Majalah Sunday

Dampak PMO, Benarkah Berbahaya?

Penulis: Afindi Ranika Dewi – UNJ

Sunners, kamu pasti sering mendengar narasi tentang bahayanya PMO atau Porn, Masturbation, and Orgasm. Bisa merusak otak, menghilangkan konsentrasi, bahkan sampai gangguan seksual. Duh, emang betul ya dampak PMO bisa sangat sekompleks itu?

Ternyata masih debatable!

Yep! Para ahli pun masih mendebatkan apakah PMO benar-benar mengarahkan kita pada efek-efek negatif yang sering dibicarakan. Walaupun ada penelitian yang bilang terlalu sering melakukan PMO bisa bikin masalah seperti disfungsi seksual, masalah dalam hubungan, dan kecanduan, tapi penelitian lain malah nggak nemuin hubungan yang signifikan antara PMO dengan masalah-masalah tersebut.

Salah satunya dibuktikan oleh penelitian berjudul “Do pornography use and masturbation play a role in erectile dysfunction and relationship satisfaction in men? yang dilakukan oleh sejumlah ahli Departemen Psikologi di Valparaiso University. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi penggunaan pornografi dan frekuensi masturbasi lemah kaitannya dengan fungsi ereksi atau tingkat keparahan disfungsi ereksi. Faktor-faktor kayak usia, kecemasan atau depresi, kondisi medis kronis, minat seksual, dan kepuasan hubungan ternyata lebih berperan dalam menentukan fungsi ereksi dan kepuasan secara keseluruhan.

Jadi PMO itu nggak bahaya dong?

Dampak PMO, Benarkah Berbahaya?

Eits, bukan berarti PMO gak punya dampak negatif, pict by freepik.com

Jangan salah. Kalau dilakukan sekali-sekali, PMO memang bisa membantu meredakan stres, meningkatkan kestabilan emosi, dan mungkin memperbaiki kualitas tidur. Tapi, seperti yang telah disebutkan, topik ini masih debatable. Jadi, sama seperti adanya penelitian yang mendukung ketidakbahayaan PMO, ada juga penelitian yang menunjukkan bahayanya.

Dalam sebuah riset berjudul “Survey of Sexual Function and Pornography” yang dilakukan sekelompok peneliti di Naval Medical Center San Diego, ditemukan bahwa ternyata, ada kaitan yang signifikan antara masturbasi sambil menonton pornografi dengan disfungsi ereksi. Laki-laki yang berhubungan seksual dengan pasangan memiliki risiko disfungsi ereksi sebesar 22.3%, sementara pada laki-laki yang masturbasi dengan pornografi risikonya melonjak sampai sebesar 78%.

Topik ini masih sering jadi perdebatan, tapi sepertinya bisa disimpulkan bahwa yang jadi faktor utama kaitan antara PMO dan dampak negatifnya adalah apakah kamu ketagihan atau nggak. Kalau udah ketagihan mempraktikkan PMO, risikonya tentu lebih besar dibanding cuma sesekali melakukannya.

Nggak cuma disfungsi ereksi, ini dampak negatif kalau kamu kecanduan PMO!

Dampak PMO, Benarkah Berbahaya?

Selain fisik, kecanduan PMO juga bisa ganggu keseharianmu, pict by freepik.com

  1. Hubungan interpersonal terganggu. Hal ini menjadi mungkin karena orang yang kecanduan PMO bisa lebih mengutamakan aktivitas tersebut daripada interaksi sosial.
  2. Hilang fokus. Dapat terjadi karena orang yang kecanduan PMO akan lebih memikirkan aktivitas tersebut, sehingga sulit untuk fokus pada hal-hal lain seperti belajar, bekerja, dan lain sebagainya.
  3. Berpotensi jadi masalah mental, seperti kecemasan atau depresi karena ketergantungan.

Kalau kamu udah kecanduan dan mengalami dampak negatif tersebut, sebaiknya segera kurangi dan hentikan aktivitas PMO-mu ya, Sunners. Tips mengatasi kecanduan PMO bisa kamu baca di sini. 

Itu dia risiko dan dampak negatif PMO yang ternyata masih jadi perdebatan para ahli. Intinya sih, semua tergantung kamu bisa ngontrol atau nggak. Jangan sampai kecanduan, Sunners!

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, tips belajar dan cerita cinta hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 72
Chat Now
Selamat Datang di Majalah Sunday, ada yang bisa kami bantu?