Majalah Sunday

Duck Syndrome, Kondisi Psikologis
yang Sering Diabaikan Pelajar

Penulis: Angelia – Universitas Bunda Mulia
Editor: Nur Amalina Husna – Universitas Kebangsaan

Halo, Sunners! Apakah kalian pernah menjumpai seseorang yang terlihat sangat menikmati hidupnya, namun siapa sangka, di balik semua ini, sebenarnya ada segudang masalah dan kegelisahan yang sedang ditutupinya? Dia selalu tampak tenang dan baik-baik saja, seakan-akan tidak memiliki tekanan apapun. Padahal sebenarnya dia merasa cemas dan tertekan. Nah, dalam ilmu psikologi, kondisi ini dinamakan sindrom bebek atau duck syndrome.

Pengertian Duck Syndrom

Duck syndrome adalah kondisi di mana seseorang dari luar tampak tenang dan baik-baik saja, namun sebenarnya dia sedang mengalami banyak tekanan dan masalah. Lalu, apa hubungannya dengan bebek? Kondisi ini disebut mirip seperti bebek yang sedang berenang, di mana di atas permukan air, bebek tampak tenang melaju ke depan, namun sebenarnya di bawah permukaan air, kakinya sedang mendayung dengan susah payah.

Duck syndrome banyak dialami oleh anak muda, seperti pelajar dan mahasiswa. Faktor penyebabnya adalah adanya tuntutan akademik dan tuntutan hidup dari lingkungan, seperti ranking yang baik, nilai atau IPK yang bagus, ekspektasi yang terlalu tinggi dari orang terdekat, sifat perfeksionis, dan pengaruh media sosial yang membuat kita cenderung membandingkan kehidupan diri sendiri dengan kehidupan orang lain. Selain beberapa faktor tersebut, masih ada kemungkinan penyebab lain yang bisa berpengaruh, tergantung kondisi yang dialami masing-masing orang.

Gejala Duck Syndrom

Meskipun kondisi duck syndrome tidak dikategorikan sebagai kondisi gangguan mental, namun ada beberapa gejala yang mungkin dialami orang yang memiliki duck syndrome, seperti:

  • Kesulitan untuk fokus dan menenangkan pikiran
  • Sering merasa gugup
  • Merasa buruk terhadap diri sendiri, percaya bahwa orang lain lebih baik dibanding diri sendiri, merasa unmotivated, dan kesepian
  • Mengalami gejala fisik, seperti mual, sulit tidur, dan tidak memiliki tenaga
  • Mengalami perubahan perilaku, seperti suka menunda-nunda pekerjaan, sering merasa gelisah, dan perubahan nafsu makan
Jika kamu atau orang-orang disekitarmu mengalami tanda-tanda berikut, maka patut diwaspadai itu merupakan gejala duck syndrome. Meski begitu, penting untuk kamu memastikan apakah hal-hal yang kamu alami tersebut merupakan gejala duck syndrome atau bukan.

Mengatasi Duck Syndrom

Jika mengalami kondisi gejala duck syndrome, cobalah untuk melakukan beberapa cara ini dalam menjaga kesehatan mentalmu:

  • Puasa media sosial untuk beberapa saat
  • Melakukan konseling dengan pembimbing akademik di sekolah atau kampus
  • Belajar mencintai diri sendiri dengan luangkan waktu untuk me time dan lakukan aktivitas yang kamu sukai
  • Cobalah untuk fokus pada diri sendiri dan berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
Cara-cara tersebut dapat membantu Sunners dalam mengatasi kondisi duck syndrome. Selain itu, masih banyak hal yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi kondisi tersebut dan disesuaikan dengan kondisimu. Jika kondisi ini telah menganggu dan merugikanmu, segera datang kepada ahli untuk mendapatkan bantuan, ya Sunners. 
Waspada Duck Syndrome bagi pelajar

Terlihat tenang padahal tidak, waspadai gejala duck syndrome, pict by canva.com

Kegiatan sekolah memang kadang banyak menyita waktu dan pikiranmu. Namun, bukan berarti hal ini bisa dijadikan alasan bagimu untuk mengabaikan kesehatan mentalmu, Sunners. Jangan terlalu keras pada dirimu. Jalani segala sesuatu ala kadarnya saja sesuai kapasitas kamu. Ingatlah bahwa tidak ada manusia yang benar-benar sempurna di dunia ini dan semua orang memiliki value-nya masing-masing.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, tips belajar dan cerita cinta hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 429
Chat Now
Selamat Datang di Majalah Sunday, ada yang bisa kami bantu?