Majalah Sunday

Coldplay, Band Musik yang Ramah Lingkungan di Setiap Konser

Penulis: Zahira Nur Arifah – Universitas Negeri Jakarta
Editor: Nur Amalina Husna – Universitas Kebangsaan

Sunners, kalian pasti sudah tahu kalau Coldplay akan mengadakan konser di Indonesia pada 15 November 2023, bukan? Wah, ini pertama kalinya negara kita didatangi Coldplay, lho! 

Menurut kabar yang beredar, alasan Band musik ini tidak pernah konser di Indonesia karena negara kita dianggap tidak serius dalam menanggapi isu lingkungan. Hal tersebut berbanding terbalik dengan prinsip mereka yang eco friendly, Sunners. Yuk, kita simak seberapa eco friendly konser Coldplay!

Siapakah Sebenarnya Coldplay

Coldplay merupakan salah satu band atau grup musik genre rock asal Inggris. Grup musik yang dibentuk pada 1997 ini beranggotakan Chris Martin (vokalis), Jonny Buckland (gitaris), Guy Berryman (bassis), Will Champion (drumer), dan Phil Harvey (pengarah kreatif). Dulu, para personel ini bertemu saat kuliah di University College London (UCL), Sunners. Jadi, bisa dibilang Coldplay ini dulunya band kampuslah, ya.

Karier mereka terus berkembang setiap tahunnya. Sekarang ini, Coldplay sudah dikenal oleh khalayak internasional. Karya-karyanya telah banyak disukai banyak orang. Konser-konser yang diadakan mereka bahkan termasuk salah satu kategori konser terlaris sepanjang masa dengan pendapatan kotor $524 juta atau Rp7,73 triliun pada 2016–2017.

Bagaimanakah Konser Ramah Lingkungan Ala Coldplay?

Coldplay dikenal sebagai grup musik yang peduli lingkungan, bahkan ada yang memberi mereka gelar “si Paling Ramah Lingkungan”, lho! Kok bisa? Hal tersebut dibuktikan dengan keikutsertaan mereka sebagai pendonor organisasi lingkungan, seperti Rainforest Foundation dan Global Citizen. Tidak sampai di situ, pada 2019, mereka menggemparkan dunia dengan pernyataan bahwa mereka tidak akan mengadakan tur dunia sampai dapat menciptakan konser yang ramah lingkungan. Nah, pantas saja mereka dijuluki “si Paling Ramah Lingkungan”, ya, Sunners.

Konsep konser coldplay

Setelah pandemi Covid-19 pudar, tepatnya 2022, Band terkenal ini kembali mengumumkan bahwa mereka akan mengadakan tur dunia dari Maret s.d. Oktober 2022. Tentunya, konser-konser tersebut digelar dengan menerapkan konsep ramah lingkungan. Konser bertajuk Music of The Spheres itu memiliki tiga prinsip, yaitu reduce (mengurangi), reinvent (menciptakan)dan restore (mengembalikan).

Prinsip reduce dilakukan untuk mengurangi emisi CO2 hingga 50% dibanding konser 2016–2017 lalu. Sedangkan prinsip reinvent dilakukan untuk mendukung teknologi baru yang berbasiskan energi hijau. Terakhir, restore merupakan prinsip yang bertujuan membiayai proyek lingkungan yang tentunya dapat mengembalikan jejak karbon yang dihasilkan selama tur berlangsung.

Sunners, tahu tidak apa yang lebih keren lagi? Coldplay menggunakan kinetic dance floor untuk menghasilkan energi dari gerakan para personelnya. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan menghindari pemakaian energi fosil. Selain lantai kinetik, kebutuhan energi selama konser ditunjang oleh 15 sepeda yang dikayuh terus-menerus selama konser. Aduh, ini sih kerennya sudah level maksimal, ya, Sunners.

Tidak sampai disitu, Sunners. Band asal Inggris ini juga menggunakan material panggung yang rendah karbon dan terbuat dari bahan daur ulang yang bisa digunakan kembali. Gelang LED yang penonton konser gunakan pun berasal dari material tumbuhan sehingga 100% dapat terurai sempurna.

Coldplay

Gimana udah dapat tiket Coldplay belum nih?, pict by canva.com

Gimana? Kalian tertarik untuk menonton konser Coldplay yang eco friendly ini? Atau mungkin sudah beli tiketnya? Jangan lupa untuk membawa tempat minum sendiri, ya, karena itu salah satu imbauan dari mereka untuk mengurangi sampah konser.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, tips belajar dan cerita cinta hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 237
Chat Now
Selamat Datang di Majalah Sunday, ada yang bisa kami bantu?