WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Dari Perkataan menjadi Trauma

Bicara soal trauma, mimin yakin beberapa dari kalian pasti ada yang pernah merasakan hal ini. Termasuk salah satunya trauma karena hal ini…

Saya trauma dengan suara keras atau kasar, setiap mendengar ucapan dengan nada keras atau pelan tapi kasar itu saya merasa saya sedang disudutkan atau  disalahkan yang pada titik tertentu saya menjadi marah tidak terkendali dan menyalahkan diri sendiri.

Dari cerita di atas, kita bisa lihat bahwa trauma datangnya tidak hanya dari pengalaman seperti pelecehan atau kekerasan fisik. Hal verbal seperti perkataan juga bisa menimbulkan trauma loh. Untuk sebagian orang hal seperti ini mungkin terdengar sepele, tapi trauma tetaplah trauma. Bukan berarti ketika kita mengalami posisi ini, secara psikis lemah. Ngga gitu bro, sist… Pada dasarnya setiap individu memiliki rasa takut, dan kadarnya setiap orang berbeda-beda tergantung bagaimana lingkungan membentuknya. Rasa takut yang muncul bersumber dari awareness yang akhirnya memunculkan sikap antisipasi terhadap sesuatu, misalnya perkataan seseorang terhadap kita.

Lalu untuk kasus seperti ini, bagaimana caranya agar bisa tetap tenang menghadapi orang-orang yang nada bicaranya keras atau perkataannya kasar?

Seperti yang mimin bilang sebelumnya, setiap orang pada dasarnya memiliki perasaan takut. Namun untuk ketakutan yang dialami jika kasusnya seperti ini, kamu harus tahu dan analisa lebih lanjut apakah benar kamu memiliki ketakutan yang berlebih akan hal tersebut. Karena bisa jadi ada kemampuan dalam diri kamu yang memang belum berkembang sesuai dengan usiamu sekarang (kemampuan bertahan dalam situasi yang tidak nyaman). 

Apa yang harus dilakukan ketika ada seseorang yang berbicara kasar atau nadanya keras? Alih-alih merasa takut, mengapa kamu tidak coba untuk memahami apa maksud orang itu berkata demikian dan apa penyebabnya. Mungkin ada kesalahan yang tidak kamu sadari atau memang itu sifat bawaan orang tersebut. Biasakan diri dengan mengamati kondisi tertentu dan berusaha menciptakan solusi untuk dirimu sehingga jika sewaktu-waktu momen itu datang, sudah tidak ada lagi ruang bagi ketakutan dan kekhawatiran menguasai diri kamu. 

Hal ini harus terus-menerus dilatih dan kamu sendiri juga yang harus mengevaluasi diri apakah solusi yang sudah kamu rencanakan efektif atau tidak. Saran dari mimin, jangan pernah segan untuk mengatakan kalau kamu keberatan dengan perkataan orang lain terhadapmu. Kamu berhak mendapatkan perlakuan baik dari siapa pun.

 

Mutia Azura Hersta | Politeknik Negeri Media Kreatif

Leave A Comment