Majalah Sunday

Gangguan Kesehatan Mental pada Remaja

Penulis: Afifah Putri Utami – UNJ

Sunners, kamu tahu nggak sih? Remaja sebagai kelompok individu menjadi yang paling rentan terkena gangguan kesehatan mental. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor yang membuat adanya potensi mempengaruhi kesehatan mentalnya.

Biasanya, faktor dari penyebab banyaknya remaja mulai stres karena sudah adanya keinginan kuat untuk hidup mandiri, tekanan untuk menyesuaikan diri dengan teman-teman sebayanya, dan meningkatnya akses dan penggunaan teknologi. Bisa juga faktor dari lingkungan keluarga yang tidak baik dan kekerasan seksual yang telah dialami olehnya. Apakah kamu termasuk remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental, Sunners? Sudah tahu gangguan mental yang sering dialami oleh remaja itu apa saja? Jangan khawatir, artikel ini akan membantumu untuk mendapatkan informasi mengenai itu. Disimak, ya!

jenis-jenis gangguan kesehatan mental yang biasanya dialami remaja

Terdapat beberapa jenis gangguan kesehatan mental yang biasanya dialami oleh remaja, pict by canva.com

Gangguan Kesehatan Mental yang Rentan Dialami Remaja

Seperti yang sudah disampaikan di atas, remaja menjadi kelompok individu yang rentan terkena gangguan mental. Berikut jenis-jenisnya.

1. Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan merupakan masalah kesehatan mental di kalangan remaja. Ketakutan pada masa remaja paling sering disebabkan oleh perubahan penampilan, kekhawatiran terhadap citra tubuh, ketakutan tidak diterima di lingkungan sosial, dan adanya keinginan untuk hidup mandiri.

Orang-orang dengan gangguan kecemasan umumnya menunjukkan rasa malu, gelisah, mudah tersinggung, hingga mengalami stres ekstrim. Jika tidak ditangani, hal ini dapat mempengaruhi kehidupan sosial  dan aktivitas sekolah, lho.

2. Gangguan Emosi pada Perubahan Mood

Selain depresi dan kecemasan, remaja dengan gangguan emosi juga mungkin mengalami sifat mudah tersinggung, frustasi, dan marah berlebihan. Tidak hanya gejala psikis, gangguan emosi juga dapat menimbulkan gejala fisik seperti sakit perut, sakit kepala, dan mual.

Perubahan emosi dapat berdampak signifikan terhadap prestasi akademik. Andaikan remaja dengan gangguan emosi tidak segera diobati, mereka dapat mengalami gejala yang lebih parah, termasuk mengisolasi diri dari lingkungan sekitar dan pikiran untuk bunuh diri.

3. Perubahan Perilaku

Masalah perilaku anak meliputi ADHD, dengan gejala seperti kesulitan berkonsentrasi, dan gangguan tingkah laku, yang ditandai dengan perilaku mengganggu atau menantang.

Perilaku bermasalah ini juga mempengaruhi kinerja sekolah dan  menimbulkan risiko perilaku kriminal di kalangan generasi muda, seperti seseorang lebih sering berbuat kasar, bertengkar, sampai berkata yang tidak pantas kepada orang lain.

4. Gangguan Makan

Biasanya terjadi di masa remaja dan dewasa dan lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Contoh gangguan makan pada remaja antara lain gangguan makan seperti anoreksia nervosa, bulimia nervosa, dan pembatasan kalori atau makan berlebihan. Perilaku ini menimbulkan risiko gangguan kesehatan dan sering kali disertai dengan depresi, kecemasan, dan penyalahgunaan zat. Alhasil, seseorang yang makan justru akan merasakan mual bahkan kehilangan nafsu makan.

5. Psikosis (Sulit Berkonsentrasi)

Seseorang yang mengalami gejala ini akan merasakan halusinasi dan delusi. Di mana hal ini membuat mereka cenderung sulit berkonsentrasi atau memperhatikan dalam jangka waktu  lama. Akan timbul perasaan sulit untuk duduk diam dan membaca buku yang tentunya menurunkan kinerja pada perkembangan pada otak.

6. Menyakiti Diri Sendiri Hingga Bunuh Diri

Terdapat banyak faktor risiko yang menyebabkan perilaku bunuh diri pada remaja. Contohnya adalah mengkonsumsi alkohol yang berbahaya dan berlebihan, kekerasan terhadap anak, dan hambatan dalam mengakses layanan kesehatan mental. Ternyata, media sosial kini juga  menjadi penyebab utama bunuh diri di kalangan remaja.

Pasalnya, media sosial dapat memberikan banyak tuntutan pada  remaja, termasuk citra diri dan gaya hidup konsumtif. Perasaan khawatir dan cemas berlebihan tersebut dapat menimbulkan keinginan untuk menyakiti diri sendiri sebagai bentuk akumulasi dari  stres dan menyalahkan diri sendiri.

7. Gangguan Kepribadian Ambang

Terakhir, gangguan kepribadian ambang ini sering dikaitkan dengan gejala seperti tantrum, depresi, kecemasan, dan perubahan suasana hati yang parah. Individu dengan gangguan jiwa ini sangat sensitif terhadap penolakan dan rasa takut ditinggalkan sehingga  sering mencari perhatian.

Bukan hanya itu saja, mereka mungkin melakukan hal-hal impulsif, seperti melukai diri sendiri, merokok, atau melakukan hubungan seks bebas. Tanda-tanda gejala ini juga dapat dirasakan seperti kesulitan bernapas, jantung berdebar-debar, dan napas cepat yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari.

Apa Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Agar Tidak Mengalami Gangguan Kesehatan Mental?

Kesehatan mental generasi muda harus diperhatikan secara serius sebagai bagian dari perkembangan fisik dan psikologisnya. Akan adanya berbagai permasalahan bagi pembentukan sumber daya manusia (SDM) di masa depan jika gangguan mental pada remaja tidak ditangani dengan baik.

Untuk mewujudkan hubungan keluarga yang benar-benar harmonis dan sejahtera harus menjadi fokus bersama untuk mengembangkan talenta bangsa yang tangguh. Pendidikan yang baik dengan menanamkan nilai-nilai moral dan saling menghargai orang lain harus menjadi salah satu aspek penting yang dilakukan pada lingkungan keluarga dan lingkungan sekitar, agar tidak ada lagi tindakan perundungan yang berujung pada depresi.

Nah, jika gangguan kesehatan mental yang dialami oleh remaja saat ini tidak ditangani dengan baik, maka akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Karena, kitalah para remaja yang akan menjadi pemimpin bangsa. Jangan ragu untuk memperlihatkan kepedulian kita terhadap sesama, ya. Bersikap baik, saling menghargai dan tidak mudah terprovokasi agar tidak menyakiti orang, ya, Sunners!

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, tips belajar dan cerita cinta hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 61
Chat Now
Selamat Datang di Majalah Sunday, ada yang bisa kami bantu?