi. Ikut banyak kegiatan ekstra, menyukai berbagai pelajaran, dan mengikuti macam-macam les.

Sementara itu, specialist diartikan sebagai orang yang memiliki pengetahuan mendalam di suatu bidang tertentu. Keterampilan yang mereka miliki sangat spesifik dan biasanya hasil ditekuni setelah beberapa lama. Kalau kamu merasa ‘hanya’ tertarik di satu kegiatan atau pelajaran, kemungkinan besar kamu bisa jadi specialist di bidang tersebut selama kamu menekuninya.

Lalu, manakah yang lebih baik, jadi generalist atau specialist?

Pros and cons jadi generalist

Generalist vs Specialist, generalist si serba bisa

Generalist, si serba bisa, pict by freepik.com

Para generalist biasanya adalah orang-orang yang mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Meskipun keterampilan mereka mungkin nggak spesifik, generalist menguasai pengetahuan dasar berbagai bidang. Dalam sebuah organisasi, generalist cocok menjadi pemimpin karena bisa melihat gambaran besar suatu kasus dan menemukan masalah. Generalist juga jago multitasking dan bagus dalam kerja sama.

Tapi, nggak punya keahlian khusus dan pengetahuan mendalam jadi kekurangan terbesar para generalist. Terutama karena itu akan jadi halangan bagi mereka untuk menyelesaikan tugas yang lebih khusus. Kamu mungkin bisa mengerjakan materi-materi umum matematika, ekonomi, dan kimia, tapi ketika pelajaran tersebut masuk makin dalam dan lebih advanced, kamu bakal menemukan banyak kesulitan.

Selain itu, karena generalist biasanya mengerjakan banyak tanggung jawab di berbagai bidang sekaligus, mereka rentan terhadap burnout. Berpindah-pindah antara berbagai tugas dan bidang bisa bikin capek secara kognitif, apalagi kalau nggak dibarengi dengan manajemen waktu yang baik.

Pros and cons jadi specialist

Generalist vs Specialist, specialist si paling bisa

Specialist, si paling bisa, pict by freepik.com

Kebalikan dari generalist, mendalami suatu area sampai jadi sangat ahli di bidang tersebut adalah kekuatan terbesar para specialist. Terus fokus pada satu bidang bisa bikin mereka ngerti setiap sisi dengan lebih cepat dan ngikutin perkembangan di bidang itu dengan lebih baik. Pengetahuan yang dikuasai oleh para specialist juga bisa bikin cara mereka kerja jadi lebih bagus dan cara mereka mengatasi masalah jadi lebih oke.

Nah, kekurangan jadi specialist adalah kesulitan buat nemu bidang pekerjaan lain di luar keahlian mereka, membuat karier mereka jadi lebih nggak fleksibel. Selain itu, para specialist biasanya kurang bisa beradaptasi di lingkungan baru, apalagi kalau udah terbiasa dengan satu lingkungan dan struktur kerja tertentu setiap harinya.

Tips mengembangkan diri buat generalist dan specialist!

Tips mengembangkan diri buat generalist dan specialist

Mau tipe yang mana pun kamu, harus tetap mengembangkan diri ya! pict by freepik.com

Setiap orang, baik generalist maupun specialist, tetap harus mencari cara untuk mengembangkan diri supaya nggak stagnan. Apakah cara pengembangan diri dua tipe ini sangat berbeda?

Tips pertama untuk si generalist, pertajamlah skill dasar seperti problem solving, networking skill, dan manajemen waktu. Ketiga kemampuan ini akan sangat penting, apalagi jika posisimu adalah seorang pemimpin yang dituntut untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam tim. Selain itu, kamu juga perlu mengikuti perkembangan zaman dan mempelajari topik-topik baru yang sedang tren. Misalnya, memahami penggunaan AI yang sedang berkembang akhir-akhir ini.

Untuk specialist, cara mengembangkan diri yang paling penting adalah dengan stay updated, jangan sampai ketinggalan mengikuti terobosan baru di bidangmu! Setiap tahun cabang ilmu pasti terus berkembang, penting buat kamu memahaminya karena akan membantu membuat strategimu tetap up to date dan semakin efisien. Kamu juga bisa mengikuti pelatihan, sertifikasi, dan bergabung dengan perkumpulan specialist di bidangmu untuk memperluas networking dan pengetahuan.

Nggak ada yang lebih baik antara generalist maupun specialist, keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sisanya tinggal kamu yang memutuskan sesuai dengan kemampuan dan preferensi. Jadi, gimana nih, kira-kira kamu cenderung ke generalist atau specialist?

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, tips belajar dan cerita cinta hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 90
Chat Now
Selamat Datang di Majalah Sunday, ada yang bisa kami bantu?