WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Dampak Berhubungan Seks Secara Oral

Seks oral adalah aktivitas seksual dengan memberikan stimulasi alat kelamin pasangan seks dengan menggunakan mulut, lidah, gigi atau tenggorokan. Ada 2 jenis sex oral yaitu Cunnilingus dan Felatio. Cunnilingus adalah seks oral yang dilakukan seorang pria pada alat kelamin wanita (vagina) dengan mulut ataupun lidah. Fellatio adalah seks oral yang dilakukan seorang wanita kepada alat kelamin pria (penis dan testis) dengan mulut. 

Seks oral tidak dapat menyebabkan kehamilan dan beberapa pasangan heteroseksual mungkin melakukan seks oral sebagai bagian metode kontrasepsi mereka agar tidak hamil. Oral seks juga banyak dilakukan pasangan-pasangan suami istri (pasutri), sebab, merupakan ritual yang bisa dibilang dapat turut memengaruhi kenikmatan dalam bercinta. Namun, ternyata seks oral mempunyai dampak yang berbahaya.

Berikut merupakan dampak jika melakukan seks oral :

Oral pada penis

Secara teori, oral pada penis berisiko menularkan penyakit tertentu bagi pasangan karena bisa terinfeksi akibat cairan yang keluar sebelum ejakulasi (pre-ejakulasi) maupun oleh sperma yang masuk.Jika saat itu ada luka terbuka di mukosa mulut, meski kecil dan tidak terlihat, Pasalnya mulut manusia merupakan organ yang hanya di lapisi jaringan halus dan kurang elastis. Mukosa atau jaringan halus pada mulut mudah sekali terluka dan bukan merupakan benteng yang kokoh terhadap datangnya tamu tak di undang, yakni bakteri dan virus.

Disamping itu mulut dan bibir lebih sering mengalami pecah-pecah yang mengundang resiko tertular penyakit melalui oral seks akan lebih mudah dan cepat. Namun, yang harus diwaspadai adalah penyakit menular yang ditimbulkan oleh aktivitas ini, mulai klamidia, herpes genitalis, gonore, hepatitis B, HIV dan kutil pada alat kelamin (HPV) dapat ditularkan melalui kontak antara mulut dan kelamin ini. Bahkan, lebih parahnya lagi kanker tenggorokan dan kanker leher rahim (cervix)juga dapat dipicu oleh oral seks.

Oral pada vagina 

Hal yang sama juga bisa terjadi bila oral seks dilakukan pada wanita. Risiko penularan HIV bisa terjadi karena cairan vagina yang terinfeksi dan juga darah bisa saja masuk ke mulut. Penularan juga bisa terjadi bila terdapat luka kecil di mulut pasangan yang sedang melakukan oral terinfeksi penyakit menular seksual dan ada luka kecil yang tidak disadari atau iritasi ringan dalam vagina.Penularan HIV pada oral seks memang lebih rendah dibandingkan dengan anal dan vaginal seks akan, tetapi pada beberapa kasus, penularan melalui oral seks dengan vagina telah terbukti ada.

 

Hikmah Magfiroh Fajri | Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta

 

Leave A Comment